Wakil Ketua DPRD Jateng Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Tidak Menular

- Reporter

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonajateng.id – Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung dan obesitas kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Kondisi ini menjadi tantangan serius karena berpotensi menurunkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengganggu produktivitas tenaga kerja.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan penyakit tidak menular kini menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Seiring perubahan pola hidup, rendahnya aktivitas fisik, serta pola konsumsi yang kurang sehat, tren kasus PTM terus meningkat dan mulai mengancam kelompok usia muda maupun produktif.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, meminta pemerintah memperkuat langkah pencegahan dan deteksi dini penyakit tidak menular, khususnya di kalangan usia produktif.

“Penyakit tidak menular kini tidak hanya menyerang lansia. Banyak kasus yang ditemukan pada usia produktif, bahkan usia muda. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat memengaruhi produktivitas masyarakat dan kualitas sumber daya manusia ke depan,” ujarnya.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga menunjukkan prevalensi hipertensi mencapai 32,8 persen dengan lebih dari 3,8 juta kasus terdaftar. Sementara prevalensi diabetes melitus mencapai 11,4 persen dan obesitas sebesar 16,7 persen.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Resmikan Masjid At-Taqwa: Megah dan Luas, Tampung 1.000 Jemaah

Di sisi lain, sejumlah faktor risiko PTM juga cukup tinggi. Seperti kurang konsumsi buah dan sayur sebesar 54,2 persen serta aktivitas fisik yang rendah.

Heri menilai, tingginya angka tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah pencegahan, terutama melalui edukasi kesehatan dan deteksi dini.

Menurutnya, kelompok usia produktif sering kali mengabaikan pemeriksaan kesehatan karena merasa masih sehat dan aktif bekerja. Padahal, banyak penyakit tidak menular berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.

“Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala masih perlu ditingkatkan. Deteksi dini sangat penting agar penyakit bisa ditangani sebelum menimbulkan komplikasi yang lebih berat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Kementerian Kesehatan telah mencatat adanya pergeseran pola penyakit, di mana PTM yang sebelumnya banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia kini semakin mengancam kelompok usia produktif. Kondisi tersebut berdampak pada hilangnya hari kerja produktif dan meningkatnya beban pembiayaan kesehatan.

Baca Juga :  Pesan Ulama Menguatkan Langkah Ahmad Luthfi Memimpin Jateng

Selain itu, pemerintah pusat juga menilai tingginya konsumsi gula, garam dan lemak menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus hipertensi, diabetes dan penyakit kardiovaskular di Indonesia. Kebiasaan tersebut bahkan telah terbentuk sejak usia muda.

Politikus Partai Gerindra itu juga mendorong pemerintah daerah untuk memperluas program skrining kesehatan bagi masyarakat usia produktif serta memperkuat edukasi mengenai pola hidup sehat di lingkungan sekolah, kampus, tempat kerja dan komunitas masyarakat.

“Pencegahan harus menjadi prioritas. Jangan menunggu masyarakat sakit baru bertindak. Edukasi, olahraga, pola makan sehat, dan pemeriksaan kesehatan rutin harus menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat,” tegasnya.

Heri berharap, upaya pencegahan PTM dapat dilakukan secara lebih masif dan berkelanjutan sehingga mampu menekan angka kasus sekaligus menjaga produktivitas masyarakat Jawa Tengah.

“Ketahanan kesehatan masyarakat menjadi salah satu fondasi pembangunan. Semakin sehat masyarakat usia produktif, semakin kuat pula daya saing daerah di masa depan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir
BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja
YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako
Antusiasme Warga Tinggi, Pemprov Jateng Siapkan Videotron Pembukaan MTQ
Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan
Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional
Taj Yasin Dorong Penguatan NIK, Warga Tak Perlu Berulang Kali Serahkan Fotokopi KTP
Bangkai Ikan Sapu-Sapu Ganggu Warga Pati, Gubernur Luthfi Perintahkan Segera Dikubur

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:30 WIB

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir

Jumat, 11 September 2026 - 15:42 WIB

BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja

Jumat, 11 September 2026 - 15:19 WIB

YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako

Jumat, 11 September 2026 - 07:15 WIB

Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional

Berita Terbaru