Muljono Raih Gelar Guru Besar, Udinus Perkuat Keunggulan di Bidang Machine Learning Optimization

- Reporter

Senin, 6 Januari 2025 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali mencetak sejarah dengan melantik Prof. Dr. Muljono, S.Si., M.Kom., sebagai Guru Besar di bidang Machine Learning Optimization. Dengan gelar itu, Prof. Muljono menjadi salah satu akademisi terkemuka di Indonesia yang mendalami bidang tersebut.

Machine Learning Optimization memiliki peran penting dalam memastikan teknologi pembelajaran mesin dapat diterapkan secara efisien, akurat, dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Prof. Muljono menjelaskan bahwa pengembangan algoritma pembelajaran mesin berpotensi memberikan dampak besar di berbagai sektor, termasuk kesehatan, energi, dan transportasi.

Ia mencontohkan penerapan Machine Learning Optimization dalam diagnosis medis, yang dapat meningkatkan akurasi deteksi dini penyakit seperti kanker melalui analisis citra medis dibandingkan metode yang ada saat ini.

“Teknik optimasi memungkinkan kita menciptakan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat, seperti diagnosis dini penyakit, transportasi atau pengelolaan energi yang lebih hemat,” ungkap Prof. Muljono.

Prof. Muljono menambahkan bahwa bidang Machine Learning Optimization adalah kunci untuk mendukung penerapan pembelajaran mesin secara efektif. Ia juga menyoroti potensi besar perkembangan Machine Learning di Indonesia meskipun masih dihadapkan pada tantangan, seperti kurangnya sumber daya ahli dan keterbatasan kesadaran di sektor tradisional.

Baca Juga :  Gelar Inovasi Harmoni Nusantara, Gubernur Jateng Apresiasi Kreativitas Mahasiswa

Selain itu, tumbuhnya komunitas Machine Learning dan Data Science di Indonesia, serta pertumbuhan startup teknologi, turut mendukung peningkatan kesadaran dan penerapan Machine Learning Optimization di berbagai sektor.

“Indonesia, dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, memiliki volume data yang besar dan beragam. Ini menjadi peluang besar untuk melatih dan mengoptimalkan model pembelajaran mesin,” jelasnya.

Sebagai Guru Besar, Prof. Muljono berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui penelitian, publikasi, dan pembimbingan mahasiswa. Ia optimistis bahwa pengembangan Machine Learning Optimization dapat menjawab tantangan global dan memberikan manfaat besar di bidang kesehatan, energi, transportasi, pertanian dan lingkungan.

“Meraih gelar profesor bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga tanggung jawab untuk memberikan dampak positif dalam disiplin ilmu yang saya tekuni serta institusi,” tegasnya.

Perjalanan Panjang Menuju Gelar Guru Besar

Perjalanan akademik Prof. Muljono dimulai dengan meraih gelar Sarjana Matematika dari Universitas Diponegoro pada 1996. Pada tahun yang sama, ia bergabung sebagai dosen di Udinus. Kesempatan melanjutkan studi lanjut datang,  pada 2001 ia menyelesaikan gelar Magister Komputer di STTIBI Jakarta. Pada tahun 2016, ia lulus Doktor dari Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Baca Juga :  Penerimaan Mahasiswa Baru Merosot, Aptisi Sambat ke Gubernur Jateng

Pengalaman internasional juga memperkaya kariernya. Prof. Muljono mengikuti Sandwich Program di Tokyo University of Technology pada 2014 dan menjadi dosen tamu melalui program Erasmus Mundus di University of Split, Kroasia, pada 2018. “Pengalaman internasional ini sangat memperluas perspektif saya, terutama dalam penelitian,” ujarnya.

Dedikasinya dalam dunia pendidikan membuahkan berbagai penghargaan, termasuk Juara 1 Dosen Terbaik Bidang Sains dan Teknologi dari LLDIKTI VI Jawa Tengah pada 2019. Ia juga mendapatkan pendanaan penelitian dari KemenristekDikti sejak 2013 dan menyelesaikan riset Post-Doctoral di Universitas Gadjah Mada pada 2018–2019.

Namun, perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Prof. Muljono menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara tugas mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat, terutama saat menjabat sebagai Kepala Program Studi.

“Saya belajar mengelola waktu melalui perencanaan yang matang dan kolaborasi riset dengan kolega. Itu sangat membantu,” tutupnya.***

Berita Terkait

Guru PAUD Jateng Dibekali Coding dan Robotik, Dorong Literasi Digital Sejak Dini
Disdik Jateng Segera Data Anak Putus Sekolah dan Blank Spot Pendidikan di Lereng Sumbing-Merapi
PNM Perkuat Akses Literasi, Buku Baru Disambut Hangat Siswa Pedalaman
Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren, Jateng Siapkan Langkah Kolaboratif
Wagub Taj Yasin Dukung Forum Santri Anak Jateng Cegah Kekerasan di Pesantren
Ratusan Mahasiswa Ikuti Lomba Artikel Ilmiah Populer Pemprov Jateng, 15 Tim Melaju ke Final
Mulai 2026/2027, Siswa SD hingga SMA di Jateng Belajar Perkoperasian
SPMB Jateng 2026 Resmi Dibuka, Luthfi Gaungkan No Titip No Jastip

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:22 WIB

Guru PAUD Jateng Dibekali Coding dan Robotik, Dorong Literasi Digital Sejak Dini

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:12 WIB

Disdik Jateng Segera Data Anak Putus Sekolah dan Blank Spot Pendidikan di Lereng Sumbing-Merapi

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:11 WIB

PNM Perkuat Akses Literasi, Buku Baru Disambut Hangat Siswa Pedalaman

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:09 WIB

Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren, Jateng Siapkan Langkah Kolaboratif

Senin, 25 Mei 2026 - 18:56 WIB

Wagub Taj Yasin Dukung Forum Santri Anak Jateng Cegah Kekerasan di Pesantren

Berita Terbaru