Bank Indonesia Gelar Forum PUSAKA Jateng 2025

- Reporter

Jumat, 21 Maret 2025 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Semarang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Road to PUSAKA Jateng (Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah) 2025 pada 18 Maret 2025, dengan mengangkat tema “Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah yang Berkelanjutan melalui Pengembangan Sektor Unggulan, Perluasan Digitalisasi dan Inovasi Pembiayaan.”

Forum PUSAKA yang diselenggarakan untuk keempat kali merupakan ajang kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai stakeholders untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta merumuskan rekomendasi solusi yang aplikatif melalui diskusi panel dan kompetisi karya tulis ilmiah.

Gelaran kegiatan Road to Forum PUSAKA Jateng menjadi pembuka seluruh rangkaian Forum Pusaka Jateng 2025, yang terdiri dari penyampaian extended abstract Call for Paper, Workshop Karya Ilmiah, penjurian Call for Paper terbaik, serta acara Puncak Forum PUSAKA Jateng 2025 pada bulan Agustus 2025.

Acara Road to Forum PUSAKA Jateng diresmikan secara bersama-sama oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, dan Wakil Ketua I ISEI Cabang Semarang Koordinator Jawa Tengah, Sucihatiningsih Dian.

Kepala BI Jateng, Rahmat Dwisaputra mengatakan, perekonomian Jawa Tengah dalam 10 tahun terakhir (kecuali di masa Covid-19) tumbuh di kisaran 5%. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2029 sebesar 8%, diperlukan strategi dan upaya lebih besar untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Baca Juga :  BRI Blora Resmikan Asrama Siswa: Wujud Nyata Dukungan untuk Pendidikan

“Salah satu strategi adalah melalui hilirisasi sektor pertanian, yakni integrasi sektor industri pengolahan dan pertanian. Dalam struktur PDRB Jateng 2024, sektor industri pengolahan memiliki pangsa 33,84%, dan sektor pertanian sebesar 13,03%. Di sektor industri pengolahan subsektor industri makanan minuman memiliki pangsa yang paling besar (46%, 2023). Dengan demikian, integrasi sektor pertanian dengan sektor industri khususnya makanan minuman, bisa menjadi pendorong perekonomian Jawa Tengah tumbuh lebih tinggi,” jelasnya.

Rahmat juga menyampaikan bahwa Forum PUSAKA Jateng 2025 akan lebih spesifik membahas permasalahan ekonomi Jawa Tengah melalui studi kasus dan mendorong kualitas rekomendasi dan solusi aplikatif atas isu strategis perekonomian agar dapat diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Untuk itu, kompetisi Call for Paper diharapkan banyak diikuti oleh berbagai pengamat dan praktisi ekonomi, akademisi, stakeholders, maupun masyarakat yang lebih luas.

Selanjutnya, dalam keynote speech Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, disampaikan bahwa dalam mewujudkan visi pembangunan Jawa Tengah 2025-2045, yaitu Jawa Tengah sebagai Penumpu Pangan dan Industri Nasional yang Maju, Sejahtera, Berbudaya, dan Berkelanjutan, diperlukan masukan dari banyak pihak agar kedua sektor industri pengolahan dan pertanian dapat tumbuh bersama dan beriringan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Baca Juga :  Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Jawa Tengah Selama Long Weekend Aman

Oleh karenanya, kegiatan Forum PUSAKA Jateng ini diharapkan dapat memberikan masukan dan rekomendasi bagi Pemerintah Daerah. Dengan penguatan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, Pemerintah Daerah optimis dapat menghadapi berbagai tantangan dan mewujudkan Jawa Tengah yang lebih maju kedepannya.

Sebagai rangkaian dari Road to Forum PUSAKA Jateng, dilaksanakan seminar dengan pembahasan berkaitan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tinggi, berkualitas dan berkelanjutan.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari; Ketua Fokus Group Inklusi Keuangan dan Keuangan Digital ISEI Cabang Semarang Koordinator Jawa Tengah, Taofik Hidajat; Perencana Ahli Madya Bappeda Jawa Tengah, Erna Widijastuti, Agribus; dan General Manager Sales Jawa Tengah dan DIY PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Winarno.

Pelaksanaan rangkaian kegiatan Forum PUSAKA 2025 diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pondasi ekonomi Jawa Tengah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkualitas, inklusif dan berkelanjutan.***

Berita Terkait

Dari Borobudur, Jateng Satukan Destinasi Wisata Lima Kabupaten/Kota
Perkuat Ekonomi Daerah, BPD Diminta Permudah Pembiayaan UMKM
Pelantikan Apindo, Gus Yasin Pesan Chemistry Pengusaha dan Serikat Kerja Kunci Utama Hadapi Tekanan Geopolitik
Pernah Ditolak di Pintu Kantor, Moko Garment Kini Tembus Pasar Global
Jateng Perkuat Branding Wisata Ramah Muslim untuk Gaet Wisatawan Mancanegara
Jateng dan Kedungsepur Satukan Langkah Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Jateng Optimistis Pariwisata dan Ekonomi Syariah Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Penurunan TKD Tak Goyahkan Pembangunan Jateng, Ini Strategi Luthfi

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:28 WIB

Dari Borobudur, Jateng Satukan Destinasi Wisata Lima Kabupaten/Kota

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:53 WIB

Perkuat Ekonomi Daerah, BPD Diminta Permudah Pembiayaan UMKM

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:38 WIB

Pelantikan Apindo, Gus Yasin Pesan Chemistry Pengusaha dan Serikat Kerja Kunci Utama Hadapi Tekanan Geopolitik

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:45 WIB

Pernah Ditolak di Pintu Kantor, Moko Garment Kini Tembus Pasar Global

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:23 WIB

Jateng Perkuat Branding Wisata Ramah Muslim untuk Gaet Wisatawan Mancanegara

Berita Terbaru