Ratusan Santri Berebut Beasiswa Pemprov Jateng, 15 Lolos Kuliah ke China, Mesir, dan Yaman

- Reporter

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Seleksi calon penerima beasiswa santri dan pengasuh pesantren Pemprov Jateng tahun 2026 memasuki babak akhir.

Sebanyak 15 peserta strata sarjana (S1) untuk beasiswa Luar Negeri dinyatakan lolos dan siap kuliah ke manca negara. Tiga orang bidang Sainstek kuliah ke China, 1 orang kedokteran di Alazhar Mesir, 3 orang di Al Ahqof Yaman, dan 7 orang di Al Azhar Mesir bidang Keislaman. Satu santri kuliah Double Degree. Hasil seleksi mereka sudah diumumkan tanggal 6 Juli 2026.

Sedangkan untuk santri calon penerima beasiswa sarjana (S1) dan pengasuh pesantren strata magister (S2 dan S3) Dalam Negeri, dinyatakan lolos administrasi 98 orang. Untuk santri (S1) 43 orang dan pengasuh pesantren (S2/S3) 55 orang. Yang menarik dari 43 santri S1, terdapat 10 santri mengambil Prodi Kedokteran,12 Prodi Sains,Teknik, dan Matematika.

Setelah lolos administerasi, 55 peserta calon magister (S2 dan S3), berlanjut mengikuti tes akhir wawancara Sabtu (25 Juli 2026). Dan sebanyak 43 calon mahasiswa S1 mengikuti wawancara Minggu (26 Juli 2026). Wawancara berlangsung di komplek kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMP) Provinsi Jawa Tengah, Jl. Setiabudi No. 201 A Srondol Semarang. Hasil wawancara akan diumumkan tanggal 3 Agustus 2026, melalui laman:www.jatengprov.go.id, dan aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni).

Baca Juga :  Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi Pesantren dan Kampus melalui Pesantren Obah

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Prof Dr KH Hasyim Muhammad,M.Ag, mengatakan, sejak dibentuk Gubernur pada Nopember 2025 lalu, Pemprov Jateng menugaskan kepada LFSP untuk menjalankan seleksi beasiswa santri dan pengasuh pesantren. Ini perwujudan Program Pesantren Obah, salah satu program unggulan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

“Ini kepedulian Pemprov Jateng kepada pesantren di Jawa Tengah. Di luar sana banyak beasiswa, tetapi kemungkinan santri salaf sulit untuk bisa masuk, karena itu pemprov secara spesial memberi kesempatan emas ini. Semoga program ini berkah untuk semuanya,” jelasnya.

Menurutnya, program ini sudah disosialisasikan sejak setahun lalu melalui ofline maupun online. Secara online pendaftaran dapat diakses melalui aplikasi JNN – Jateng Ngopeni Nglakoni, yang bisa diunduh melalui Playstore atau Appstore. Petunjuk teknis pendaftaran juga bisa diunduh melalui Website Pemprov Jateng, www.jatengprov.go.id. Program beasiswa tahun 2026 ini adalah perdana. Tahun-tahun berikutnya akan dibuka lagi.

“Dari info tersebut, telah masuk sebanyak 942 pendaftar. Pendaftar santri 702 orang, pendaftar pengasuh 240 orang, dari semua itu yang lolos 98 orang baik kuliah luar negeri maupun dalam negeri. Yang dalam negeri masih diseleksi tahap akhir melalui wawancara tanggal 25-26 Juli, yang hasilnya diumumkan tanggal 3 Agustus 2026,” imbuh Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam UIN Walisongo Semarang ini.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru, 2.692 Siswa Jateng Kini Menempuh Pendidikan Berasrama

Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Dr. Wahid Abdulrahman, menyampaikan, materi wawancara meliputi empat hal. Pertama kemampuan membaca kitab kuning (50 persen), kedua Hafalan Quran (20 persen) , ketiga Wawasan Kebangsaan (15 persen), dan keempat Kepesantrenan (15 persen). Karena amanahnya beasiswa pesantren, maka kemampuan membaca kitab kuning nilainya paling tinggi 50 persen.

Menurut dosen Ilmu Politik dan Pemerintahan Undip ini, beasiswa santri dan pengasuh pesantren ini ada lima jenis. Yaitu program Santri Vokasi dan S1 dalam negeri, Santri Vokasi dan S-1 Luar Negeri, Program Studi S 1 Luar Negeri (Double Degree), Program Studi S1 Luar Negeri (Bidang Keislaman) di Al Azhar Mesir, Al Ahqof dan Imam Syafi’i Yaman, serta beasiswa pengasuh pesantren program S2 dan S3 Dalam Negeri.

“Untuk kampus mereka kuliah pilihannya bebas, bisa negeri atau swasta, yang penting kampus di Jawa Tengah yang sudah MoU dengan pemprov Jateng. Atau kampus luar negeri yang juga sudah kerjasama,” katanya.

Wahid mengatakan, dari calon penerima beasiswa dalam negeri yang lolos administerasi, pada hari pertama wawancara ada yang tidak hadir. Panitia memberi kesempatan wawancara susulan Minggu (26 Juli 2026).***

Berita Terkait

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya
Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru