Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Penambahan Sekolah Unggulan di Jawa Tengah

- Reporter

Rabu, 8 Oktober 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOYOLALI – Jawa Tengah saat ini memiliki dua sekolah menengah atas yang ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi. Dua sekolah tersebut yakni SMA Taruna Nusantara di Kabupaten Magelang dan SMA Pradita Dirgantara di Kabupaten Boyolali.

“Ada dua di Jawa Tengah, yaitu SMA Taruna Nusantara di Magelang dan SMA Pradita Dirgantara di Boyolali,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai memberikan motivasi dan pengenalan Sekolah Garuda di SMA Pradita Dirgantara, Kabupaten Boyolali, Rabu, 8 Oktober 2025.

Ahmad Luthfi menjelaskan, Sekolah Garuda merupakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait program sekolah unggulan. Sekolah Garuda ini dicanangkan sebagai bagian untuk mengejar Indonesia Emas 2045. Ahmad Luthfi berharap ke depan akan lebih banyak lagi sekolah unggulan atau Sekolah Garuda di Jawa Tengah. Terlebih program tersebut selaras dengan program prioritas Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, yakni pendidikan yang berkualitas dan merata.

Berdasarkan rencana pembangunan, mulai 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menambah minimal satu sekolah unggulan setiap tahunnya. Sekolah Garuda akan menggunakan kurikulum nasional, kurikulum pengayaan global (inter-nasional), dan kurikulum asrama. Targetnya, lulusan Sekolah Garuda dapat melanjutkan pendidikan tinggi ke Perguruan Tinggi terbaik dunia.

Baca Juga :  Telkomsel Dorong Guru di Kebumen Manfaatkan Skul.id, Artificial Intelligence dan TikTok untuk Pembelajaran

“Penambahannya akan kita ajukan ke pemerintah pusat. Semakin banyak sekolah unggulan semakin bagus,” jelasnya.

Sebelumnya, Ahmad Luthfi memberikan motivasi kepada pelajar SMA Pradita Dirgantara bahwa mereka adalah generasi masa depan dengan IQ di atas rata-rata. Setiap anak juga harus memiliki mimpi dan belajar dengan baik untuk mewujudkan mimpi tersebut.

“Adik-adik harus punya mimpi. Berikan mimpi Anda sesuai profesi masing-masing. Itu akan menjadi motivasi dan kebanggaan diri, keluarga, dan masyarakat. Saya bangga dengan SMA Pradita Dirgantara. Lulusannya harus menjadi masa depan bangsa dan Jawa Tengah,” kata Ahmad saat memberikan motivasi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan (IKP), Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan, SMA Pradita Dirgantara merupakan salah satu dari 12 sekolah yang menjadi Sekolah Garuda Transformasi. Selain itu juga ada 4 Sekolah Garuda Baru di Indonesia. Jumlah tersebut tentu akan terus diperkuat dan ditambah.

Baca Juga :  Menko AHY dan Menteri PU Dody Resmikan Rumah Susun Dosen Politeknik PU Semarang

“Dengan membentuk sekolah-sekolah Garuda ini, maka kita bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita. Semakin banyak yang punya kesempatan dan akses yang baik untuk mengikuti sekolah yang berkualitas, hingga pendidikan tinggi terutama di bidang sains, teknologi engineering dan juga matematika. Kita ingin anak-anak kita, generasi penerus bangsa kita, semakin siap menghadapi tantangan global dan membawa kemajuan bangsa Indonesia,” kata Ahmad Luthfi.

Dijelaskan, terkait infrastruktur Sekolah Garuda terbagi atas dua peruntukan yaitu Sekolah Garuda Transformasi yang menggunakan sekolah yang sudah ada. Rata-rata masih kondisi baik, namun tentu kan dilakukan penguatan fasilitas dasarnya. Baik untuk sarana belajar mengajar, riset.

“Termasuk membina karakter karena ke depan tidak hanya membentuk generasi yang cerdas secara intelektual saja, tetapi karakter, kepemimpinan,serta kecerdasan emosional dan sosial,” katanya.*

Berita Terkait

Guru PAUD Jateng Dibekali Coding dan Robotik, Dorong Literasi Digital Sejak Dini
Disdik Jateng Segera Data Anak Putus Sekolah dan Blank Spot Pendidikan di Lereng Sumbing-Merapi
PNM Perkuat Akses Literasi, Buku Baru Disambut Hangat Siswa Pedalaman
Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren, Jateng Siapkan Langkah Kolaboratif
Taj Yasin Tegaskan Tak Ada Pemberhentian Guru Honorer di Jateng
BI dan Pemprov Jateng Dorong Ekonomi Konsumsi Lewat Rupiah Borobudur Playon 2026
Wagub Taj Yasin Dukung Forum Santri Anak Jateng Cegah Kekerasan di Pesantren
Ratusan Mahasiswa Ikuti Lomba Artikel Ilmiah Populer Pemprov Jateng, 15 Tim Melaju ke Final

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:22 WIB

Guru PAUD Jateng Dibekali Coding dan Robotik, Dorong Literasi Digital Sejak Dini

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:12 WIB

Disdik Jateng Segera Data Anak Putus Sekolah dan Blank Spot Pendidikan di Lereng Sumbing-Merapi

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:11 WIB

PNM Perkuat Akses Literasi, Buku Baru Disambut Hangat Siswa Pedalaman

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:09 WIB

Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren, Jateng Siapkan Langkah Kolaboratif

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:28 WIB

Taj Yasin Tegaskan Tak Ada Pemberhentian Guru Honorer di Jateng

Berita Terbaru