Kunjungan Wisata Jateng Meningkat Selama Lebaran 2026, Didominasi Destinasi Ikonik

- Reporter

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Libur panjang Lebaran 2026 mendorong lonjakan kunjungan wisata di Jawa Tengah. Tercatat, jumlah wisatawan meningkat 5,25 persen dibanding tahun lalu, dengan destinasi berbasis kawasan kota dan ikon budaya menjadi magnet utama di tengah tren baru “visual tourism”.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah mencatat peningkatan signifikan kunjungan wisatawan selama periode libur Lebaran 1447 Hijriah.

Kepala Disbudparekraf Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyampaikan total kunjungan wisatawan sejak H-7 atau 13 Maret hingga H+4 Lebaran, 25 Maret 2026, mencapai 687.470 kunjungan. Angka tersebut meningkat 5,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 653.178 kunjungan.

“Pada libur Lebaran tahun ini hingga 25 Maret mencapai 687.470 kunjungan. Ini naik 5,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Hanung, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan tersebut dipantau melalui sembilan destinasi utama yang menjadi indikator, yakni Candi Borobudur, Owabong Purbalingga, Baturraden Banyumas, Guci Tegal, Pantai Menganti Kebumen, Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga Demak, dan Candi Prambanan.

Baca Juga :  Film Badut Gendong Bikin Penonton Terpukau Lewat Horor dan Drama Kelam Tragis

Dari sejumlah destinasi tersebut, Kota Lama Semarang mencatat jumlah kunjungan tertinggi dengan 222.856 wisatawan. Disusul Masjid Agung Demak sebanyak 124.363 pengunjung dan Candi Prambanan sebanyak 94.858 pengunjung.

Menurut Hanung, tren wisata saat ini menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat. Wisatawan cenderung memilih destinasi berbasis kawasan kota dan ikon budaya yang menawarkan pengalaman visual menarik.

“Terjadi pergeseran dari wisata alam ke wisata urban dan ikon destinasi. Wisatawan kini lebih mencari pengalaman visual yang kuat untuk dokumentasi,” jelasnya.

Fenomena tersebut dikenal sebagai “visual tourism”, di mana destinasi yang memiliki nilai estetika tinggi dan dinilai “instagramable” menjadi pilihan utama, khususnya bagi generasi muda.

Baca Juga :  25 Menit Menyusuri Kenangan dalam Tari Musikal Jejak Peradaban SMAN 1 Semarang

Selain faktor tren, kondisi cuaca juga memengaruhi pola kunjungan. Cuaca kurang bersahabat di sejumlah kawasan pegunungan mendorong wisatawan beralih ke destinasi yang dinilai lebih aman dan nyaman.

Data Disbudparekraf juga menunjukkan lonjakan kunjungan mulai terjadi sejak H-1 Lebaran dan mencapai puncaknya pada H+2, menandakan periode pascalebaran masih menjadi waktu favorit masyarakat untuk berwisata.

Ke depan, Hanung menilai pengelola destinasi perlu beradaptasi dengan perubahan tren tersebut, terutama dengan memperkuat konsep pengalaman dan daya tarik visual.

“Penguatan konsep experience dan visual menjadi kunci untuk menarik wisatawan, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya mendorong para pemudik untuk menikmati potensi wisata daerah. Namun, ia tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap cuaca ekstrem dan tetap mengutamakan keselamatan selama berlibur.*

Berita Terkait

Film PIYE TO KIH? Tawarkan Humor Segar, Kisah Cinta Mukidi Punya Pesan Mendalam
GJLS: Berapi-api Racik Komedi dan Drama, Gelak Tawa Warnai Bioskop Semarang
Toys Kingdom Hadirkan ON THE WHEELS, Ajak Ayah dan Anak Ciptakan Petualangan Seru
Fazzio Youth Festival 2026 Jadi Pesta Pelajar, GOR Sritex Arena Penuh Sesak
Harmony of Java 2026, Saat KLa Project Menghidupkan Kembali Kenangan
25 Menit Menyusuri Kenangan dalam Tari Musikal Jejak Peradaban SMAN 1 Semarang
AZKO Edukasi Masyarakat Pentingnya Bijak Menggunakan Baterai
Baby Udon Hadir di Semarang, Kisah Perjuangan dan Kehilangan Mengundang Haru

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Film PIYE TO KIH? Tawarkan Humor Segar, Kisah Cinta Mukidi Punya Pesan Mendalam

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:43 WIB

GJLS: Berapi-api Racik Komedi dan Drama, Gelak Tawa Warnai Bioskop Semarang

Kamis, 17 September 2026 - 15:03 WIB

Toys Kingdom Hadirkan ON THE WHEELS, Ajak Ayah dan Anak Ciptakan Petualangan Seru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Fazzio Youth Festival 2026 Jadi Pesta Pelajar, GOR Sritex Arena Penuh Sesak

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:28 WIB

Harmony of Java 2026, Saat KLa Project Menghidupkan Kembali Kenangan

Berita Terbaru