Digitalisasi Keuangan di Jateng, Infrastruktur Internet Dikuatkan hingga Desa

- Reporter

Minggu, 2 November 2025 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang semakin luas di Jawa Tengah.

Pemprov Jateng melalui Dinas Kominfo juga terus memperluas jaringan internet ke wilayah-wilayah desa dan blank spot area. Sehingga, seluruh lapisan masyarakat bisa terjangkau layanan transformasi keuangan digital.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Sumarno, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan wakil gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), dalam Rupiah Tresno Budoyo, Rayakan Digitalisasi, Berbudaya untuk Negeri, di Rajawali Culture Semarang, Sabtu malam, 1 November 2025.

“Pemprov Jateng melalui Kominfo sudah memperkuat infrastruktur termasuk jaringan internet di desa-desa dan area blank spot dengan wifi publik. Ini sudah kita mulai sejak masa Covid-19 dulu, awalnya untuk mendukung administrasi di desa, dan selanjutnya akan mendukung layanan digitalisasi termasuk dalam transaksi keuangan di tengah masyarakat,” kata Sumarno.

Baca Juga :  Java Numismatic Fair 2026 Hadirkan Koleksi Langka dan Edukasi Uang Kuno

Dalam sambutannya, Sumarno mengatakan, digitalisasi keuangan memaksa pembukuan lebih tertib, dan membentuk budaya kejujuran dalam tarnsaksi keuangan.

“Risiko penggunaan uang palsu akan melindungi masyarakat. Melalui transaksi yang apa adanya, tax hidden pun akan tereliminir,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Rahmat Dwisaputra mengatakan, Rupiah Tresno Budoyo merupakan rangkaian festival dalam rangka memperingati 200 tahun Perang Diponegoro. Melalui Opera Orchestra Diponegoro bersama Eko Dance Company, disampaikan pesan keadilan yang menjadi bagian penting dari perjuangan melawan VOC.

Baca Juga :  CJIBF 2026 Jadi Ajang Perburuan Investasi, Jateng Sasar 30 Investor

“Ekonomi tidak bisa lepas dari budaya. Tanpa budaya, ekonomi menjadi eksploitatif terhadap alam dan manusia,” kata Rahmat.

Rahmat mengatakan, Jateng menjadi salah satu provinsi dengan adopsi QRIS tertinggi, dan sudah menerapkan tap QRIS untuk transportasi maupun agen elpiji, termasuk wisata.

“Melalui digitalisasi transaksi keuangan, lalu lintas UMKM akan terlihat dan pada keuangan daerah, moral hazard pengelolaan akan berkurang, sehingga menjamin tata kelola pemerintahan daerah,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, dilaksankaan simbolisasi penyerahan nota kesepakatan penggunaan QRIS dengan empat kabupaten, yaitu Grobogan, Rembang, Jepara, dan Blora.*

Berita Terkait

Dari Borobudur, Jateng Satukan Destinasi Wisata Lima Kabupaten/Kota
Perkuat Ekonomi Daerah, BPD Diminta Permudah Pembiayaan UMKM
Pelantikan Apindo, Gus Yasin Pesan Chemistry Pengusaha dan Serikat Kerja Kunci Utama Hadapi Tekanan Geopolitik
Pernah Ditolak di Pintu Kantor, Moko Garment Kini Tembus Pasar Global
Jateng Perkuat Branding Wisata Ramah Muslim untuk Gaet Wisatawan Mancanegara
Jateng dan Kedungsepur Satukan Langkah Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Jateng Optimistis Pariwisata dan Ekonomi Syariah Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Penurunan TKD Tak Goyahkan Pembangunan Jateng, Ini Strategi Luthfi

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:28 WIB

Dari Borobudur, Jateng Satukan Destinasi Wisata Lima Kabupaten/Kota

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:53 WIB

Perkuat Ekonomi Daerah, BPD Diminta Permudah Pembiayaan UMKM

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:38 WIB

Pelantikan Apindo, Gus Yasin Pesan Chemistry Pengusaha dan Serikat Kerja Kunci Utama Hadapi Tekanan Geopolitik

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:45 WIB

Pernah Ditolak di Pintu Kantor, Moko Garment Kini Tembus Pasar Global

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:23 WIB

Jateng Perkuat Branding Wisata Ramah Muslim untuk Gaet Wisatawan Mancanegara

Berita Terbaru