Produktivitas Petani Digenjot, Ahmad Luthfi Distribusikan 1.507 Alsintan

- Reporter

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Panen padi di hamparan sawah yang biasanya dikerjakan puluhan orang dan memakan waktu, kini itu bisa diselesaikan lebih cepat. Pekerjaan yang menguras tenaga itu sekarang bisa dengan mudah dikerjakan dengan bantuan mesin.

Perubahan cara kerja inilah yang ingin didorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui penyerahan 1.507 unit alat dan mesin pertanian (alsintan).

Bantuan tersebut diarahkan untuk mempercepat mekanisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, sekaligus menekan kehilangan hasil panen. Modernisasi dinilai semakin penting agar Jawa Tengah mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, penggunaan teknologi dan mesin pertanian bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjawab tantangan sektor pertanian ke depan.

“Modernisasi alat pertanian ini tidak hanya menjadi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan,” kata Ahmad Luthfi usai Parade Alat dan Mesin Pertanian di Lapangan Tarubudoyo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (3/11/2026).

Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki kontribusi besar terhadap produksi pangan nasional. Sepanjang 2025, produksi gabah di provinsi ini mencapai 11,5 juta ton atau sekitar 16,5 persen dari total produksi nasional. Sementara itu, produksi gabah sepanjang 2026 hingga awal November telah mencapai sekitar 8,5 juta ton.

Baca Juga :  Talkshow Hari Kartini, Ning Nawal Serukan Perempuan Jateng Berdaya dan Berintegritas

Ia optimistis, pemanfaatan alsintan dapat memperkuat kapasitas produksi sekaligus membuat pekerjaan petani lebih efisien.

Sebanyak 1.507 unit alsintan tersebut disalurkan ke 32 kabupaten/kota. Jenis peralatan disesuaikan dengan karakteristik lahan dan kebutuhan pertanian di masing-masing daerah.

Luthfi mengingatkan, bantuan mesin pertanian tidak boleh berhenti pada penyerahan kepada kelompok tani. Pengelolaan dan perawatan harus menjadi perhatian agar alat dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Tunjuk orang yang mampu, yang profesional. Karena perawatan itu lebih susah daripada menerima,” tegasnya.

Lebih jauh, Luthfi berharap mekanisasi juga dapat mengubah wajah sektor pertanian agar semakin menarik bagi generasi muda. Selama ini, tidak sedikit anak petani yang justru memilih bekerja di luar sektor pertanian.

Pemerintah provinsi mendorong lahirnya petani milenial yang mampu mengelola usaha pertanian dengan dukungan teknologi dan keterampilan profesional.

“Sekarang kita dorong yang namanya petani milenial, petani bergaji, dengan menguasai teknologi serta bertani yang profesional,” ujar Luthfi yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan, bantuan tersebut terdiri atas 100 unit rice transplanter, 10 unit combine harvester, 30 unit traktor roda empat, 80 unit hand tractor singkal, 74 unit kultivator, dan 80 unit traktor crawler.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Mulai Sisihkan Anggaran untuk Pembiayaan Pilgub 2029

Selain itu, disalurkan pula 100 unit pompa air diesel, 28 unit alat pencacah pupuk organik, serta 1.005 unit handsprayer elektrik.

Menurut Defransisco, penggunaan alsintan diperkirakan mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan pertanian sekitar 40-50 persen. Mekanisasi juga berpotensi menekan kehilangan hasil panen dan pascapanen dari sekitar 10 persen menjadi maksimal 2 persen.

Dampak penggunaan mesin tersebut telah dirasakan petani. Anggota Kelompok Tani Sri Berkah, Kabupaten Pemalang, Sutirto, mengatakan, bantuan combine harvester membuat proses panen jauh lebih cepat sekaligus menghasilkan gabah yang lebih bersih.

Dengan mesin tersebut, satu hektare lahan dapat dipanen hanya dalam waktu sekitar satu setengah hingga dua jam.

“Kalau menggunakan combine harvester, satu hektare bisa selesai sekitar satu setengah sampai dua jam,” kata Sutirto.

Ia membandingkan, sebelum menggunakan mesin, panen secara manual membutuhkan sekitar 30-40 pekerja untuk menyelesaikan dua pertiga hektare lahan dalam sehari.

Menurut Sutirto, kehadiran mesin panen sangat membantu pekerjaan petani. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga proses panen di wilayahnya semakin cepat dan efisien.*

Berita Terkait

Dari Peternakan hingga Pertanian, Gus Yasin Minta Program Ekonomi SGN Diperluas
Jaga Persatuan di Tengah Kasus Sukoharjo, Luthfi Pastikan Santri Terlindungi
Ahmad Luthfi Ajak KPK, BPK, dan BPKP Kawal Setiap Rupiah Anggaran
Pastikan Air Mengalir ke Sawah, Ahmad Luthfi Siapkan Rp 65,5 Miliar
Mencari Solusi di Balik Kasus Sukoharjo, Lima Hal Tak Boleh Diabaikan
20.521 Posyandu Jateng Terapkan Enam SPM, Nawal Tekankan Layanan Berdampak
Nawal Yasin Gandeng Kader Posyandu untuk Bantu Warga Benahi Data Bansos
Teguh Subroto dan Wajah Baru Pengabdian: Hukum Humanis, Perlindungan Masyarakat, dan Ekonomi Produktif

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:25 WIB

Dari Peternakan hingga Pertanian, Gus Yasin Minta Program Ekonomi SGN Diperluas

Selasa, 3 November 2026 - 18:39 WIB

Jaga Persatuan di Tengah Kasus Sukoharjo, Luthfi Pastikan Santri Terlindungi

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Ahmad Luthfi Ajak KPK, BPK, dan BPKP Kawal Setiap Rupiah Anggaran

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Produktivitas Petani Digenjot, Ahmad Luthfi Distribusikan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:07 WIB

Pastikan Air Mengalir ke Sawah, Ahmad Luthfi Siapkan Rp 65,5 Miliar

Berita Terbaru