Percepat Pembangunan Daerah, Heri Londo Dorong Gerakan Bersama Putus Mata Rantai Kemiskinan

- Reporter

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menegaskan bahwa kemiskinan dan kebodohan masih menjadi persoalan mendasar yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya, kedua persoalan tersebut saling berkaitan dan dapat menghambat kemajuan masyarakat maupun pembangunan daerah.

Heri mengatakan, kemiskinan tidak semata-mata berkaitan dengan rendahnya pendapatan. Persoalan tersebut juga menyangkut keterbatasan masyarakat dalam memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, keterampilan, serta kesempatan untuk meningkatkan taraf perekonomian.

Di sisi lain, rendahnya tingkat pendidikan dan literasi dapat membuat masyarakat semakin sulit keluar dari kondisi kemiskinan. Karena itu, ia menilai penanganan kedua persoalan tersebut harus dilakukan secara bersamaan melalui kebijakan yang terintegrasi.

“Musuh utama kita saat ini adalah kemiskinan dan kebodohan. Kedua hal ini harus menjadi musuh bersama yang kita lawan secara masif dan berkelanjutan,” tegas Heri.

Menurut politisi yang akrab disapa Heri Londo itu, Jawa Tengah tidak akan mampu mencapai kemajuan yang optimal apabila persoalan kemiskinan dan kesenjangan akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.

Baca Juga :  Kompetisi Idea Jateng Diluncurkan, Sekda Jateng Dorong Inovasi yang Berdampak pada Pelayanan dan Kesejahteraan

“Tanpa mengatasinya, sulit bagi Jawa Tengah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” lanjutnya.

Heri menyoroti masih adanya tantangan terkait kemiskinan ekstrem dan kesenjangan pendidikan, terutama di wilayah pedesaan serta daerah yang membutuhkan perhatian lebih. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi fokus dalam penyusunan arah pembangunan ke depan.

Ia menilai pendidikan berkualitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu berjalan beriringan. Pemerintah daerah didorong untuk terus memperkuat program pengentasan kemiskinan melalui berbagai sektor, mulai dari peningkatan akses pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Keberhasilan mengatasi kebodohan akan secara otomatis membantu mengurangi kemiskinan secara struktural,” ujarnya.

Selain peran pemerintah, Heri juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam upaya tersebut. Masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, pelaku usaha dan seluruh elemen daerah dinilai perlu mengambil bagian dalam membangun gerakan bersama.

Baca Juga :  Berguru ke Sanggar Greget Semarang, Seniman Sragen Perkuat Tata Kelola Kesenian

Menurutnya, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Kolaborasi yang kuat diperlukan agar program pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan memberikan dampak nyata.

“Jika kita berhasil mengalahkan kemiskinan dan kebodohan, maka Jawa Tengah akan melaju menjadi provinsi yang maju dan inklusif. Ini tanggung jawab kita bersama untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Ke depan, Heri berharap pemerintah bersama DPRD dapat terus mendorong lahirnya kebijakan yang lebih progresif dan tepat sasaran. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat penanggulangan kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Berita Terkait

Kafilah NTT Tetap Tegar, Semarakkan MTQ Nasional XXXI di Jateng
35 Provinsi Bawa Produk Unggulan ke Bazar MTQ Nasional di Semarang
MTQ Nasional XXXI Siap Digelar Spektakuler, Opick dan 25 Ribu Orang Ramaikan Simpang Lima
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional Satukan Keragaman Indonesia di Kota Semarang
Hampir 7.000 Orang Hadiri MTQ Nasional, Sekda Jateng Ajak Warga Sambut dengan Keramahan
Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir
BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja
YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 14:22 WIB

Kafilah NTT Tetap Tegar, Semarakkan MTQ Nasional XXXI di Jateng

Sabtu, 12 September 2026 - 14:15 WIB

35 Provinsi Bawa Produk Unggulan ke Bazar MTQ Nasional di Semarang

Sabtu, 12 September 2026 - 14:06 WIB

MTQ Nasional XXXI Siap Digelar Spektakuler, Opick dan 25 Ribu Orang Ramaikan Simpang Lima

Sabtu, 12 September 2026 - 14:00 WIB

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional Satukan Keragaman Indonesia di Kota Semarang

Sabtu, 12 September 2026 - 07:12 WIB

Hampir 7.000 Orang Hadiri MTQ Nasional, Sekda Jateng Ajak Warga Sambut dengan Keramahan

Berita Terbaru