Stabilkan Harga Beras, BULOG Semarang Genjot Distribusi SPHP dan Bantuan Pangan

- Reporter

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Perum BULOG terus memperkuat langkah stabilisasi pangan nasional melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras serta penggelontoran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai wilayah guna menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.

Pemimpin Cabang Perum BULOG Kancab Semarang, Rendy Ardiansyah, menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi dinamika harga beras di sejumlah daerah. Salah satu langkah utama yang saat ini dijalankan adalah percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar rakyat.

“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola BULOG mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia,” ujar Rendy.

Sampai dengan 6 Juni 2026, penyaluran bantuan pangan beras di wilayah kerja Kancab Semarang telah terealisasi hampir 76,54 persen atau telah diterima sekitar 592 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari total target 774 ribu KPM. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026.

Percepatan penyaluran bantuan pangan tersebut diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen.

Baca Juga :  Zero Blackout Jadi Bukti Kesiapsiagaan PLN UPT Salatiga di Momen Nataru

Selain bantuan pangan, BULOG juga terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP ke berbagai saluran distribusi resmi, termasuk pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” tambah Rendy.

Tidak hanya beras, BULOG Kancab Semarang juga telah mendistribusikan minyak goreng rakyat MinyaKita ke berbagai pasar rakyat melalui jaringan distribusi resmi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

Rendy menegaskan, seluruh pedagang yang memperoleh pasokan MinyaKita dari BULOG wajib menjual produk tersebut sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp15.700 per liter. BULOG juga secara rutin melakukan pemantauan terhadap jaringan distribusi untuk memastikan produk sampai ke masyarakat dengan harga yang semestinya.

“Pedagang yang mendapatkan pasokan MinyaKita dari BULOG menjual sesuai ketentuan HET yang berlaku, yaitu Rp15.700 per liter. Apabila ada pedagang yang menjual di atas HET, tentunya pedagang tersebut bukan bagian dari jaringan pengecer atau tidak disuplai oleh BULOG,” tegasnya.

Baca Juga :  Investasi Pabrik Sepatu di Brebes Capai Rp1,65 Triliun, Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Menurut Rendy, keberadaan jaringan distribusi resmi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan strategis. Karena itu, masyarakat diimbau membeli kebutuhan pokok melalui saluran distribusi yang telah bekerja sama dengan pemerintah maupun BULOG agar memperoleh harga yang sesuai ketentuan.

Pemerintah menilai kombinasi antara penyaluran bantuan pangan, distribusi beras SPHP, serta pengawasan terhadap distribusi komoditas strategis seperti MinyaKita merupakan langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar. Dengan ketersediaan stok yang kuat dan jaringan distribusi yang luas, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kecukupan pasokan pangan nasional.

BULOG juga memastikan seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi. BULOG bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” tutup Rendy Ardiansyah.***

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:16 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:53 WIB

Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru