Guru PAUD Jateng Dibekali Coding dan Robotik, Dorong Literasi Digital Sejak Dini

- Reporter

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Lebih dari 400 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti pelatihan coding (pemrograman) dan robotic di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan bertajuk Praktik Pembelajaran Mendalam, Coding, dan Robotic Berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) itu digagas oleh Bunda PAUD Jateng, Hj.Nawal Arafah Yasin,M.S.I, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jateng, dan Rumah Edukasi dari Jakarta. Ini yang pertama kalinya guru PAUD dibekali coding dan robotic di Jateng.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pendidikan anak usia dini agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital. Hal itu juga sesuai semangat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Bunda PAUD Jawa Tengah, Hj.Nawal Arafah Yasin mengatakan, pengenalan coding dan robotic sejak usia dini bukan lagi sekadar pilihan. Melainkan kebutuhan yang harus direspons oleh dunia pendidikan.

“Targetnya pendidikan di Jawa Tengah harus beradaptasi, terintegrasi dengan teknologi. Tentunya implementasi ini bukan hanya sebuah pilihan, tapi merupakan kebutuhan,” katanya seusai membuka kegiatan.

Menurut Nawal, pembelajaran berbasis teknologi, mampu membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sistematis. Selain itu, metode pembelajaran tersebut juga melatih kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, hingga kerja sama dalam tim.

Baca Juga :  Belum Final, Kebijakan Enam Hari Sekolah di Jateng Masih Tahap Kajian

Dia menjelaskan, aktivitas coding dan robotic yang dikemas melalui permainan edukatif, turut mengajarkan nilai kolaborasi sejak dini. Di samping itu, kegiatan tersebut juga mengusung nilai pendidikan karakter.

“Pada kegiatan hari ini kita tadi memiliki empat tagar, satu kerja sama, tidak dengan gawai, kemudian juga antiperundungan, dan bijak digital,” ungkap istri Wagub Jateng tersebut.

Ditambahkan, pelatihan itu juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025, yang mengatur pengintegrasian mata pelajaran Koding dan Artificial Intelligence, ke dalam kurikulum pendidikan, mulai jenjang PAUD hingga SMA.

“Jadi harapannya nanti di setiap PAUD yang ada setelah kepala sekolah dan gurunya dilatih, ini bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing,” kata Nawal.

Lebih lanjut, pihaknya berharap pembelajaran coding dan robotic dapat membentuk karakter anak yang bijak dalam memanfaatkan teknologi. Juga memperkuat pola pikir yang terstruktur dan kreatif.

Menurutnya, penguatan literasi digital perlu dimulai sejak dini. Supaya anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif dan produktif.

“Di era digital pada saat ini, anak-anak harus adaptif, dan dia juga harus menjadikan teknologi sebagai sesuatu yang positif,” tegas Ning Nawal, panggilan akrabnya.

Baca Juga :  Invest Your Health bersama DKK Kota Semarang Ajak Mahasiswa Peduli Kesehatan

Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali materi tentang pemrograman dasar tanpa komputer (unplugged coding), koding dan matematika, pemecahan masalah logika, hingga praktik merakit robot.

Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto mengatakan, pengenalan konsep berpikir komputasional perlu dilakukan sejak dini. Yakni melalui metode yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Dia menilai, pembelajaran robotic dan coding sederhana dapat menjadi media efektif untuk mengenalkan logika, pola berpikir sistematis, kreativitas, serta kemampuan sosial dan emosional melalui aktivitas bermain sambil belajar.

“Melalui pendekatan STEAM, kegiatan robotik dan coding tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan unsur sains, rekayasa, seni, dan matematika, ke dalam pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini,” jelas Sunarto.

Guru TK Negeri Pembina Kabupaten Batang, Alim Sri Mardiyani mengaku, pelatihan coding dan robotic memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi, dalam pembelajaran anak usia dini. Terlebih, sekolahnya telah memanfaatkan teknologi digital dalam proses belajar mengajar.

“Kami sendiri sudah menggunakan teknologi, papan interaktif digital yang besar itu. Anak-anak jadi lebih tertarik kalau kami mengajak dnegan video maupun games,” ucap Alim.***

Berita Terkait

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya
Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru