Hadapi Disrupsi Teknologi, Nawal Yasin Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak

- Reporter

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKALONGAN – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin,M.S.I, mengajak para orang tua dan guru untuk lebih memperhatikan kesehatan mental anak, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan.

Menurutnya, disrupsi teknologi telah mengubah cara anak-anak tumbuh, belajar, sehingga pola pikir dan karakternya pun ikut terpengaruh. Berbagai kebutuhan yang kini dapat dipenuhi secara instan, berpotensi mengurangi daya juang dan ketangguhan generasi muda, apabila tidak diimbangi dengan pola pengasuhan yang tepat.

“Sehingga pada saat ini kesehatan mental pada anak-anak itu semakin menurun. Anak-anak mendapatkan semuanya secara instan,” kata Nawal, seusai menjadi narasumber dalam kegiatan parenting di TK Ma’had Islam, Kota Pekalongan, Senin (8/6/2026).

Nawal yang menjalankan tugas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin ini, menilai, kemudahan teknologi membuat anak-anak terbiasa mendapatkan sesuatu secara cepat. Kondisi itu berbeda dengan generasi sebelumnya, yang harus melalui proses dan perjuangan lebih panjang untuk mencapai sesuatu.

“Mau beli bakso tinggal klik, mau apa tinggal klik. Semua ada di genggaman. Kita mungkin dulu masih harus effort luar biasa untuk meraih suatu hal. Sehingga ini menjadi pemicu besar adanya kesehatan mental Gen Z ini yang menjadi rapuh,” jelasnya.

Baca Juga :  Program MBG Dapat Apresiasi Wali Murid di Magelang: Aman, Bergizi, dan Mendidik Disiplin Anak

Oleh karena itu, penguatan karakter dan kesehatan mental anak menjadi perhatian penting yang harus dilakukan secara bersama-sama oleh keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar.

“Sehingga ini yang menjadi concern saya, bagaimana ayo kita bersama-sama menjawab isu-isu untuk penguatan generasi kita ke depannya,” tutur istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Dalam kesempatan itu, dia juga menekankan pentingnya penerapan disiplin positif dalam pola pengasuhan anak. Menurutnya, banyak orang tua tanpa sadar menaruh ekspektasi terlalu tinggi kepada anak, sehingga memicu tekanan psikologis pada usia dini.

Sebagian orang tua, lanjut Nawal, seringkali membandingkan perkembangan anaknya dengan anak lain. Akibatnya, anak dipaksa memenuhi target yang sebenarnya belum sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya.

“Ekspektasi kita itu kadang-kadang tidak bisa kita atur. Anak ini sebenarnya belum waktunya untuk bisa membaca, menulis. Tetapi karena hanya melihat temannya sudah bisa membaca, sudah bisa menulis, kemudian ke-trigger di diri kita untuk menekan anak bisa mengikuti itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Hari Jadi Ke-81 Jateng: Pendidikan Makin Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis

Menurut Nawal, tekanan yang lahir dari ekspektasi berlebihan, dapat membuat orang tua mudah meluapkan emosi kepada anak. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tekanan mental, dan menghambat proses tumbuh kembang anak secara optimal.

“Akhirnya ekspektasi tinggi ini mengakibatkan kita sering melampiaskan ini dengan emosi. Emosi-emosi untuk ayo cepat belajar. Kalau tidak bisa-bisa ya menjadi emosi sendiri, yang kemudian anak ini menjadi tertekan,” ungkap Nawal.

Karena itu, dia mengingatkan pentingnya memahami tahapan perkembangan anak sesuai usia. Pendekatan pengasuhan juga perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan agar anak dapat berkembang secara sehat, baik secara fisik maupun mental.

Pada usia 0–6 tahun anak membutuhkan layanan dan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Selanjutnya pada usia 6–10 tahun diperlukan pembiasaan disiplin yang konsisten, sedangkan pada usia 11–15 tahun peran orang tua lebih diarahkan sebagai pendamping dan sahabat bagi anak.

Dengan pola pengasuhan semacam ini, Nawal berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, sehat secara mental, dan siap menghadapi perubahan zaman.***

Berita Terkait

Pemprov Jateng Salurkan Tali Asih Hafiz-Hafizah Tanpa Proses Berbelit
Pemprov Jateng-Undip Dorong Kesadaran Relasi untuk Cegah Kekerasan Seksual
Taj Yasin Tekankan Hafalan Al-Qur’an Harus Diwujudkan dalam Perilaku
Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Dapat Bantuan, Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Kos
Taj Yasin Beri Tali Asih untuk Santri Penghafal Al-Qur’an Usia Belia di Pati
Pemprov Jateng Jajaki Kolaborasi ACI untuk Perluas Beasiswa Pendidikan Santri
Perguruan Tinggi Didorong Jadi Estafet Pendidikan bagi Lulusan Sekolah Rakyat
Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi Pesantren dan Kampus melalui Pesantren Obah

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

Pemprov Jateng Salurkan Tali Asih Hafiz-Hafizah Tanpa Proses Berbelit

Kamis, 10 September 2026 - 11:13 WIB

Pemprov Jateng-Undip Dorong Kesadaran Relasi untuk Cegah Kekerasan Seksual

Rabu, 9 September 2026 - 07:03 WIB

Taj Yasin Tekankan Hafalan Al-Qur’an Harus Diwujudkan dalam Perilaku

Senin, 7 September 2026 - 17:18 WIB

Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Dapat Bantuan, Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Kos

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WIB

Taj Yasin Beri Tali Asih untuk Santri Penghafal Al-Qur’an Usia Belia di Pati

Berita Terbaru