Heri Pudyatmoko Usul Kurikulum Sekolah Lebih Menekankan Praktik Lapangan dan Problem Solving

- Reporter

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonajateng.id – Revolusi pendidikan di Jawa Tengah perlu segera digalakkan melalui penataan kurikulum yang lebih menekankan praktik lapangan dan kemampuan problem solving. Hal tersebut menjadi sorotan penting agar pendidikan daerah mampu melahirkan generasi muda yang tangguh, kreatif dan siap menghadapi tantangan zaman.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendorong perubahan mendasar dalam sistem pendidikan. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang terlalu teoritis sudah tidak lagi memadai di era sekarang.

“Kita butuh perubahan mendasar dalam kurikulum. Siswa harus lebih banyak belajar melalui praktik langsung dan dilatih untuk memecahkan masalah secara kreatif, bukan sekadar menghafal,” ujarnya.

Heri menekankan bahwa revolusi pendidikan ini menjadi salah satu kunci utama mewujudkan visi Jawa Tengah Emas 2045. Generasi muda yang terlatih memecahkan masalah sejak dini akan mampu mendorong kemajuan daerah di berbagai sektor, mulai dari pertanian, UMKM, hingga teknologi.

Baca Juga :  Lebih dari 100 Siswa di Kudus Diduga Keracunan MBG, Wagub Jateng Turun Tangan

“Pendidikan yang baik bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter yang solutif dan penuh inisiatif. Inilah yang akan melahirkan SDM unggul yang siap membangun Jawa Tengah lebih maju,” tegasnya.

Ia mendorong Dinas Pendidikan Provinsi untuk memperbanyak program magang, proyek lapangan dan pembelajaran berbasis kasus nyata di sekolah-sekolah, baik di perkotaan maupun pedesaan.

Heri juga menyarankan agar sekolah melibatkan praktisi, pelaku usaha dan komunitas lokal dalam proses pembelajaran. Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai pemda, organisasi masyarakat sekolah, orang tua dan dunia usaha, untuk bersinergi.

Baca Juga :  Pelajar 37 Sekolah Jadi Target Awal Program MBG di Purbalingga

Menurutnya, revolusi pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama untuk masa depan anak-anak Jawa Tengah.

“Dengan kurikulum yang lebih praktis dan berorientasi pada pemecahan masalah, kita sedang menyiapkan generasi yang cerdas, Tangguh dan penuh kebajikan. Mereka bukan hanya akan mencari pekerjaan, tetapi menciptakan peluang dan solusi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Heri optimis bahwa langkah ini akan memberikan dampak jangka panjang, mulai dari penurunan pengangguran pemuda hingga peningkatan daya saing daerah.

Berita Terkait

Taj Yasin Serahkan Bisyarah Hafiz Qur’an, Hadirkan Kebahagiaan Santri di Kudus
Tanamkan Ekonomi Kerakyatan Sejak Dini, Waka DPRD Jateng Dukung Penerapan Kurikulum Koperasi
Nawal Yasin: Literasi Kunci Cetak Generasi Tangguh di Era Digital
Hadapi Disrupsi Teknologi, Nawal Yasin Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak
SPMB Jateng 2026 Harus Transparan, Gus Yasin Tolak Segala Titipan
Guru PAUD Jateng Dibekali Coding dan Robotik, Dorong Literasi Digital Sejak Dini
Disdik Jateng Segera Data Anak Putus Sekolah dan Blank Spot Pendidikan di Lereng Sumbing-Merapi
PNM Perkuat Akses Literasi, Buku Baru Disambut Hangat Siswa Pedalaman

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:42 WIB

Taj Yasin Serahkan Bisyarah Hafiz Qur’an, Hadirkan Kebahagiaan Santri di Kudus

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:08 WIB

Tanamkan Ekonomi Kerakyatan Sejak Dini, Waka DPRD Jateng Dukung Penerapan Kurikulum Koperasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:29 WIB

Nawal Yasin: Literasi Kunci Cetak Generasi Tangguh di Era Digital

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:55 WIB

Hadapi Disrupsi Teknologi, Nawal Yasin Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:38 WIB

SPMB Jateng 2026 Harus Transparan, Gus Yasin Tolak Segala Titipan

Berita Terbaru