17,9 Juta Pemudik Diperkirakan Akan Masuk Jateng

- Reporter

Senin, 17 Maret 2025 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap menyambut Hari Raya Idul Fitri sekaligus menghadapi arus mudik dan balik 2025. Hal itu ditegaskan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, seusai menggelar Rapat koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral, di Grhadika Bhakti Praja, Senin (17/3/2025).

“Hari ini rapat koordinasi lintas sektoral, yang kita libatkan Forkopimda provinsi dan kabupaten/kota. Kita juga tambah dari Jakarta, dari PT KAI, Pelni, dan semua yang berkontribusi pada arus mudik dan balik tahun ini,” ujar Luthfi.

Gubernur menjelaskan, rakor dilakukan untuk menyatukan persepsi sekaligus menggali potensi wilayah, agar peringatan Idulfitri, termasuk arus mudik dan balik, bisa lancar dan aman. Sehingga, Pemprov Jawa Tengah menggandeng semua pihak yang terkait.

Baca Juga :  Program Balik Rantau Gratis Jateng 2026 Dibuka, Bus Berangkat 28 Maret

“Tentu Pemprov Jawa Tengah tidak bisa berdiri sendiri, bagaimana nanti sarana prasarana terjamin dan aman,” lanjutnya.

Dari data yang diterima, Luthfi menyampaikan, ada sebanyak 17,9 juta orang mudik ke Jawa Tengah, dan sekitar 1,8 juta kendaraan masuk ke Jawa Tengah.

“Prediksi kita ada 17,9 juta orang akan mudik ke sini, kendaraannya 1,8 juta (unit),” paparnya.

Disinggung soal kesiapan infrastruktur jalan, Luthfi menuturkan, kondisi jalan provinsi sudah 99 persen baik, jalan nasional 100 persen, dan jalan kabupaten 79,5 persen. Dia optimistis seminggu ke depan persoalan jalan bisa tuntas.

Baca Juga :  Sosialisasi Program MBG di Pati, Edy Wuryanto Dorong Kecukupan Gizi Anak hingga Ibu Hamil

“Saya yakin seminggu lagi clear. Jadi, Jateng siap dong,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memastikan, pemprov bekerja sama dengan kepolisan dan TNI, selalu berupaya memberikan rasa aman selama Ramadan dan Lebaran 2025.

“Di Jateng tidak ada premanisme ormas yang melakukan tindakan (anarkis). Jadi, siapapun di wilayah Jateng, tidak boleh melakukan tindakan, mau nutup, mau nyegel, menertibkan apalagi sampai minta minta. Silahkan lapor ke Polda, Pangdam atau ke Gubernur. Kalau perlu kita turun tangan, tidak boleh ada premanisme,” terangnya.

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat
Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak
Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan
Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah
Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong
Kerja Sama Jateng-Fujian Makin Erat, Investasi hingga Youth Exchange Jadi Prioritas
BKD Jateng Bantah Informasi PPPK Paruh Waktu Ditempatkan di Ormas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:16 WIB

Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

Berita Terbaru