Pasar Imlek Semawis Teguhkan Kebinekaan dan Dongkrak UMKM Lokal

- Reporter

Senin, 16 Februari 2026 - 06:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Perayaan Imlek di Jawa Tengah menggambarkan wajah Indonesia yang inklusif dan beragam. Masyarakat lintas etnis memadati Pasar Imlek Semawis 2026 di Kawasan Pecinan Kota Semarang, Sabtu malam, 14 Februari 2026, saat Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, hadir dan menyampaikan apresiasi atas tradisi yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi rakyat sekaligus merawat kebinekaan tersebut.

Pasar Imlek Semawis yang membentang dari Gang Pinggir hingga ujung Jalan Wotgandul Timur itu dipadati pengunjung dari berbagai latar belakang. Tak hanya masyarakat etnis Tionghoa, warga dari beragam suku dan agama turut meramaikan perayaan yang telah menjadi agenda tahunan tersebut.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim, menjelaskan, Pasar Imlek Semawis awalnya terinspirasi dari tradisi belanja malam masyarakat Tionghoa menjelang Imlek.

“Dulu tradisinya hanya semalam orang Tionghoa belanja sampai malam. Lalu dihidupkan kembali menjadi perayaan tiga hari dalam bentuk Pasar Imlek Semawis,” ujarnya usai mendampingi Wapres dan Gubernur berkeliling lokasi acara.

Baca Juga :  102 Badan Publik Terima KIP Awards Tahun 2024

Menurutnya, gelaran tersebut tidak hanya menghadirkan jajanan pasar, tetapi juga beragam kuliner, produk UMKM, pernak-pernik khas Imlek, hingga pertunjukan budaya dan kegiatan sosial yang mencerminkan keberagaman Kota Semarang.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan tokoh-tokoh mitologi Tionghoa seperti Sun Go Kong dan Dewi Kwan Im yang dipadukan dengan karakter wayang Jawa. Dalam pembukaan acara juga disajikan makanan muslim Tionghoa yang didatangkan dari Xinjiang.

Panitia turut mengimbau pengunjung mengenakan kebaya sebagai simbol akulturasi budaya. “Memang belum banyak, tapi sudah mulai terlihat ada yang mengenakan kebaya,” kata Harjanto.

Keberagaman di kawasan Pecinan, lanjut dia, telah lama menjadi potret harmoni sosial. Ia mencontohkan warung nasi ayam milik Bu Pini, warga etnis Jawa yang berdagang di kawasan tersebut hingga mampu membeli ruko sendiri.

“Beliau Jawa dan bisa bersaing di Pecinan. Kalau rasanya enak dan harganya masuk akal, pasti laku. Itu bukti bahwa kawasan ini terbuka untuk siapa saja,” tuturnya.

Gibran dan Ahmad Luthfi tampak menikmati suasana perayaan. Keduanya berbaur dengan pengunjung, menyapa pedagang, serta melayani permintaan swafoto. Wapres juga terlihat berbelanja di sejumlah tenant UMKM.

Baca Juga :  Pj Gubernur Jateng Ajak Perempuan Lebih Berani Bicara dan Tunjukkan Potensi

Harjanto menyampaikan, Wapres mengapresiasi penyelenggaraan Pasar Imlek Semawis yang dinilai mampu menghidupkan ekonomi rakyat sekaligus menjaga tradisi. “Pesan Beliau, tradisi yang sudah berjalan seperti ini harus dirawat agar tidak hilang,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya melestarikan tradisi yang telah mengakar di masyarakat. Ia menyatakan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap rangkaian perayaan Imlek, termasuk kegiatan di Kelenteng Sam Poo Kong.

Menurut Gubernur, banyaknya agenda budaya yang digelar akan berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Selain itu, perayaan tersebut menjadi ruang ekspresi toleransi dan kebersamaan masyarakat Jawa Tengah.

“Masyarakat sangat antusias. Ini bukan hanya peringatan Imlek, tetapi juga memperkuat kebersamaan. Pemerintah provinsi sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Pasar Imlek Semawis kembali membuktikan bahwa perayaan budaya tidak hanya menjadi ruang selebrasi, tetapi juga sarana mempererat persatuan serta menggerakkan roda ekonomi berbasis kerakyatan.**

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat
Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak
Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan
Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah
Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong
Kerja Sama Jateng-Fujian Makin Erat, Investasi hingga Youth Exchange Jadi Prioritas
BKD Jateng Bantah Informasi PPPK Paruh Waktu Ditempatkan di Ormas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:16 WIB

Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

Berita Terbaru