BRIN Dorong Jateng Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Lokal untuk Pertumbuhan 8%

- Reporter

Kamis, 6 November 2025 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SEMARANG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyarankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk fokus pada peningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Selain bergerilya pada investasi, strategi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menjemput pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok 8 persen.

“Modal besar, investasi besar itu penting sekali. Kalau itu tidak ada, tidak mungkin juga ada (pertumbuhan ekonomi) 8 persen. Pertumbuhan 8% ini bisa terjadi hanya dua hal. Investasi besar masuk atau peningkatan nilai tambah (komoditas lokal),” kata Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dalam kegiatan Anugerah Karya Riset Pembangunan Jawa Tengah 2025, dan peluncuran DocRIDa, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis, 6 November 2025.

Fokus strategi peningkatan nilai tambah komoditas lokal atau hilirisasi produk menjadi poin penting yang harus dilakukan pemerintah daerah. Upaya ini dilakukan melengkapi strategi menggaet investasi dari industri besar dengan kebijakan insentif fiskal. Apalagi, pemerintah pusat juga bisa berkontribusi melalui program-program nasional di daerah, seperti melalui Danantara.

Baca Juga :  Pangan Jawa Tengah Menguat, Kontribusi Nasional Kian Signifikan

Kehadiran industri besar, kata Handoko, memiliki trickle down effect yang kecil, kecuali dari sisi benefit penciptaan lapangan kerja padat karya di daerah. Kehadirannya bagus. Aakan tetapi pemerintah daerah harus melakukan fokus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Hal ini akan menyentuh langsung pada perekonomian masyarakat.

”Nah, itu yang menjadi tugas BRIN, dan Brida Jateng. Bukan menjadi lembaga riset, melainkan harus menjadi penggerak, fasilitator sumber daya yang ada,” katanya.

Dalam upaya meningkatkan nilai komoditas lokal, kehadiran para periset menjadi penting dengan inovasi yang mendorong tumbuhnya nilai komoditas lokal. Baik pada sektor pangan, budaya, pariwisata, dan lainnya. Targetnya jelas untuk menggerakkan ekonomi daerah, yang berdampak langsung pada lapisan masyarakat.

Dicontohkan Handoko, komoditas bawang merah yang dimiliki Jawa Tengah sangat berpeluang untuk menjadi penggerak ekonomi daerah. Dari sisi hulu, hasil produksi petani jelas. Pada sisi hilir, industrinya juga berjalan seperti sektor kuliner.

Akan tetapi, kata dia, keberadaan inovasi produk di antara hulu dan hilir (tengah) yang dirasa kurang, dan perlu digarap untuk meningkatkan nilai tambah. Padahal bawang merah bisa dibuat menjadi produk hilirisasi, misalnya diolah dalam bentuk bubuk kemasan, dan lain-lain. Ini mampu menjaga nilai jualnya, dan meredam gejolak fluktuasi harga di pasaran.

Baca Juga :  Durasi dan Frekuensi Gangguan Listrik Menurun, PLN Catat Kinerja Operasional Positif sepanjang 2024

“Itu sebenarnya fenomena kita yang sama secara nasional. Padahal penciptaan nilai tambah ekonomi yang paling besar dari tengah ini. Kita cukup fokus mengisi yang tengah. Potensi untuk nilai tambahnya yang sudah cukup besar,” ucapnya.

Sekretaris Daerah, Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, riset dan inovasi merupakan suatu keharusan dalam menyelesaikan tiap-tiap permasalahan di Jateng. Riset tak selalu muluk-muluk sesuatu yang besar. Akan tetapi menyasar hal-hal yang mendasar di tengah masyarakat, dan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan spesifik dan inti.

”Intinya pada apa yang menjadi potensi-potensi di Jawa Tengah. Inovasi-inovasi harus dilakukan supaya lebih ekspansif dan lebih bisa berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.*

Berita Terkait

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027
3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda
MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun
Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata
Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan
Mau Liburan Lebih Hemat? BCA tiket.com Travel Fair Hadir di BCA EXPO 2026
Jaga Harga Pangan, Bulog Semarang Gencarkan Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
Jateng Pacu Produksi Susu dengan Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Anak Sapi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027

Jumat, 11 September 2026 - 07:22 WIB

3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru