Kopi Jateng Punya Kualitas, Heri Pudyatmoko Usul Jalur Wisata Terintegrasi dari Kebun hingga Kedai

- Reporter

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengusulkan pengembangan jalur wisata kopi terintegrasi yang menghubungkan kawasan perkebunan, proses pengolahan, pusat edukasi kopi, hingga jaringan kedai lokal di berbagai daerah.

Menurutnya, potensi kopi Jawa Tengah yang selama ini dikenal memiliki kualitas tinggi perlu dikembangkan lebih jauh agar tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga penggerak ekonomi desa dan sektor pariwisata.

Heri mengatakan, Jawa Tengah memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan wisata kopi berbasis kawasan. Selain didukung kondisi geografis yang cocok untuk budidaya kopi, sejumlah daerah juga telah memiliki reputasi sebagai penghasil kopi berkualitas dengan karakter rasa yang khas.

“Jangan hanya menjual biji kopi. Kita perlu membangun ekosistem yang membuat wisatawan bisa melihat prosesnya secara utuh, mulai dari kebun, pengolahan, hingga menikmati secangkir kopi di kedai lokal. Di situlah nilai tambah terbesar bisa tercipta,” ujarnya.

Data Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah menunjukkan luas areal perkebunan kopi di provinsi ini mencapai 47.714,53 hektare dengan produksi mencapai 26.507,79 ton pada 2024.

Baca Juga :  Ekonom Bank Mandiri: Sinyal Pemulihan Makin Jelas, Ekonomi 2026 Berpeluang Tumbuh Lebih Cepat

Selain itu, sentra perkebunan kopi tersebar di 28 kabupaten/kota dengan komoditas utama berupa kopi robusta dan arabika. Beberapa daerah bahkan telah ditetapkan sebagai kawasan kopi nasional, seperti Temanggung, Wonosobo, Kabupaten Semarang, Magelang dan Jepara.

Menurut Heri, besarnya produksi tersebut menunjukkan bahwa kopi Jawa Tengah memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih luas dibanding sekadar penjualan hasil panen. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, budaya minum kopi dan pertumbuhan kedai kopi terus berkembang di berbagai daerah.

Politikus Partai Gerindra itu menilai, konsep wisata kopi dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.

“Selama ini sebagian besar keuntungan masih terkonsentrasi di hilir. Melalui wisata kopi, petani bisa mendapatkan nilai ekonomi tambahan karena wisatawan datang langsung ke kawasan produksi,” katanya.

Kebun kopi/Jatengprov.go.id

Heri mencontohkan daerah seperti Temanggung, Wonosobo, Batang, Banjarnegara, hingga Kabupaten Semarang yang memiliki bentang alam pegunungan dan perkebunan kopi yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis pengalaman atau experience tourism.

Menurutnya, wisatawan saat ini tidak hanya mencari produk, tetapi juga cerita, pengalaman dan keunikan yang melekat pada suatu daerah.

Baca Juga :  Taj Yasin: Gudang Pangan Harus Diperbanyak untuk Dukung Ketahanan Nasional

“Setiap daerah memiliki karakter kopi yang berbeda. Cerita tentang petaninya, proses budidayanya, hingga budaya masyarakat sekitar merupakan bagian dari daya tarik yang bisa dijual kepada wisatawan,” ujarnya.

Selain meningkatkan kunjungan wisata, Heri menilai pengembangan jalur wisata kopi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, usaha kuliner, penginapan, transportasi lokal, hingga industri kreatif yang terlibat dalam rantai ekonomi pariwisata.

Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, pelaku usaha kopi, komunitas kreatif dan sektor pariwisata untuk membangun identitas kopi Jawa Tengah yang lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional.

“Jawa Tengah memiliki kopi berkualitas dan cerita yang kuat. Tinggal bagaimana semua potensi itu dihubungkan dalam satu ekosistem yang mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.

“Ketika kopi tidak hanya dijual sebagai komoditas, tetapi juga sebagai pengalaman wisata, maka manfaat ekonominya akan jauh lebih besar dan dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:07 WIB

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:16 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru