Kemendag Ajak Pengusaha Jateng Perluas Peluang Ekspor Melalui Trade Expo Indonesia 2026

- Reporter

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong pelaku usaha di Jawa Tengah memperluas pasar ekspor melalui ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Trade Expo Indonesia 2026 yang digelar Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah di Novotel Semarang, Selasa (30/6).

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak pelaku usaha, khususnya UMKM dan eksportir asal Jawa Tengah, berpartisipasi memasarkan produknya ke pasar internasional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan Jawa Tengah memiliki potensi ekspor yang besar dengan beragam komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar global. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat daya saing pelaku usaha melalui berbagai program pengembangan ekspor.

“Melalui berbagai program pendampingan ekspor, business matching, hingga fasilitasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA), kami terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar semakin siap bersaing di pasar global. Sejak 2011, Disperindag Provinsi Jawa Tengah juga telah membina 56 mitra usaha melalui berbagai program yang didukung pendanaan APBN maupun non-APBN,” ujar July.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Dorong UMKM Batik Sragen Jadi Penggerak Ekonomi Berbasis Budaya

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Ari Satria, menyebut Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan kontribusi ekspor terbesar di Indonesia dan masuk dalam sepuluh besar daerah pengekspor nasional.

Menurut Ari, capaian tersebut tercermin dari penyelenggaraan Trade Expo Indonesia sebelumnya yang mencatat potensi transaksi dari pelaku usaha Jawa Tengah mencapai USD 18,4 miliar. Sektor furnitur dan fesyen menjadi dua komoditas unggulan yang mendominasi nilai transaksi tersebut.

Ia menjelaskan, produk furnitur pada penyelenggaraan TEI sebelumnya berhasil membukukan potensi transaksi lebih dari USD 700 juta. Melihat besarnya minat pasar internasional, panitia menyiapkan dua hall khusus untuk zona furnitur pada TEI 2026. Sementara itu, sektor fesyen juga menunjukkan performa positif dengan potensi transaksi mencapai USD 56 juta.

“Tahun ini penyelenggaraan TEI didukung Atase Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), Kementerian Luar Negeri, serta Perwakilan RI di luar negeri untuk menjaring lebih banyak pembeli internasional. Kami menargetkan sekitar 8.000 buyers dari berbagai negara hadir pada TEI 2026,” kata Ari.

Pada kesempatan yang sama, Digital and Business Development Manager PT Debindo Multi Adhiswasti, Nabil Ramadhana, menjelaskan bahwa Trade Expo Indonesia tidak hanya menjadi ajang promosi produk ekspor Indonesia, tetapi juga menjadi pintu masuk yang mempertemukan eksportir nasional dengan pembeli dan investor dari berbagai negara.

Baca Juga :  Bulan Ramadan, Donasi Pegawai PLN Beri Sambungan Listrik Gratis Bagi 2.597 Keluarga Prasejahtera

Menurutnya, sejumlah komoditas seperti produk pertambangan, logam mulia, serta minyak kelapa sawit (CPO) beserta turunannya menjadi produk yang paling diminati pada penyelenggaraan TEI sebelumnya. Selain transaksi perdagangan, sektor investasi juga memberikan kontribusi sekitar 19 persen dari total potensi transaksi dengan nilai mencapai USD 43,7 juta.

Nabil menambahkan, penyelenggaraan TEI 2026 akan menghadirkan berbagai zona tematik untuk memudahkan pembeli internasional menemukan produk sesuai kebutuhannya. Zona Food and Beverage Products akan menempati Hall 2, Hall 3, dan Hall 3A, sedangkan zona Manufacturing akan menampilkan beragam produk manufaktur nasional yang berorientasi ekspor.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kementerian Perdagangan berharap semakin banyak pelaku usaha Jawa Tengah memanfaatkan Trade Expo Indonesia sebagai pintu masuk untuk memperluas akses pasar ekspor, membangun kemitraan bisnis internasional, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Partisipasi aktif pelaku usaha diharapkan mampu mendorong peningkatan ekspor nonmigas sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:07 WIB

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:16 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru