Melihat, Mendengar, Bertindak, Tiga Prinsip Kerja ala Ahmad Luthfi dalam Bangun Jateng

- Reporter

Senin, 26 Mei 2025 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Membangun daerah tidak cukup hanya dengan perencanaan di atas kertas. Hal itu ditegaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat apel pagi bersama kepala daerah se-Jateng dan ASN lingkungan pemprov, di halaman Kantor Gubernur Jateng pada, Senin (26/5/2025).

Karenanya, Gubernur Luthfi mengajak seluruh kepala daerah dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kerjanya, untuk menjadikan tiga prinsip sebagai landasan kerja, yakni mendengar, melihat, dan bertindak.

“Mendengar saja tidak cukup. Kalau sudah mendengar, melihat. Cek di lapangan langsung. Setelah melihat, ya harus bertindak,” tegasnya.

Menurut Luthfi, banyak pejabat rajin mendengar, tapi tidak sampai pada aksi nyata dengan melihat dan bertindak.

Baca Juga :  PMI Jateng Pastikan Ketersediaan Kantong Darah di Jateng Aman

“Kalau cuma mendengar dan melihat tapi tidak bertindak, itu pencitraan tok,” tegasnya.

Luthfi menekankan, apel seperti itu bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan ajang memperkuat chemistry dan kebersamaan, dalam menghadapi tugas-tugas pemerintahan.

“Dari apel ini, akan tumbuh komunikasi. Akan lahir public trust (kepercayaan publik) terhadap seorang decision maker (pengambil keputusan),” ujar dia.

Apel pagi itu diikuti seluruh kepala daerah se-Jawa Tengah, termasuk dari Semarang, Pati, Grobogan, Tegal, Pekalongan, Kendal, Temanggung dan Wonogiri. Hujan gerimis tak menyurutkan semangat mereka untuk berdiri bersama ASN di barisan.

Dalam pidatonya, Luthfi juga kembali mengingatkan agar semangat gotong royong dan tepa selira menjadi fondasi kerja bersama di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Ratusan Penonton Saksikan Rojo Tikus, Pakeliran Satir Penuh Humor Gelap

Lebih lanjut, mantan Kapolda Jateng itu tegas menyampaikan, pimpinan harus bertanggung jawab terhadap amanah yang diemban.

“Tugas dan wewenang bisa diberikan ke siapa saja, tapi tanggung jawab itu harus dipegang,” ujarnya.

Baginya, kerja sebagai pejabat publik harus dilandasi keikhlasan dan kesiapan untuk dikritik.

“Kalau tidak siap di-bully, jangan menjabat. Jangan sibuk jaga eksistensi. Kerja ya kerja. Ikhlas, tidak usah dibuat-buat,” ucap Luthfi.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga berpesan agar tidak ada ASN di Pemprov Jateng, yang menggunakan cara-cara tidak etis untuk meraih jabatan.

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru