Perkuat Regenerasi Petani, Waka DPRD Jateng Dorong Pengembangan Sekolah Lapang Komoditas Unggulan

- Reporter

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendorong pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk mengembangkan sekolah lapang komoditas unggulan sebagai upaya memperkuat regenerasi petani sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian di Jawa Tengah.

Menurut Heri, setiap daerah memiliki komoditas unggulan yang berbeda, mulai dari padi, kopi, hortikultura, buah-buahan, rempah, hingga perkebunan rakyat. Potensi tersebut perlu ditopang dengan sistem pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan petani dan kondisi lapangan.

“Selama ini banyak pelatihan pertanian yang bersifat umum. Padahal setiap wilayah memiliki karakteristik dan komoditas unggulan yang berbeda. Karena itu, sekolah lapang berbasis komoditas unggulan perlu diperkuat agar petani bisa belajar langsung sesuai kebutuhan daerahnya,” ujarnya.

Gagasan tersebut dinilai penting mengingat sektor pertanian Jawa Tengah masih menghadapi tantangan regenerasi petani. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 menunjukkan bahwa proporsi petani milenial (usia 19–39 tahun) masih rendah, hanya sekitar 16,2 persen dari total petani aktif. Angka ini menandakan bahwa mayoritas petani masih didominasi oleh generasi yang sudah berusia lanjut.

Baca Juga :  Ning Nawal Hibur Anak Pengungsi Tanah Gerak, Suasana Posko Lebih Ceria

Legislator Partai Gerindra ini menilai, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa sektor pertanian membutuhkan pendekatan baru agar lebih menarik bagi generasi muda.

“Kalau kita ingin menjaga ketahanan pangan dalam jangka panjang, maka regenerasi petani harus dipersiapkan dari sekarang. Anak muda perlu melihat bahwa pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi juga sektor usaha yang menjanjikan dan berbasis pengetahuan,” katanya.

Heri menjelaskan bahwa sekolah lapang tidak hanya mengajarkan teknik budidaya, tetapi juga pengelolaan usaha, pemasaran digital, pengolahan pascapanen, hingga pengembangan merek produk lokal.

“Petani masa kini tidak cukup hanya mampu menanam dan memanen. Mereka juga harus memahami rantai nilai produk agar memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Heri mencontohkan daerah penghasil kopi dapat memiliki sekolah lapang kopi, sentra buah dapat mengembangkan sekolah lapang hortikultura, sementara wilayah penghasil rempah atau tanaman perkebunan dapat menyusun model pembelajaran yang sesuai dengan potensi lokal masing-masing.

Baca Juga :  Jateng Perluas Perlindungan Sosial dan Ekonomi bagi Pekerja Informal
Petani melon/Jatengprov.go.id

Selain menjadi sarana transfer ilmu, sekolah lapang juga dapat menjadi wadah berbagi pengalaman antar petani dan mempercepat penyebaran inovasi pertanian.

Ia menilai, langkah tersebut sejalan dengan upaya modernisasi pertanian yang saat ini terus didorong pemerintah. Apalagi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan basis pertanian yang kuat dan memiliki beragam komoditas unggulan yang tersebar di berbagai wilayah.

Heri juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi, penyuluh pertanian, pelaku usaha, serta petani sukses dalam pengembangan sekolah lapang agar materi yang diberikan lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan lapangan.

“Yang dibutuhkan petani bukan hanya teori, tetapi solusi nyata yang bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka,” tegasnya.

“Setiap desa memiliki keunggulan yang berbeda. Jika keunggulan itu dikelola melalui pembelajaran yang tepat, maka desa tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat lahirnya inovasi pertanian,” pungkas Heri.

Berita Terkait

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir
BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja
YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako
Antusiasme Warga Tinggi, Pemprov Jateng Siapkan Videotron Pembukaan MTQ
Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan
Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional
Taj Yasin Dorong Penguatan NIK, Warga Tak Perlu Berulang Kali Serahkan Fotokopi KTP
Bangkai Ikan Sapu-Sapu Ganggu Warga Pati, Gubernur Luthfi Perintahkan Segera Dikubur

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:30 WIB

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir

Jumat, 11 September 2026 - 15:42 WIB

BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja

Jumat, 11 September 2026 - 15:19 WIB

YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako

Jumat, 11 September 2026 - 07:15 WIB

Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional

Berita Terbaru