UMKM Jateng Nikmati KUR Rp 361,36 Triliun, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

- Reporter

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah sampai 2025 mencapai Rp 361,36 triliun dengan 10,31 juta debitur. Sepanjang 2025 dari Januari hingga 9 Oktober, setidaknya 667.067 debitur telah melakukan akad dengan nilai mencapai sekitar Rp 34,73 triliun.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat acara Akad Massal KUR bagi 800.000 pelaku UMKM se-Indonesia yang dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 21 Oktober 2025.

Ahmad Luthfi didampingi Sekda Jateng Sumarno, Dirut Bank Jateng Irianto Harko Saputro, bersama 800 an debitur mengikuti secara daring di Gradhika Bhakti Praja, kompleks Gubernuran, Kota Semarang.

“Hari ini kita melakukan akad KUR yang secara nasional dipusatkan di Jawa Timur. Hampir seribu UMKM kita datang ke sini (Gradhika Bhakti Praja),” kata Ahmad Luthfi usai acara.

KUR merupakan kebijakan pemerintah agar bank memberikan keringanan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Setidaknya ada 20 bank di Jateng yang menyalurkan KUR kepada UMKM, salah satunya adalah Bank Jateng.

“Dengan biaya bunga yang rendah, kemudian bank-bank ikut menggerakkan ekonomi di basis mikro, yaitu usaha mikro, kecil, dan menengah,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Gelar 1.565 Gerakan Pangan Murah, Omzet Rp37 Miliar

Menurut Ahmad Luthfi, UMKM merupakan salah satu tulang punggung ekonomi di wilayah Jawa Tengah. Total ada sekitar 4,2 juta UMKM yang tersebar di 35 kabupaten/kota.

Sebagai tulang punggung ekonomi, sudah seharusnya mendapat dukungan permodalan dari bank, bimbingan dan pendampingan dari dinas terkait harus dilakukan.

“Sehingga mereka berkembang dan secara tidak langsung akan menumbuhkembangkan ekonomi baru di wilayah kita. Di satu sisi UMKM juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk diri sendiri maupun orang lain. Itu adalah nafas UMKM di wilayah kita,” kata Ahmad Luthfi.

Dijelaskan, jenis dan skema KUR yang diberikan kepada pelaku UMKM tersebut terdiri dari KUR Supermikro dengan plafon maksimal Rp 20 juta untuk usaha ultra mikro/pemula.

Adapun KUR Mikro dengan plafon lebih dari Rp 10 juta – Rp 100 juta bagi usaha kecil yang ingin berkembang. KUR Kecil dengan plafon lebih dari Rp100 juta – Rp500 juta untuk usaha yang sudah tumbuh.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha Tionghoa Kembangkan Ekonomi Baru di Jawa Tengah

Sementara KUR Pekerja Migran bagi calon pekerja migran sebagai modal kerja/pelatihan. Sedangkan KUR Khusus untuk kelompok usaha klaster sektor produktif seperti pertanian, perikanan, peternakan, UMKM dengan plafon hingga Rp 500 juta per anggota.

Direktur Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, mengatakan, sampai 18 Oktober 2025, Bank Jateng telah menyalurkan KUR sebesar Rp 4,438 triliun atau 64% dari total alokasi Rp 7 triliun. Selain itu juga telah menyalurkan KUR kepada 83.913 debitur senilai total Rp 10,327 triliun dengan non-performing loan (NPL) sebesar 1%.

“Penyaluran KUR di Bank Jateng untuk sektor produksi sebesar 32%. Dalam acara hari ini, Bank Jateng menghadirkan 800 debitur yang berasal dari seluruh Jawa Tengah, terdiri dari 555 debitur KUR Kecil, 230 debitur KUR Mikro, dan 15 debitur KUR Super Mikro dengan total plafon kredit sebesar Rp 139,419 miliar. Sekitar Rp 189 miliar merupakan KUR konvensional dan Rp 38,530 miliar adalah KUR syariah,” kata Irianto.*

Berita Terkait

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027
3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda
MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun
Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata
Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan
Mau Liburan Lebih Hemat? BCA tiket.com Travel Fair Hadir di BCA EXPO 2026
Jaga Harga Pangan, Bulog Semarang Gencarkan Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
Jateng Pacu Produksi Susu dengan Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Anak Sapi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027

Jumat, 11 September 2026 - 07:22 WIB

3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru