PAUD Emas Jateng Resmi Diluncurkan, Wujudkan Akses Pendidikan Anak Usia Dini yang Merata

- Reporter

Jumat, 17 Oktober 2025 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Nawal Arafah Yasin, meluncurkan program PAUD Emas (PAUD Berbasis Masyarakat Untuk Generasi Emas). Program itu mendorong swadaya masyarakat untuk mewujudkan akses dan layanan pendidikan anak yang merata.

Peluncuran PAUD Emas dilakukan di PAUD Tirta Kenanga, Kelurahan Bongsari, Kota Semarang, Kamis (16/10/2025). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota sekaligus Bunda PAUD Semarang, Agustina Wilujeng, serta Bunda PAUD Kecamatan se-Kota Semarang.

Program PAUD Emas merupakan bagian dari komitmen “Ngopeni Bocah Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah” Bunda PAUD Jateng, untuk mendukung visi Ngopeni Nglakoni yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.

Nawal Arafah menyampaikan, PAUD Emas adalah salah satu program unggulan Bunda PAUD, yang berfokus pada pelibatan dan peran aktif masyarakat secara swadaya, untuk pemerataan akses pendidikan anak di Jawa Tengah.

Selain itu, peran aktif masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi anak, untuk belajar di PAUD yang saat ini partisipasinya masih di angka 47,65 persen.

“Fokusnya PAUD Emas adalah pemerataan layanan PAUD di Provinsi Jawa Tengah, dengan menggiatkan lagi bagaimana potensi-potensi swadaya masyarakat menjadi satu hal yang penting dalam PAUD Emas,” kata istri Wakil Gubernur Jateng, seusai kegiatan peluncuran PAUD Emas.

Baca Juga :  UIN Walisongo dan Ponpes Wali Songo Ngabar Ponorogo Jalin Kerjasama Pengembangan Pendidikan

Nawal menekankan, PAUD Emas juga sebagai wujud implementasi model pengembangan PAUD holistik integratif, yang diatur dalam Perpres No 60/2023, dengan menekankan integrasi aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak, secara simultan dan terkoordinasi.

Dikatakannya, partisipasi seluruh unsur masyarakat merupakan ciri khas PAUD Emas. Menurut dia, hal itu menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan layanan pendidikan anak yang inklusif, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi.

“Kolaborasi menjadi satu khas, kemudian kedua bagaiaman PAUD Emas ini ikut serta dalam pencegahan stunting dan dipastikan bahwa PAUD Emas ini inklusif dan juga memperjuangkan hak-hak anak tanpa diskriminasi di dalamnya,” tegas Nawal.

Pada kesempatan itu, dia mengapresiasi PAUD Tirta Kencana Kota Semarang yang sudah menerapkan prinsip PAUD Emas. PAUD itu sekaligus juga dijadikan sebagai role model bagi satuan PAUD di daerah lain di Jawa Tengah.

“Ini menjadi salah satu pilot project PAUD Emas di Provinsi Jawa Tengah, di daerah-daerah lain yang akan mendirikan PAUD Emas bisa belajar di PAUD Tirta Kenanga ini,” ungkap Ketua TP PKK dan TP Posyandu Jateng tersebut.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Gandeng KPK Libatkan Generasi Muda dalam Gerakan Antikorupsi

Lebih lanjut, Nawal juga mengajak seluruh elemen, mulai dari pihak kelurahan/ desa, RT dan RW, kader Posyandu, kader PKK, organisasi masyarakat, serta pihak swasta, untuk menghadirkan layanan pendidikan prasekolah bagi anak usia 0-6 tahun.

Pada kegiatan tersebut, Nawal Arafah juga berinteraksi hangat dengan anak-anak, serta menyaksikan tarian dan meninjau pameran kerajinan karya siswa PAUD. Selain itu, dia juga menyerahkan bantuan berupa tas dan peralatan sekolah.

Sementara itu, Wali Kota sekaligus Bunda PAUD Semarang, Agustina Wilujeng menyatakan, pihaknya akan terus mendukung dan siap berkolaborasi untuk menyukseskan PAUD Emas, serta program Bunda PAUD Jateng lainnya.

Komitmen itu dibuktikan dengan adanya PAUD di setiap kelurahan. Menurutnya, kolaborasi dan peran masyarakat sangat penting, agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, dan memiliki masa depan yang cerah.

“Sesuai dengan idenya Ibu Bunda PAUD Provinsi, harus ada integrasi. Kalau sendiri-sendiri tidak bisa, dan ini harapannya bisa menjadi supporting bagi masa depan anak-anak yang lebih bagus,” ungkap Agustina.*

Berita Terkait

Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng
Hadapi Kasus Perundungan, Taj Yasin Ajak Santri dan Kampus Bersinergi Cari Solusi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru