25 Menit Menyusuri Kenangan dalam Tari Musikal Jejak Peradaban SMAN 1 Semarang

- Reporter

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Kepingan kenangan ratusan alumni SMA Negeri 1 Semarang dihidupkan kembali oleh Sanggar Greget Semarang. Melalui pertunjukkan Tari Musikal “Jejak Peradaban SMAN 1 Semarang” yang dibawakan dalam acara Reuni Akbar 1960-2026 Alumni Aljiro SMAN 1 Semarang bertajuk Cultural Night, Jumat (21/08/2026).

Pertunjukkan tari sepanjang 25 menit itu menjadi montase berbagai ingatan yang dirangkai melalui gerak, musik, dan suasana panggung.

Pengasuh Sanggar Greget, Yoyok Priyambodo mengatakan bahwa gagasan hadirnya karya ini berasal dari Ernie Firmianti, alumni SMA Negeri 1 Semarang tahun 1984. Menurutnya, ide yang dilontarkannya sangat menarik, yakni menghidupkan kenangan masa lalu para alumni melalui pertunjukkan tari. Kemudian, diraciknya menjadi tari musikal berdurasi 25 menit yang menghidupkan kembali memori para penonton pada masa SMA.

“Bagi saya, jejak peradaban sebuah sekolah bukan hanya tentang bangunan atau perjalanan waktu, tetapi juga tentang orang-orang yang pernah tumbuh, belajar, dan membangun pengalaman bersama di dalamnya,” kata Yoyok.

Baca Juga :  Gus Yasin Jajal Paralayang Curug Sewu, Sebut Memuaskan dan Picu Adrenalin

Yoyok menambahkan, montase menjadi pendekatan untuk mempertemukan masa lalu dan masa kini. Menurutnya, potongan suasana sekolah, kehidupan siswa, persahabatan, aktivitas bersama, hingga semangat sebagai bagian dari almamater dirangkai tanpa harus menjadikannya sebuah alur cerita tunggal.

“Setiap fragmen berdiri sebagai kepingan memori yang kemudian memperoleh makna ketika ditempatkan dalam keseluruhan pertunjukan,”imbuhnya.

Sangghita Anjali sebagai sutradara mengatakan, karya tersebut diarahkan untuk membangun kembali suasana yang pernah dialami para alumni.

“Pertunjukan ini kami hadirkan sebagai upaya menerjemahkan perjalanan dan kenangan tentang SMA 1 Semarang ke dalam bahasa panggung. Kami tidak hanya ingin menampilkan tari, tetapi juga membangun suasana yang mengingatkan kembali pada masa sekolah para alumni,” ujar Sangghita.

Sementara itu, salah satu siswa Sanggar Greget yang juga merupakan siswa kelas XII SMAN 1 Semarang, Nabila Najwa Rafeyfa, mengaku sangat senang dapat ikut dalam kemeriahan acara ini. Dia merasa jika sebagai siswa SMAN 1 Semarang, dapat turut menghibur para alumni menjadi sebuah kebanggaan.

Baca Juga :  Waspadai Terus Fenomena Gunung Es Penyebaran HIV/AIDS

“Saya senang sekali ikut terlibat. Apalagi sekolah ini adalah almamater saya juga. Rasanya bangga bisa hadir di sini,”katanya.

Dalam pertunjukkan tari musikal ini sebanyak 40 penari sanggar terlibat dalam pertunjukan tersebut, yakni Saffa, Faaza, Sera, Kezhia, Dhiara, Ratu, Oktavia, Talitha, Quinsha, Arshi, Andini, Gadiza, Yatsa, There, Qowwi, Nadhifa, Andhira, Ona, Karishma, Arum, Gisel, Gustav, Ghani, Alika, Athira, Mika, Vania, Freya, Fabio, Nabila, Maulida, Azzam, Ifa, Ola, Lael, Sekar, Rieke, Wulan, Adel, dan Izza.

Sangghita Anjali menjadi sutradara, dengan koreografi Sekar Arum, Hasya Alvinki dan Maria Benita. Musik digarap Canadian Mahendra, sementara tata busana oleh Maulida, Nabila Najwa, dan Ghani. Bagian produksi dikerjakan Anindya, Arifin, dan Ratu Gayatri.***

Berita Terkait

Film PIYE TO KIH? Tawarkan Humor Segar, Kisah Cinta Mukidi Punya Pesan Mendalam
GJLS: Berapi-api Racik Komedi dan Drama, Gelak Tawa Warnai Bioskop Semarang
Toys Kingdom Hadirkan ON THE WHEELS, Ajak Ayah dan Anak Ciptakan Petualangan Seru
Fazzio Youth Festival 2026 Jadi Pesta Pelajar, GOR Sritex Arena Penuh Sesak
Harmony of Java 2026, Saat KLa Project Menghidupkan Kembali Kenangan
AZKO Edukasi Masyarakat Pentingnya Bijak Menggunakan Baterai
Baby Udon Hadir di Semarang, Kisah Perjuangan dan Kehilangan Mengundang Haru
AZKO Ajak Masyarakat Berkebun dan Mengompos dari Rumah untuk Hidup Lebih Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Film PIYE TO KIH? Tawarkan Humor Segar, Kisah Cinta Mukidi Punya Pesan Mendalam

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:43 WIB

GJLS: Berapi-api Racik Komedi dan Drama, Gelak Tawa Warnai Bioskop Semarang

Kamis, 17 September 2026 - 15:03 WIB

Toys Kingdom Hadirkan ON THE WHEELS, Ajak Ayah dan Anak Ciptakan Petualangan Seru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Fazzio Youth Festival 2026 Jadi Pesta Pelajar, GOR Sritex Arena Penuh Sesak

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:28 WIB

Harmony of Java 2026, Saat KLa Project Menghidupkan Kembali Kenangan

Berita Terbaru