Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Pendidikan Lebih Adaptif di Tengah Cuaca Ekstrem

- Reporter

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonajateng.id – Dampak cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di Jawa Tengah tidak hanya berpengaruh pada infrastruktur dan aktivitas ekonomi, tetapi juga mulai dirasakan secara langsung oleh dunia pendidikan, khususnya anak-anak sekolah.

Hal ini menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, yang menekankan pentingnya peran sistem pendidikan dalam merespons kondisi tersebut secara adaptif.

Menurut Heri, cuaca ekstrem—seperti hujan dengan intensitas tinggi, banjir dan angin kencang—telah memengaruhi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di sejumlah daerah. Mulai dari akses ke sekolah yang terganggu, kerusakan fasilitas pendidikan, hingga meningkatnya risiko keselamatan siswa.

“Anak sekolah adalah kelompok yang paling rentan ketika cuaca ekstrem terjadi. Karena itu, pendidikan tidak boleh berdiri terpisah dari isu mitigasi dan perlindungan,” ujar Heri di Semarang.

Ia menilai, selama ini respons terhadap cuaca ekstrem di sektor pendidikan masih cenderung reaktif, misalnya dengan meliburkan sekolah ketika kondisi sudah memburuk. Padahal, menurutnya, dibutuhkan pendekatan yang lebih sistematis dan berjangka panjang.

Baca Juga :  Jateng Punya 6.000 Perpustakaan Desa, Nawal Yasin Siapkan “Relima” untuk Perkuat Budaya Membaca

Heri mendorong agar pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan satuan pendidikan. Baik melalui perbaikan infrastruktur sekolah yang ramah cuaca ekstrem, penyesuaian kebijakan pembelajaran, maupun penguatan literasi kebencanaan bagi siswa dan tenaga pendidik.

“Sekolah harus menjadi ruang yang aman, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara sistem. Ketika cuaca ekstrem datang, anak-anak tetap terlindungi hak belajarnya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor antara dinas pendidikan, BPBD, dinas pekerjaan umum, hingga pemerintah desa. Menurut Heri, tanpa sinergi yang kuat, upaya melindungi anak sekolah dari dampak cuaca ekstrem akan berjalan parsial.

Dalam konteks kebijakan daerah, Heri menilai adaptasi sektor pendidikan terhadap perubahan iklim perlu masuk dalam perencanaan pembangunan, termasuk dalam penganggaran. Hal ini mencakup perawatan gedung sekolah, sistem drainase lingkungan sekolah, hingga skema pembelajaran alternatif ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Baca Juga :  Percepat Penanganan Longsor di Petungkriyono, Nana Sudjana Minta Operasi Modifikasi Cuaca

“Pendidikan tidak boleh menjadi korban dari situasi yang sebenarnya bisa diantisipasi. Adaptasi itu bagian dari tanggung jawab kebijakan,” kata Heri.

Selain aspek teknis, Heri juga menekankan dimensi psikososial anak. Gangguan sekolah akibat bencana atau cuaca ekstrem, menurutnya, dapat berdampak pada kondisi mental dan motivasi belajar siswa jika tidak ditangani dengan baik.

Ia berharap, ke depan, sistem pendidikan di Jawa Tengah semakin tangguh menghadapi risiko iklim, sehingga anak-anak tetap mendapatkan hak belajar secara layak dan aman.

“Ketahanan pendidikan adalah bagian dari ketahanan sosial. Kalau kita ingin generasi muda kuat, sistemnya juga harus siap menghadapi perubahan,” pungkas Heri.***

Berita Terkait

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng
Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan
Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah
Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif
Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen
Gubernur Luthfi Ajak DPRD dan Pemda Satu Langkah Percepat Pembangunan
Banjir Meluas di Solo Raya, BPBD Jateng Intensifkan Evakuasi dan Logistik
Ahmad Luthfi Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Lewat Program Healing

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:24 WIB

JQH Jateng Dukung Penuh Sukses Prestasi dan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Jateng

Sabtu, 18 April 2026 - 06:47 WIB

Ning Nawal Ingin Organisasi Perempuan Jadi Motor Pemberdayaan

Sabtu, 18 April 2026 - 06:39 WIB

Ning Nawal Ungkap Tren Positif Penanganan Stunting di Jawa Tengah

Kamis, 16 April 2026 - 16:35 WIB

Atur Jarak Aman Bangunan, Jateng Dorong Raperda Garis Sempadan Lebih Komprehensif dan Adaptif

Kamis, 16 April 2026 - 16:28 WIB

Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen

Berita Terbaru