Ribuan Warga Padati Kirab 1 Sura Mangkunegaran, Sekda Jateng Sebut Tradisi Kekuatan Daerah

- Reporter

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA – Ribuan masyarakat memadati ruas jalan di sekitar Pura Mangkunegaran, Surakarta. Menyaksikan Kirab Pusaka Hajad Dalem Mapag 1 Sura Be 1960, Selasa malam, 16 Juni 2026.

Di tengah antusiasme warga yang membludak, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, turut mengikuti prosesi sakral yang menjadi salah satu tradisi budaya terbesar di Kota Bengawan tersebut.

Bagi Sumarno, kirab malam 1 Sura bukan sekadar ritual tahunan. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun itu merupakan bentuk nyata upaya menjaga warisan budaya Jawa. Sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

“Tentu kami dari Pemprov Jateng mengapresiasi Pura Mangkunegaran, karena ini merupakan bagian nguri-uri budaya dan tradisi. Budaya dan tradisi adalah kekayaan yang kita miliki di Jawa Tengah,” kata Sumarno yang hadir mewakili Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Ia menilai, besarnya antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab menunjukkan tradisi budaya masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Pimpin Gowes ASN, Hemat Energi Didorong Jadi Budaya Baru Jateng

“Tadi bisa dilihat bersama, antusiasme masyarakat luar biasa. Sepanjang jalan penuh. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini juga menjadi pemicu pergerakan ekonomi di Kota Surakarta,” ujarnya.

Kirab pusaka dimulai sekitar pukul 20.00 WIB setelah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X memberikan perintah pemberangkatan.

Enam pusaka Mangkunegaran yang sebelumnya menjalani ritual jamasan dibawa keluar oleh para abdi dalem untuk dikirab mengelilingi kawasan kota.

Pusaka yang dikirab terdiri lima tombak dan satu pusaka yang ditempatkan di dalam jodang atau kotak kaca. Ribuan peserta mengikuti prosesi dengan berjalan kaki tanpa alas dan menjalani laku tapa bisu atau berjalan dalam keheningan.

Rute kirab dimulai dari Pura Mangkunegaran menuju Ngarsopuro melalui Jalan Diponegoro. Kemudian melintasi Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kartini, Jalan RM Said, Jalan Teuku Umar, dan kembali ke Pura Mangkunegaran.

Tahun ini, Kirab Malam 1 Sura Mangkunegaran dihadiri sekitar 10.000 tamu undangan dan diikuti sekitar 2.500 peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari keluarga besar Mangkunegaran, masyarakat umum, pejabat pemerintah, hingga sejumlah tokoh publik nasional.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Prihatin OTT Cilacap, Tegaskan Integritas Pejabat Sudah Sering Diingatkan

Menurut Sumarno, pelestarian tradisi yang dilakukan Kasunanan Surakarta maupun Pura Mangkunegaran selama ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.

“Apa yang dilakukan teman-teman di Kasunanan maupun Mangkunegaran menjadi bagian dari program pemerintah Jawa Tengah juga. Karena itu kegiatan-kegiatan budaya seperti ini terus kita fasilitasi dan kita dukung,” katanya.

Tidak hanya menyaksikan kirab, masyarakat juga menantikan momen perebutan air jamasan pusaka setelah prosesi selesai. Air yang digunakan untuk membersihkan pusaka tersebut dipercaya membawa keberkahan.

Salah seorang warga, Marimin (54), mengaku rela datang untuk mendapatkan air jamasan.

“Tadi ambil air jamasan. Buat minum, mencari berkah dari sini,” tuturnya.

Tahun ini, rangkaian peringatan 1 Sura berlangsung lebih sakral melalui tirakatan selama 24 jam yang dibagi dalam tiga fase.

Seluruh rangkaian akan ditutup pada Rabu pagi dengan meditasi dan Laku Catur Sembah sebagai ritual menyambut fajar.**

Berita Terkait

Ahmad Luthfi Terima Penghargaan KPK, Jateng Lampaui Target ASN Berintegritas
Jateng Perluas Perlindungan Sosial dan Ekonomi bagi Pekerja Informal
Jaga Investasi, Wagub Taj Yasin Minta Mahasiswa Demonstrasi Damai, Siap Kawal Aspirasi Hingga Pusat
Pawai Obor Warnai Malam Tahun Baru Islam di Jepara, Wagub Serukan Semangat Perubahan
Jateng Nomor Satu Nasional dalam Sertifikasi Tanah Wakaf, Target 95 Persen pada 2028
Kebijakan Gubernur, Jalan Wonogiri Menuju Jatim dan Yogya Dibangun Tahun Ini
Poin IKUB Capai 80,07, Wagub Tegaskan Kerukunan Beragama Jateng Sangat Terjaga
Central Java Prayer Breakfast Perkuat Kerukunan dan Kolaborasi di Jawa Tengah

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:52 WIB

Ahmad Luthfi Terima Penghargaan KPK, Jateng Lampaui Target ASN Berintegritas

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:36 WIB

Jateng Perluas Perlindungan Sosial dan Ekonomi bagi Pekerja Informal

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:17 WIB

Jaga Investasi, Wagub Taj Yasin Minta Mahasiswa Demonstrasi Damai, Siap Kawal Aspirasi Hingga Pusat

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:27 WIB

Ribuan Warga Padati Kirab 1 Sura Mangkunegaran, Sekda Jateng Sebut Tradisi Kekuatan Daerah

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:32 WIB

Pawai Obor Warnai Malam Tahun Baru Islam di Jepara, Wagub Serukan Semangat Perubahan

Berita Terbaru