2.000 KPM di Brebes Keluar dari Jerat Kemiskinan, Siap Hidup Mandiri

- Reporter

Jumat, 15 Agustus 2025 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES – Sebanyak 2.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Brebes resmi keluar dari data kemiskinan. Mereka tidak lagi menjadi penerima bantuan sosial (bansos) dan siap hidup mandiri.

Hal itu ditandai dengan acara Graduasi Sukses Brebes Beres di Gedung Serbaguna Islamic Center Kabupaten Brebes, Kamis (14/8/2025). Acara itu dihadiri Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priono, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dan pejabat lainnya.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priono menyampaikan, graduasi adalah program Kemensos untuk mewisuda atau meluluskan warga penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Sebab, kondisi sosial ekonomi para warga tersebut sudah meningkat dan dianggap mampu, sehingga tidak lagi memerlukan bantuan sosial.

“Sebelumnya, Kemensos melakukan graduasi di Malang dan UGM Yogyakarta. Tapi di Brebes ini peserta graduasinya terbanyak se-Indonesia. Kami sampaikan hormat pada Pak Gubernur, Bupati, dan juga pendamping PKH,” kata Wamensos, di sela acara.

Ditambahkan, para warga tersebut sebelumnya menerima bansos dengan waktu yang beragam, bahkan ada yang sampai lima tahun. Mereka ternyata tak nyaman terus menerus berstatus miskin dan menerima bantuan pemerintah, sehingga mengembangkan usaha mandiri. Kini mereka telah “lulus” dari kemiskinan, dan mengikuti proses graduasi.

Baca Juga :  Tinjau Longsor Brebes, Ahmad Luthfi Tekankan Pemulihan Akses Jalan dan Aktivitas Sekolah

Dikatakan Agus, capaian graduasi kemiskinan tertinggi di Indonesia itu bukannya tanpa sebab. Menurutnya, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi telah bekerja menurunkan kemiskinan saat sebelum dilantik oleh presiden.

“Sebelum Pak Gubernur ini dilantik, sudah datang ke kantor Kemensos dua kali. Tujuannya, mengajak sinergi antara Kemensos dan Pemprov Jateng, dalam rangka pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Agus menjelaskan, pengentasan kemiskinan menjadi prioritas program pemerintah. Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan, kemiskinan ekstrem di Indonesia nol persen pada 2026. Sedangkan jumlah keseluruhan warga miskin di Indonesia di bawah angka lima persen pada 2029.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, terentaskannya 2.000 KPM dari bansos, menjadi tanda semua elemen bekerja. Bukan hanya pemerintah, namun juga pihak swasta dan masyarakat itu sendiri.

Menurut dia, masyarakat menjadi kunci dalam pengentasan kemiskinan tersebut, karena memiliki tekad untuk menjadi lebih baik.

Saat ini , terang Luthfi, penurunan kemiskinan di Jateng cukup signifikan. Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin di Jawa Tengah pada Maret 2025 sebesar 9,48 persen, atau mengalami penurunan 0,10 persen dibanding September 2024 yang mencapai 9,58 persen.

Baca Juga :  Cegah Dampak Berlipat, Ahmad Luthfi Minta Tim Reaksi Cepat Lebih Sigap

Luthfi menekankan, upaya pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan dari satu sektor saja, tapi butuh keterlibatan banyak pihak. Dia mencontohkan, warga miskin penerima bansos, mesti dipastikan memiliki pekerjaan melalui peningkatan ketrampilan.

Karenanya, Dinas Tenaga Kerja diterjunkan untuk menangani. Termasuk bila tempat tinggalnya tergolong Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), maka dinas terkait perlu melakukan perbaikan. Begitu juga dengan anak-anak mereka, juga mesti dipastikan mendapatkan jaminan pendidikan.

“Output pembangunan wilayah itu adalah kesejahteraan masyarakat. Namun untuk melakukanya, harus kolaborasi. Kita keroyok bareng-bareng,” tandas mantan Kapolda Jateng ini.

Salah keluarga yang dilakukan graduasi kemiskinan di Brebes, Setia Puji mengaku, menerima bantuan sosial dari 2020-2025. Dia sempat tak memiliki penghasilan usai pulang kampung dari ibu kota. Namun, dia bertekad jualan bakso keliling. Kini, usaha yang dijalani lancar dan mampu mencukupi kebutuhan keluarga.

“Bantuan yang diberikan kemarin sangat meringankan beban kami. Tapi motivasi saya bisa mandiri. Kini ekonomi kami lebih mampu,” katanya.

Berita Terkait

Kafilah NTT Tetap Tegar, Semarakkan MTQ Nasional XXXI di Jateng
35 Provinsi Bawa Produk Unggulan ke Bazar MTQ Nasional di Semarang
MTQ Nasional XXXI Siap Digelar Spektakuler, Opick dan 25 Ribu Orang Ramaikan Simpang Lima
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional Satukan Keragaman Indonesia di Kota Semarang
Hampir 7.000 Orang Hadiri MTQ Nasional, Sekda Jateng Ajak Warga Sambut dengan Keramahan
Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir
BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja
YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 14:22 WIB

Kafilah NTT Tetap Tegar, Semarakkan MTQ Nasional XXXI di Jateng

Sabtu, 12 September 2026 - 14:15 WIB

35 Provinsi Bawa Produk Unggulan ke Bazar MTQ Nasional di Semarang

Sabtu, 12 September 2026 - 14:06 WIB

MTQ Nasional XXXI Siap Digelar Spektakuler, Opick dan 25 Ribu Orang Ramaikan Simpang Lima

Sabtu, 12 September 2026 - 14:00 WIB

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional Satukan Keragaman Indonesia di Kota Semarang

Sabtu, 12 September 2026 - 07:12 WIB

Hampir 7.000 Orang Hadiri MTQ Nasional, Sekda Jateng Ajak Warga Sambut dengan Keramahan

Berita Terbaru