Korlantas Polri: Penerapan ETLE Efektif Turunkan Angka Kecelakaan

- Reporter

Rabu, 4 Desember 2024 - 06:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Dirgakkum Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso menekankan pentingnya penerapan teknologi dalam mendukung terciptanya keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Slamet Santoso saat menghadiri seminar dengan tema ‘Dinamika Penerapan ETLE dalam Rangka Mewujudkan Kamseltibcarlantas’ yang digelar oleh Puslitbang Polri.

Slamet menjelaskan bahwa kondisi global, regional, dan nasional memengaruhi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas. Dia mengungkap ada lima gangguan utama yang dihadapi kepolisian kejahatan, pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, gangguan keselamatan, dan masalah lainnya.

Menurut dia, kenaikan jumlah kendaraan di Indonesia yang mencapai 5,95 persen pada 2022-2023 juga berdampak pada kemacetan dan kecelakaan, yang menjadi penyebab kematian ketiga terbanyak di negara ini.

Baca Juga :  Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100% Pascabencana

“Untuk itu, kita harus lebih cermat dalam mengidentifikasi titik rawan kecelakaan dan kemacetan. Di Indonesia, terdapat 780 trouble spot dan 786 black spot yang perlu mendapatkan perhatian lebih,” ujar Slamet Santoso.

Slamet juga menerangkan bahwa kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi angka pelanggaran lalu lintas, salah satunya melalui penegakan hukum dengan menggunakan sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

Data menunjukkan adanya peningkatan penindakan pelanggaran lalu lintas pada tahun 2024, yang berkontribusi pada penurunan angka kecelakaan hingga 26,8% dibandingkan tahun 2023.

Namun, meski telah ada penurunan angka kecelakaan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas.

Baca Juga :  Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata "Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah"

“Penerapan ETLE sudah terbukti efektif dalam menurunkan angka kecelakaan, namun kesadaran berlalu lintas yang tertib masih perlu ditingkatkan,” tuturnya.

Slamet berharap ke depan penegakan hukum berbasis teknologi akan terus berkembang, dengan menambahkan fitur canggih seperti face recognition dan pengawasan kendaraan berat. Hal ini untuk meningkatkan efisiensi penindakan, sekaligus mempercepat penegakan hukum.

“Dengan adanya teknologi seperti ETLE dan aplikasi pendukung lainnya, kita berharap penindakan pelanggaran lalu lintas bisa lebih efektif. Kami yakin ini adalah langkah yang tepat untuk menciptakan Kamseltibcarlantas yang lebih baik,” tukasnya.

Berita Terkait

Kukuhkan 162 Dewan Hakim MTQ Nasional, Menag Dorong Penilaian Berstandar Internasional
Menag: MTQ Nasional di Jateng Jadi Pesta Rakyat yang Menyatukan Lintas Agama
59 Ribu Warga Jateng Keluar dari Kemiskinan, Menko Muhaimin Apresiasi Strategi Ahmad Luthfi
Dari Jateng untuk NTT, Bantuan Tahap Dua Kembali Diberangkatkan
Bantuan Mengalir dari Jateng, Korban Gempa NTT Dapat Dukungan
Dari TPA hingga Energi, Strategi Pengelolaan Sampah Jateng Diapresiasi
Pamor Wicaksono Terima Tokoh Inspiratif Jateng, Aspirasi Rakyat Jadi Amanah
13 Tokoh dengan Kiprah Beragam Raih Apresiasi Tokoh Inspiratif Jateng 2026

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:37 WIB

Kukuhkan 162 Dewan Hakim MTQ Nasional, Menag Dorong Penilaian Berstandar Internasional

Sabtu, 5 September 2026 - 08:40 WIB

59 Ribu Warga Jateng Keluar dari Kemiskinan, Menko Muhaimin Apresiasi Strategi Ahmad Luthfi

Selasa, 1 September 2026 - 16:33 WIB

Dari Jateng untuk NTT, Bantuan Tahap Dua Kembali Diberangkatkan

Selasa, 1 September 2026 - 12:18 WIB

Bantuan Mengalir dari Jateng, Korban Gempa NTT Dapat Dukungan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Dari TPA hingga Energi, Strategi Pengelolaan Sampah Jateng Diapresiasi

Berita Terbaru