Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Kesenian Tradisional Lebih Adaptif di Era Digital

- Reporter

Minggu, 19 April 2026 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonajateng.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menekankan pentingnya kesenian tradisional sebagai sarana edukasi masyarakat serta instrumen pendukung pembangunan daerah. Di tengah derasnya arus digitalisasi, media tradisional tetap memiliki posisi strategis karena kedekatannya dengan budaya dan kehidupan masyarakat.

Menurut dia, media tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan moral, sosial, hingga program pembangunan. Nilai-nilai yang disampaikan melalui pendekatan budaya dinilai lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat.

“Media tradisional memiliki kekuatan pada kedekatan emosional dan kultural dengan masyarakat. Ini menjadi sarana edukasi yang efektif sekaligus menjaga identitas budaya daerah,” ujar Heri dalam keterangannya.

Baca Juga :  Dari Pesantren ke Kedokteran Gigi Undip, Aqila Terbantu Beasiswa Pemprov Jateng

Ia menyebut sejumlah media tradisional yang masih eksis di Jawa Tengah, seperti wayang kulit, ketoprak, kuda lumping, barongan, hingga seni tutur rakyat. Berbagai kesenian ini dinilai memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai media penyampaian informasi publik yang lebih membumi.

Namun demikian, ia mengingatkan, media tradisional perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. Menurutnya, inovasi dalam penyajian menjadi kunci untuk menarik minat generasi muda tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

“Adaptasi itu penting, tetapi jangan sampai menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal. Justru nilai itulah yang kekuatan utamanya,” tegas Heri Londo, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Desa Ponjen Miliki Jalan Baru

Ia mendorong para pelaku seni dan budayawan untuk mulai memanfaatkan platform digital, seperti media sosial dan kanal video daring, sebagai sarana memperluas jangkauan pertunjukan. Dengan demikian, media tradisional tidak hanya dinikmati secara langsung, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat yang lebih luas.

Selain itu, Heri juga meminta pemerintah daerah untuk memberikan dukungan melalui program pelestarian, pembinaan, serta fasilitasi pertunjukan media tradisional. Selain itu, kolaborasi dengan pegiat kesenian dan ahli teknologi juga dapat menjadi strategi efektif.

“Media tradisional bisa menjadi jembatan antara budaya dan pembangunan. Tinggal bagaimana kita mengelola dan mengembangkannya secara kreatif,” tegas politikus Gerindra tersebut.***

Berita Terkait

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir
BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja
YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako
Antusiasme Warga Tinggi, Pemprov Jateng Siapkan Videotron Pembukaan MTQ
Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan
Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional
Taj Yasin Dorong Penguatan NIK, Warga Tak Perlu Berulang Kali Serahkan Fotokopi KTP
Bangkai Ikan Sapu-Sapu Ganggu Warga Pati, Gubernur Luthfi Perintahkan Segera Dikubur

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:30 WIB

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir

Jumat, 11 September 2026 - 15:42 WIB

BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja

Jumat, 11 September 2026 - 15:19 WIB

YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako

Jumat, 11 September 2026 - 07:15 WIB

Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional

Berita Terbaru