Jaga Persatuan di Tengah Kasus Sukoharjo, Luthfi Pastikan Santri Terlindungi

- Reporter

Selasa, 3 November 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah oleh informasi yang belum terverifikasi menyusul mencuatnya kasus penggeledahan lembaga pendidikan keagamaan Hamalatul Quran di Kabupaten Sukoharjo.

Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persatuan, ketenteraman, dan mengedepankan sikap saling menghormati.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam menyikapi suatu persoalan merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan justru memicu konflik di tengah masyarakat.

“Kondusivitas wilayah ini bukan berarti tidak ada perbedaan. Perbedaan adalah alat perekat untuk persatuan dan kesatuan,” kata Ahmad Luthfi di Semarang, Selasa (3/11/2026).

Ia meminta masyarakat menyikapi persoalan tersebut dengan kepala dingin, tetap santun, serta mengedepankan semangat tepa selira dan gotong royong. Luthfi tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi konflik horizontal yang dapat mengganggu kondusivitas Jawa Tengah.

Baca Juga :  Road Show Maung Bagi Sembako Tanamkan Cinta Produk Indonesia

Ia juga mengaku prihatin atas peristiwa tersebut dan berharap persoalan dapat segera diselesaikan dengan baik.

Di sisi lain, Pemprov Jateng memastikan hak pendidikan dan perlindungan anak-anak yang terdampak tetap terpenuhi. Luthfi telah menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah untuk turun langsung memberikan pendampingan kepada para santri.

“Sudah saya perintahkan DP3AKB untuk berangkat ke sana untuk melakukan evaluasi dan asistensi,” ujarnya seusai kegiatan gelar pengawasan, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga :  Lahan Tidur 57 Hektare di Banjarnegara Disulap Jadi Sentra Pangan dan Agro Eduwisata

Menurut Luthfi, pendampingan telah dilakukan sebanyak dua kali. Dari hasil penanganan tersebut, Pemprov Jateng mengidentifikasi belasan santri yang membutuhkan perhatian khusus agar hak pendidikan dan aktivitas belajar mereka tidak terganggu.

“Pemprov punya suatu komitmen, tidak boleh ada anak-anak kita yang sampai tidak bisa belajar dan tidak mendapatkan pendampingan manakala lembaganya terjadi permasalahan,” tegas Luthfi yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi para santri yang terdampak. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah trauma berkepanjangan sekaligus memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan dan perlindungan sebagaimana mestinya.*

Berita Terkait

Dari Peternakan hingga Pertanian, Gus Yasin Minta Program Ekonomi SGN Diperluas
Ahmad Luthfi Ajak KPK, BPK, dan BPKP Kawal Setiap Rupiah Anggaran
Produktivitas Petani Digenjot, Ahmad Luthfi Distribusikan 1.507 Alsintan
Pastikan Air Mengalir ke Sawah, Ahmad Luthfi Siapkan Rp 65,5 Miliar
Mencari Solusi di Balik Kasus Sukoharjo, Lima Hal Tak Boleh Diabaikan
20.521 Posyandu Jateng Terapkan Enam SPM, Nawal Tekankan Layanan Berdampak
Nawal Yasin Gandeng Kader Posyandu untuk Bantu Warga Benahi Data Bansos
Teguh Subroto dan Wajah Baru Pengabdian: Hukum Humanis, Perlindungan Masyarakat, dan Ekonomi Produktif

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:25 WIB

Dari Peternakan hingga Pertanian, Gus Yasin Minta Program Ekonomi SGN Diperluas

Selasa, 3 November 2026 - 18:39 WIB

Jaga Persatuan di Tengah Kasus Sukoharjo, Luthfi Pastikan Santri Terlindungi

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Ahmad Luthfi Ajak KPK, BPK, dan BPKP Kawal Setiap Rupiah Anggaran

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Produktivitas Petani Digenjot, Ahmad Luthfi Distribusikan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:07 WIB

Pastikan Air Mengalir ke Sawah, Ahmad Luthfi Siapkan Rp 65,5 Miliar

Berita Terbaru