Tanah Gerak Brebes, Ahmad Luthfi Perintahkan Percepatan Huntara dan Relokasi

- Reporter

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES – Bencana tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berdampak pada 175 kepala keluarga atau 532 jiwa. Warga mengungsi setelah pergerakan tanah yang dipicu hujan deras merusak dan memiringkan rumah-rumah mereka.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak mempercepat penanganan, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) di lokasi yang dinyatakan aman secara teknis.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung lokasi pengungsian sekaligus memimpin rapat penanganan dan penyerahan bantuan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Rabu, 18 Februari 2026.

“Untuk tanah gerak ini yang bisa dilakukan adalah memindahkan orang dan barang,” ujar Luthfi.

Gubernur mewanti-wanti warga agar jangan kembali ke rumah mereka. Ia ingin memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama di tengah kondisi tanah yang masih bergerak.

“Di sini aman, yang penting selamat. Nanti barang-barang dibantu pindahkan,” tegas Ahmad Luthfi. Ditambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah ada prosedur tetap yang dilakukan jika ada kejadian bencana. Begitu ada kejadian daruat semua bergerak jadi team work.

Ahmad Luthfi meminta agar kepala desa bersama dinas sosial terus mengedukasi warga untuk tidak kembali. Pasalnya, dalam situasi seperti ini, kondisi sangat rawan bahaya jika warga nekat pulang untuk mengambil barang di rumah.

“Dibantu TNI Polri dan tim gabungan, mereka akan memikirkan barangnya. Nah ini perlu disiapkan juga tempatnya (evakuasi barang), sehingga mereka tidak terpikir lagi tentang barang-barang yang tertinggal,” tegas Gubernur.

Baca Juga :  BUMDes di Jateng Disiapkan Kelola Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, sebanyak 143 rumah terdampak, terdiri atas 10 rumah rusak berat dan 124 rumah dalam kondisi terancam. Selain itu, dua tempat ibadah, dua fasilitas pendidikan, serta akses jalan desa sepanjang sekitar 700 meter turut ambles.

Pergerakan tanah dilaporkan masih aktif akibat tingginya curah hujan di kawasan perbukitan Sirampog. Longsoran bergerak ke arah barat daya dengan potensi susulan yang masih tinggi. Pemerintah meminta warga tidak kembali ke rumah masing-masing demi menghindari risiko korban jiwa.

Pemprov Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk kajian teknis lanjutan dan menentukan titik aman pembangunan huntara. Rencananya huntara dibangun di lahan petak 34G milik KPH Perhutani Pekalongan Barat yang dinilai relatif aman.

“Lakukan seperti kita di Banjarnegara, Cilacap, Pemalang dan Purbalingga. Begitu pindah, warga harus bisa beraktivitas,” imbuh Ahmad Luthfi.

Sementara itu, pengungsian dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Dukuh Limbangan. Dapur umum telah didirikan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memastikan kebutuhan logistik warga terpenuhi.

Selain itu, Ahmad Luthfi juga mengimbau petugas dapur umum berkaitan dengan asupan saat Ramadan. Pengungsi harus tetap bisa selain sahur dan buka, takjil menu pendamping juga harus disediakan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyalurkan bantuan senilai total Rp 175,97 juta. Bantuan berasal dari BPBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 18,24 juta, Dinas Sosial Rp 90,77 juta, Dinas Ketahanan Pangan Rp 18 juta, Dinas Kesehatan Rp 11,77 juta, Dinas Pendidikan Rp 27 juta, serta PMI Rp 10,19 juta.

Baca Juga :  Tokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk Negeri

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengapresiasi respons cepat Pemprov Jateng dalam penanganan bencana tersebut.

“Terima kasih atas bantuan dan penanganan yang cepat. Masyarakat Brebes tidak perlu khawatir, karena seluruh perangkat daerah sudah bergerak bersama,” ujarnya.

Di pengungsian, sejumlah warga berharap kebutuhan dasar tetap tersedia, terutama bagi kelompok rentan. Susi Susanti, warga Dukuh Bojongsari, mengaku mengungsi bersama tiga anaknya, termasuk bayi berusia 10 bulan. Ia berharap kebutuhan bayi seperti popok, sabun, minyak telon, dan perlengkapan mandi dapat terus dipenuhi.

Warga lainnya, Tona, mengaku khawatir setiap kali hujan deras turun karena rumah kayunya berada di tepi hutan dan dekat aliran sungai. Ia berharap relokasi permanen dapat segera direalisasikan agar keluarganya dapat hidup lebih aman dan tenang.

Sebagai informasi, bencana tanah gerak di Sirampog terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026, sekitar pukul 18.00 WIB, dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan lereng dengan kemiringan sekitar 45 derajat bergerak ke arah aliran Kali Keruh di kawasan perbukitan tinggi tersebut. Hingga kini, aparat dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi potensi pergerakan lanjutan.***

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru