Semarang – BRI Semarang Pattimura menunjukkan langkah proaktifnya dalam mendukung sektor perdagangan dan perekonomian daerah.
Hal ini ditandai dengan kunjungan yang dilakukan BRI Semarang Pattimura ke kantor Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Tengah.
Kunjungan ini merupakan inisiatif BRI untuk menjajaki potensi kerja sama strategis dengan organisasi yang menaungi para importir di wilayah tersebut.
Pimpinan Cabang BRI Semarang Pattimura, Birowo Cahyo Baskoro menyatakan, “BRI melakukan kunjungan Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia Jawa Tengah atau GINSI Jateng.”
Kunjungan ini bertujuan untuk memahami lebih dalam kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh para importir di Jawa Tengah, serta memperkenalkan berbagai produk dan layanan perbankan BRI yang relevan untuk mendukung aktivitas impor dan perdagangan internasional.
“Harapannya akan terjalin kerja sama dengan BRI,” tambah Birowo Cahyo Baskoro dikutip dari keterangan tertulis pada Jumat (30/1/2026).
Ia optimis bahwa melalui kolaborasi ini, BRI dapat menjadi mitra perbankan utama bagi anggota GINSI Jawa Tengah, menyediakan solusi finansial yang komprehensif, mulai dari pembiayaan perdagangan, transaksi valuta asing, hingga layanan perbankan digital yang memudahkan operasional bisnis impor.
Kerja sama antara lembaga perbankan sekelas BRI dengan GINSI Jawa Tengah adalah langkah yang sangat relevan dan normatif dalam konteks pembangunan ekonomi nasional. Sektor impor memiliki peran krusial dalam memenuhi kebutuhan bahan baku industri, barang konsumsi, dan teknologi yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri.
Dukungan perbankan yang kuat sangat dibutuhkan untuk memastikan kelancaran arus barang dan modal dalam aktivitas impor.
“GINSI Jawa Tengah merupakan representasi penting dari pelaku usaha di sektor impor yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian. Dengan menjalin kerja sama, BRI ingin memastikan bahwa para importir mendapatkan akses mudah ke layanan perbankan yang efisien dan kompetitif, sehingga mereka dapat beroperasi lebih lancar, mengurangi risiko, dan pada akhirnya meningkatkan volume perdagangan. Ini adalah sinergi yang akan menguntungkan kedua belah pihak dan juga perekonomian Jawa Tengah secara keseluruhan,” tegas Birowo Cahyo Baskoro.









