Bagas Cerita Tantangan Tafsir Bahasa Inggris MTQ Nasional, Harus Kuasai Tiga Bahasa

- Reporter

Selasa, 15 September 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Menafsirkan Al-Qur’an dalam Bahasa Indonesia, seringkali kita dengar. Tetapi menafsirkan Al-Qur’an dalam Bahasa Inggris, menghadirkan tantangan tersendiri bagi peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026, di Semarang Jawa Tengah.

Seperti yang dirasakan Bagas Ihsanul Umam, kafilah Provinsi Riau. Bagas, sapaannya, punya tantangan tak biasa di MTQ Nasional kali ini, karena harus menguasai tafsir Al-Qur’an, sekaligus menerjemahkannya dalam tiga bahasa. Bagas merupakan peserta cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris.

Dia mengungkapkan, MTQ Nasional 2026 menjadi pengalaman pertamanya tampil dalam ajang tingkat nasional.

“Pasti deg-degan karena ini pengalaman pertama saya tampil di tingkat nasional,” kata Bagas, ditemui seusai tampil di Gedung Semeru BPL2K Semarang, Senin (14/9/2026).

Tantangan terbesar yang dihadapinya, adalah proses peralihan bahasa ketika menjawab pertanyaan dewan hakim.

“Pertama, menerjemahkan bahasa Arab ke bahasa Indonesia, lalu mencari bahasa Inggris yang sesuai,” ungkapnya.

Menurut Bagas, proses tersebut cukup menyulitkan. Namun, dia justru menganggap tantangan itu sebagai kesempatan untuk terus belajar.

“Peralihan bahasa ini cukup membuat saya kesulitan, itu tantangan yang bisa dipelajari,” katanya.

Untuk mempersiapkan diri berlaga di provinsi yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi-Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Bagas mengaku tidak hanya belajar dari guru dan pelatih. Dia juga memanfaatkan teknologi seperti YouTube, televisi, hingga kecerdasan buatan atau AI.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Disambut Antusias Warga Desa Kropak Grobogan

“Saya memanfaatkan teknologi seperti YouTube, TV, dan AI untuk belajar bahasa,” ungkapnya.

Namun, hasil belajar dari teknologi tetap dikonfirmasi kepada guru, untuk memastikan penggunaan bahasa yang tepat. Bagas juga mengandalkan latihan dengan memperbanyak jam terbang, agar lebih rileks ketika tampil.

“Ketika latihan, saya membayangkan sedang tampil di mimbar tilawah,” kata peserta yang pernah menjadi juara pertama Tafsir Bahasa Inggris tingkat Provinsi Riau tersebut.

Meski baru pertama tampil di tingkat nasional, Bagas mengaku sangat optimistis menghadapi persaingan.

“Kalau ditanya optimistis, 100 persen, Allahu Akbar,” ujarnya penuh semangat.

Bagas berharap MTQ ini tidak berhenti sebagai ajang mencari juara, tetapi semakin mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an.

“Semoga even ini semakin memotivasi umat untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an,” pungkasnya.

Peserta lain adalah Fadli, asal Provinsi Jambi yang mengikuti cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia. Da merasa nyaman dengan tempat yang disediakan panitia.

“Alhamdulillah ketika tampil tadi saya merasa tenang, tempatnya juga nyaman,” kata Fadli usai tampil lebih dulu, di lokasi serupa.

Menurut Fadli, tantangan terbesar dalam perlombaan justru muncul ketika mendapatkan soal hafalan. Sehingga dirinya harus berusaha mengingat semaksimal mungkin.

Fadli mengaku mempersiapkan diri selama dua hingga tiga bulan sebelum mengikuti MTQ Nasional. Pihaknya telah melakukan berbagai latihan kepada kafilah.

Baca Juga :  Sekda Jateng Ingatkan Petugas Haji Utamakan Pelayanan, Bukan Ibadah Pribadi

“Provinsi (Jambi ) telah banyak melakukan training center atau pelatihan untuk mempersiapkan para kafilah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia MTQ Nasional, Hidayat Maskur mengatakan, sistem penilaian tahun ini dibuat lebih transparan.

“Nomor urut peserta sekarang selalu diacak, sehingga tidak ada yang mengetahui urutannya,” kata Hidayat, saat mendampingi Person in Charge (PIC) musabaqah cabang Tafsir Al-Qur’an Golongan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Zaimatul Chasanah, di lokasi.

Menurut dia, sistem tersebut diterapkan untuk mencegah adanya permainan, sekaligus menjaga independensi dewan hakim.

“Tujuannya agar semuanya transparan, tidak ada permainan, dan tentunya penilaian tetap netral,” ujarnya.

Khusus cabang Tafsir Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, terdapat 87 peserta yang mengikuti perlombaan. Dengan peserta Bahasa Indonesia 44 orang, sedangkan Bahasa Inggris sebanyak 43 peserta.

Wakil Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional, KH Ahmad Darodji menilai, pelaksanaan lomba secara umum sudah berjalan baik. Hal itu disampaikannya usai memantau sejumlah lokasi penyelenggaraan, termasuk di BPL2K Semarang.

Dia berharap, Jawa Tengah sebagai tuan rumah tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga meraih prestasi.

“Jawa Tengah sendiri mudah-mudahan sebagai tuan rumah bisa mendapatkan prestasi yang baik,” kata Darodji.***

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru