Kiai PPP Soroti Arah Partai, Kebijakan Mardiono Dinilai Melenceng

- Reporter

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Silaturahmi Nasional (Silatnas) ulama PPP di Ponpes Al-Anwar Sarang Rembang, Senin 16 Februari 2026, menjadi ajang keprihatinan para kia dan ulama. Mereka menilai kebijakan ketua Umum PPP Muhammad Mardiono jauh dari harapan kiai dan warga PPP.

Hal itu dikatakan KH Abdullah Ubab
Maimoen, putra tertua ulama kharismatik Syaikhona Mbah Maimoen Zubaer (Mbah Moen) di acara tersebut. Dalam sambutannya, KH Abdullah Ubab mencurahkan uneg-unegnya karena sangat prihatin melihat perkembangan PPP.

“Sejak sebelum muktamar sampai sudah hampir setengah tahun pasca muktamar di Jakarta justru semakin jauh dari harapan para kyai dan warga PPP pada umumnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Silatnas Ulama PPP di Sarang ini didukung oleh usulan para kyai. Di mata para kyai, keberadaan PPP menjadi kewajiban dalam mengingatkan jika terjadi kesalahan. Serta menjadi bagian penting dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Terpilihnya Mardiono Disebut Aklamasi, Rommy: Itu Klaim Sepihak, Tidak Benar

“Dengan prinsip “amar makruf nahi munkar”, PPP dituntut untuk terus bersama dalam pemerintahan mewujudkan “baldatun toyyibatun warobbun ghofur”,” tegasnya.

Mbah Ubab, panggilan akrabnya menegaskan, harus ada keberadaan wakil PPP di DPR RI. Melalui Silatnas Rembang, ulama PPP mendorong supaya PPP kembali masuk senayan.

Dalam kesempatan yang sama, DR KH Fadholan Musyafak, selaku pemimpin jalannya silaturahmi menyampaikan, munculnya SK Menkumham yang menempatkan Mardiono sebagai ketua umum, mempunyai kewajiban untuk menyempurnakan hasil muktamar X di Jakarta. Khususnya berkaitan dengan AD/ART sebagai dasar dan pijakan organisasi.

Baca Juga :  Eks Mendag Agus Suparmanto Pimpin PPP, Terpilih Secara Aklamasi

Menurutnya, jika AD/ART tidak dipenuhi, maka seluruh rangkaian kebijakan dan kegiatan tidak memiliki dasar alias ilegal. Sementara yang dibuat dasar Mardiono adalah AD/ART muktamar sembilan (IX) di Makasar lima tahun lalu.

“Dalam Muktamar Ancol Jakarta pada September 2025 itu, semua produk muktamar Makasar sudah gugur baik kepengurusan maupun AD/ART,” tegasnya.

Menurutnya, pasca Muktamar X di Ancol, Menkumham mengimbau partai untuk menyempurnakan hasil muktamar, khususnya berkaitan dengan konstitusi partai. Namun hal itu sama sekali tidak diindahkan oleh Mardiono.

“Semua kebijakan yang diambil oleh Mardiono seorang, karena tidak melibatkan Sekjen Gus Yasin, adalah tidak sah. Seperti menerbitkan Plt dan menyelenggarakan Muswil bahkan terakhir dilaksanakan Mukernas (di Makassar),” tandasnya.*

Berita Terkait

Gus Yasin Buka Suara soal Polemik Internal PPP dan Laporan Pemalsuan Dokumen
Disorot di Medsos, Kinerja Ahmad Luthfi Dipuji PKS, Golkar, hingga PDIP
Eksekutif dan DPRD Bersinergi Jadi Kunci Kemajuan Jawa Tengah
Ahmad Luthfi Lantik DPD KPPI Jateng: Berikan Edukasi Politik untuk Pemberdayaan Perempuan
Dari Kelir Wayang, Rerie Serukan Politik Berbudaya dan Berkeadilan
Wahid Abdulrahman: Dengan Konflik, PPP Terancam Ulangi Kegagalan Lolos Parlemen
Ketum Baru PPP Pilih Gus Yasin sebagai Sekjen, Perekat Santri dan Partai
Eks Mendag Agus Suparmanto Pimpin PPP, Terpilih Secara Aklamasi

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:54 WIB

Gus Yasin Buka Suara soal Polemik Internal PPP dan Laporan Pemalsuan Dokumen

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:02 WIB

Kiai PPP Soroti Arah Partai, Kebijakan Mardiono Dinilai Melenceng

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:51 WIB

Disorot di Medsos, Kinerja Ahmad Luthfi Dipuji PKS, Golkar, hingga PDIP

Senin, 22 Desember 2025 - 19:02 WIB

Eksekutif dan DPRD Bersinergi Jadi Kunci Kemajuan Jawa Tengah

Rabu, 12 November 2025 - 20:11 WIB

Ahmad Luthfi Lantik DPD KPPI Jateng: Berikan Edukasi Politik untuk Pemberdayaan Perempuan

Berita Terbaru