Percepatan Pencarian Korban Longsor Cilacap: Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca

- Reporter

Minggu, 16 November 2025 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan upaya modifikasi cuaca, guna mempercepat evakuasi korban hilang yang masih tertimbun material longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Hal itu dilakukan karena salah satu kendala pencarian selama beberapa hari ini adalah hujan yang turun di sekitar lokasi longsor.

“Modifikasi cuaca sudah dilakukan hari ini. Kami berharap bisa berhasil ya, karena ini tergantung dengan angin,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan saat mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi meninjau lokasi dan melihat proses pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Minggu, 16 November 2025.

Budi menjelaskan, dalam melakukan modifikasi cuaca tersebut, tim ahli dari BMKG juga diikutkan dalam pesawat. Ahli tersebut akan mengidentifikasi apakah awan yang ada mengandung air atau tidak.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Minta Pengembangan Ekowisata Jateng Perhatikan Kelestarian Lingkungan

“Kalau anginnya bisa sesuai dengan prediksi dari BMKG, saya yakin dan percaya hujan tidak akan turun. Kalau turun paling rintik, tapi kalau angin di luar prediksi ya hujan akan turun juga,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memimpin rapat evaluasi di Posko Lapangan Bencana Longsor Desa Cibeunying juga menegaskan, bahwa koordinasi terus dilakukan oleh tim SAR. Salah satunya adalah terkait waktu pencarian yang terkendala oleh cuaca atau hujan.

“Sudah diminta untuk modifikasi cuaca dan sudah dilakukan oleh BNPB,” katanya.

Baca Juga :  Dukung Program Prabowo, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemda Eksekusi Gerakan Indonesia ASRI 

Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan menambahkan, kendala pencarian sampai hari keempat adalah cuaca. Berkaitan dengan hal itu maka operasi SAR tidak bisa panjang.

“Waktunya hanya bisa dimulai pukul 06.00-18.00 WIB. Nah, ini dengan melihat evaluasi yang sudah berjalan, maka BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca. Harapannya cukup membantu untuk mengurangi hujan yang ada di lokasi ini,” jelasnya.

Ia mengatakan, berdasarkan data dari Basarnas korban hilang yang sudah ditemukan sebanyak 11 orang. Masih ada sekitar 10 orang yang saat ini dalam pencarian. “Untuk update temuan korban hilang masih menunggu rilis dari Basarnas,” ujarnya.***

Berita Terkait

Ahmad Luthfi Minta Daerah Perbanyak Event Olahraga, Ekonomi Rakyat Bisa Terdongkrak
Legenda Ceng Ho Dipentaskan di Sam Poo Kong, Simbol Harmoni Budaya Semarang
Ketahanan Energi Jadi Sorotan, SP Persada IV Dorong Perpu Migas Segera Terbit
Pemprov Jateng Seleksi Ketat Beasiswa Santri, Prioritaskan SDM Pesantren Berkualitas
Kolaborasi Ahmad Luthfi Menginspirasi Harmoni Budaya Jawa-Betawi
Kesepakatan Baru MBG di Jateng, SPPG Wajib Serap Telur dan Ayam Peternak Lokal Dua Kali Seminggu
Dukung 4,9 Juta Pelaku Usaha, Luthfi Minta Bank Jateng Perluas Kredit UMKM
Jalan Rusak Menahun di Sragen Segera Mulus, Pemprov Jateng Targetkan Rampung Tahun Ini

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:29 WIB

Ahmad Luthfi Minta Daerah Perbanyak Event Olahraga, Ekonomi Rakyat Bisa Terdongkrak

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:51 WIB

Legenda Ceng Ho Dipentaskan di Sam Poo Kong, Simbol Harmoni Budaya Semarang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:28 WIB

Ketahanan Energi Jadi Sorotan, SP Persada IV Dorong Perpu Migas Segera Terbit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:32 WIB

Pemprov Jateng Seleksi Ketat Beasiswa Santri, Prioritaskan SDM Pesantren Berkualitas

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:27 WIB

Kesepakatan Baru MBG di Jateng, SPPG Wajib Serap Telur dan Ayam Peternak Lokal Dua Kali Seminggu

Berita Terbaru