Jelang Kemarau, Ahmad Luthfi Minta Seluruh Embung di Jateng Dicek Ulang

- Reporter

Rabu, 8 April 2026 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARANGANYAR – Mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi mulai April 2026, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan pengecekan menyeluruh terhadap embung dan saluran irigasi guna memastikan ketersediaan air bagi kebutuhan warga dan pertanian tetap terjaga.

Langkah antisipatif tersebut ditegaskan Ahmad Luthfi saat meninjau Embung Alastuwo di Desa Wonolepo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu (7/4/2026). Ia menekankan pentingnya pemeriksaan detail agar tidak terjadi kekurangan air di tengah musim kemarau.

“Saya ingin betul-betul memastikan, cek dan recek embung yang ada. Embung ini berperan penting untuk mereduksi kebutuhan air baku maupun irigasi persawahan di wilayah masing-masing,” ujar Ahmad Luthfi, yang duet memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Embung Alastuwo yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2017 memiliki kapasitas tampung sekitar 6.723,30 meter kubik. Infrastruktur tersebut saat ini dimanfaatkan sebagai sumber air baku bagi 186 kepala keluarga serta mengairi sekitar 35 hektare lahan pertanian saat musim kemarau.

Ahmad Luthfi mengungkapkan, sepanjang 2025 hingga awal 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah membangun sedikitnya 12 embung baru. Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi kebutuhan di sejumlah daerah.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Pendidikan Lebih Adaptif di Tengah Cuaca Ekstrem

Karena itu, ia meminta seluruh bupati dan wali kota untuk segera mendata wilayah yang masih membutuhkan embung agar dapat diusulkan pembangunannya.

“Kalau masih ada masyarakat yang membutuhkan embung, segera diusulkan. Nanti akan kita anggarkan pembangunannya,” katanya.

Selain pembangunan baru, optimalisasi fungsi embung yang telah ada juga menjadi perhatian. Gubernur menegaskan, seluruh infrastruktur air, termasuk saluran irigasi menuju lahan pertanian, harus dipastikan dalam kondisi baik agar mampu menopang produktivitas petani.

Menurutnya, keberadaan embung yang berfungsi optimal akan sangat mendukung upaya Jawa Tengah dalam meningkatkan produksi pangan, khususnya padi, demi mencapai target swasembada.

Pada 2026, Jawa Tengah menargetkan produksi padi sebesar 10,55 juta ton gabah kering giling (GKG). Sementara itu, berdasarkan prognosa Kerangka Sampling Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Januari–Mei 2026 diperkirakan mencapai 4,69 juta ton GKG.

Baca Juga :  DPRD Jateng Kembali Lengkap, Kolaborasi dengan Pemprov Diharap Kian Kuat

“Tahun lalu kita sudah hampir 9,7 juta ton atau memenuhi 15,6 persen kebutuhan padi nasional. Kita ingin ke depan bisa menjadi nomor satu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi kekeringan, termasuk dengan Kodam IV/Diponegoro yang memiliki program pipanisasi dan sumurisasi. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memetakan wilayah yang membutuhkan intervensi tersebut selama musim kemarau.

“Yang paling utama adalah memastikan kebutuhan dasar pertanian tetap terpenuhi dan air baku bagi masyarakat tersedia. Kita lakukan langkah ini lebih awal agar tidak kecolongan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu petani di Tasikmadu, Admin, mengaku keberadaan Embung Alastuwo sangat membantu, khususnya saat musim tanam kedua dan ketiga yang umumnya berlangsung pada musim kemarau.

“Kalau musim tanam kedua masih sangat terbantu. Tapi saat musim tanam ketiga biasanya mulai kesulitan air, karena saluran irigasi banyak yang rusak,” katanya.*

Berita Terkait

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir
BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja
YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako
Antusiasme Warga Tinggi, Pemprov Jateng Siapkan Videotron Pembukaan MTQ
Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan
Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional
Taj Yasin Dorong Penguatan NIK, Warga Tak Perlu Berulang Kali Serahkan Fotokopi KTP
Bangkai Ikan Sapu-Sapu Ganggu Warga Pati, Gubernur Luthfi Perintahkan Segera Dikubur

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:30 WIB

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir

Jumat, 11 September 2026 - 15:42 WIB

BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja

Jumat, 11 September 2026 - 15:19 WIB

YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako

Jumat, 11 September 2026 - 07:15 WIB

Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional

Berita Terbaru