Pemprov Jateng-Undip Dorong Kesadaran Relasi untuk Cegah Kekerasan Seksual

- Reporter

Kamis, 10 September 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Meningkatnya kasus kekerasan seksual kalangan remaja memerlukan kolaborasi berbagai pihak untuk menanganinya.

Terlebih kekerasan atas dasar relasi, baik relasi kuasa maupun yang berawal dari konsen (suka sama suka).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dimotori Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), kolaborasi dengan FISIP Undip dan Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan, menyelenggarakan Talk Show membahas masalah ini.

Mengangkat tema edukasi kesadaran relasi dan pencegahan kekerasan seksual, diadakan di ruang teater Kampus FISIP Undip Tembalang, 9 September 2026.

Acara dihadiri ratusan mahasiswa secara offline dan orang tua mahasiswa secara online.

Prof. Teguh Yuwono, Dekan FISIP Undip, dalam sambutannya menyampaikan, FISIP Undip memiliki komitmen untuk membangun kampus bebas kekerasan baik yang bersifat verbal, psikis, dan seksual.

Baca Juga :  Wagub Jateng Dorong Santri Kuasai Keterampilan Menulis dan Literasi Media

Komitmen tersebut dibuktikan dengan penegakan etika, aturan akademik yang tidak menoleransi kekerasan, hingga pendirian lembaga untuk pencegahan maupun penanganannya, yakni FISIP Wellness Unit (FWU).

Lusia Astrika, narasumber dari FISIP Wellness Unit menyampaikan, fenomena mahasiswa yang menjadi pendiam dan murung terkadang menjadi salah satu indikasi korban kekerasan yang berawal dari konsen seperti dalam kasus pacaran. Terlebih ketika yang bersangkutan tidak mendapatkan tempat untuk sharing atas persoalan yang dihadapi.

Disinilah peran penting kehadiran orang tua untuk ikut memantau pergaulan anaknya meskipun sudah menjadi mahasiswa.

Baca Juga :  Semarak Hari Pahlawan di Kota Atlas, 10 Ribu Pelajar Bentangkan Merah Putih 1.945 Meter

Faisa Mukti Septiyani, Plt. Kepala DP3AKB Pemprov Jawa Tengah, memaparkan, masyarakat Jawa Tengah kini semakin berani melapor terhadap kasus kekerasan perempuan. Sebagai upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan, DP3AKB ikut mengadvokasi terbentuknya Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT), di sejumlah Kampus di Jawa Tengah.

Demikian halnya dengan pendirian UPTD PPPA di 35 kab/kota dan provinsi untuk memberikan 11 pelayanan. Mulai dari hak hukum, pendampingan, Kesehatan, hingga psikologis.

Acara ini juga dibarengi dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama tentang pencegahan dan penanganan kekerasan dan pemberdayaan perempuan.***

Berita Terkait

Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng
Hadapi Kasus Perundungan, Taj Yasin Ajak Santri dan Kampus Bersinergi Cari Solusi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru