Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Jateng, Perusahaan Kendaraan Listrik Tiongkok Siap Beroperasi di Kendal

- Reporter

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Jawa Tengah yang dipimpin Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), kembali mencatatkan capaian investasi besar. Investor asal Tiongkok menggelontorkan dana sekitar Rp 15 triliun untuk pengembangan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terintegrasi di Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal.

Proyek tersebut diproyeksikan mampu menyerap hingga 10 ribu tenaga kerja sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan industri teknologi dan energi terbarukan di Indonesia.

Komitmen investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT KIA Kendal dan PT New Generation Mobility (NGM), serta PT NGM dengan PT China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).

Penandatanganan kerja sama disaksikan langsung Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, masuknya investasi besar di tengah tantangan ekonomi global menjadi bukti bahwa Jawa Tengah tetap menjadi daerah yang dipercaya investor untuk mengembangkan usaha.

“Di tengah tekanan dan keterbatasan fiskal, serta dinamika geopolitik internasional, Jawa Tengah tetap tumbuh dan berkembang sebagai tujuan investasi,” kata Luthfi.

Menurutnya, investasi tersebut menjadi langkah strategis dalam pengembangan hilirisasi kendaraan listrik. Kawasan Industri Seafer Kendal akan dikembangkan menjadi pusat industri kendaraan listrik dan energi terbarukan yang terintegrasi, tidak hanya untuk Kendal tetapi juga Jawa Tengah.

Baca Juga :  Kinerja Kuartal III 2025 Melesat, Bank Mandiri Tegaskan Komitmen Sinergi Majukan Negeri

Luthfi menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memberikan dukungan kepada investor, termasuk melalui insentif pajak bagi kawasan industri yang menerapkan energi terbarukan.

“Investasi ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mengarah pada pengembangan teknologi industri masa depan. Kami akan memberikan insentif bagi kawasan industri yang mengedepankan energi terbarukan,” ujarnya.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal, Bryan W Sudarwo, menjelaskan, investasi dari PT NGM dan PT CSCEC akan membangun ekosistem industri EV yang terintegrasi, mulai dari produksi baterai, ban, hingga komponen kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.

“Seluruh rantai industrinya akan terintegrasi. Kami mengembangkan kawasan ini untuk mendukung penyerapan tenaga kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Bryan.

Ia menyebutkan, pengembangan kawasan tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja. Masyarakat lokal akan menjadi prioritas utama dalam proses rekrutmen.

“Tenaga kerja lokal menjadi prioritas. Selain itu akan ada transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM. Kami juga mendorong tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 50 persen dengan memanfaatkan sumber daya lokal,” tegasnya.

Baca Juga :  Stabilkan Harga Beras, BULOG Semarang Genjot Distribusi SPHP dan Bantuan Pangan

Perwakilan PT NGM, Hadi Hartanto, mengatakan, Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi investasi karena memiliki posisi strategis di Pulau Jawa, didukung iklim investasi yang kondusif, keamanan sosial yang terjaga, serta kemudahan perizinan.

“Jawa Tengah memiliki banyak keunggulan. Selain lokasinya strategis, kondisi sosialnya aman dan kondusif. Kehadiran kawasan ekonomi khusus juga menjadi daya tarik bagi investor,” ujarnya.

Hadi menilai industri kendaraan listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat besar. Karena itu, pengembangan industri harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan sektor motor listrik, sistem elektrikal, dan baterai.

Ia menambahkan, orientasi ekspor menjadi salah satu kunci keberhasilan industri EV yang akan dikembangkan di Kendal.

“Target kami, minimal 30 persen produksi harus diekspor. Jika mampu bersaing di pasar ekspor, berarti kualitas dan harga produk sudah memenuhi standar global. Karena itu, seluruh mitra yang masuk ke kawasan ini harus memiliki orientasi ekspor,” katanya.

Masuknya investasi senilai Rp 15 triliun tersebut diharapkan menjadi katalis bagi percepatan transformasi industri hijau di Jawa Tengah, sekaligus membuka ribuan peluang kerja baru dan memperkuat daya saing daerah di sektor kendaraan listrik yang terus berkembang.***

Berita Terkait

Investasi Bodong: Ini Tips Dapat Ganti Rugi dari Penipuan Berskema Ponzi
Jateng Jadi Magnet Investor, Luthfi Optimistis Ekonomi Daerah Melesat
Kawan Lama Group Borong Dua Penghargaan Bergengsi dalam HR Asia Awards 2026
Taj Yasin Minta SPPG Utamakan Telur Peternak Lokal untuk Program MBG
AHI Tebar Dividen Rp548 Miliar, Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan dan Jaringan Toko
Pasokan Pangan Diperkuat, Harga Bahan Pokok di Jateng Tetap Terkendali
Tawarkan Investasi Palsu, Mantan Pegawai Bank di Banyumas Ditahan Polisi
Taj Yasin Dorong Inovasi Jamu Tradisional Agar Diminati Generasi Muda Masa Kini

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:32 WIB

Investasi Bodong: Ini Tips Dapat Ganti Rugi dari Penipuan Berskema Ponzi

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:23 WIB

Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Jateng, Perusahaan Kendaraan Listrik Tiongkok Siap Beroperasi di Kendal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:28 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Luthfi Optimistis Ekonomi Daerah Melesat

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:52 WIB

Kawan Lama Group Borong Dua Penghargaan Bergengsi dalam HR Asia Awards 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:47 WIB

Taj Yasin Minta SPPG Utamakan Telur Peternak Lokal untuk Program MBG

Berita Terbaru