Program Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri, Yayasan Al Fatihah Bantu Mushaf dan Ribuan Telur

- Reporter

Senin, 9 Maret 2026 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Yayasan Al Fatihah melalui program AQSI (Al-Qur’ani Santri) dan Ekspedisi Quran berkolaborasi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta PWNU Jawa Tengah meluncurkan program Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri (AGUS).

Peluncuran program tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al-Uswah, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (8/3/2026).

Program AGUS merupakan inisiatif untuk mendukung pendidikan sekaligus kesejahteraan santri melalui penyaluran mushaf Al-Qur’an serta bantuan gizi. Dalam program ini disalurkan mushaf Al-Qur’an senilai Rp10 miliar serta 12.500 butir telur yang diperuntukkan bagi para santri di pesantren.

Momentum peluncuran program AGUS juga ditandai dengan penyerahan simbolis mushaf Al-Qur’an kepada para santri. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para santri sekaligus memperkuat dukungan terhadap pendidikan di lingkungan pesantren.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi santri yang masih belum merata.

Baca Juga :  Ayo Buruan Daftar, Pemprov Jateng Pastikan Sekolah Rakyat Permanen di Sukoharjo Siap Sambut Peserta Didik TA 2026/2027

“Kemampuan kita untuk berakselerasi memberi makan santri mungkin masih belum berimbang. Maka dengan adanya Gerakan AGUS ini bisa menambal ketimpangan bagi santri yang belum mendapat program MBG, khususnya untuk santri,” ujar Yahya.

Ia berharap gerakan AGUS dapat menjadi pemicu semangat berbagai pihak untuk lebih peduli terhadap pemenuhan gizi para santri di pesantren. Menurutnya, perhatian terhadap gizi santri penting karena kondisi kesehatan masih menjadi tantangan.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sekitar 19 persen santri terdata memiliki gejala anemia, yang salah satunya dipengaruhi oleh kebutuhan gizi yang belum terpenuhi secara optimal.

Manager Program Al-Qur’an Santri (AQSI) Yayasan Al Fatihah, Meida Yusna Ilmiah, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan penghimpunan dan distribusi mushaf Al-Qur’an untuk pesantren di seluruh Indonesia.

Menurutnya, sejak berdiri pada 2019, program tersebut telah membantu ribuan pesantren yang membutuhkan mushaf Al-Qur’an. Banyak santri yang masih menggunakan Al-Qur’an yang sudah usang, bahkan harus bergantian saat belajar dan menghafal.

Baca Juga :  Tingkatkan Gizi Anak di Banyumas, DPR dan BGN Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis

“Karena itu kami melakukan pendataan pesantren yang membutuhkan mushaf Al-Qur’an. Kolaborasi dengan PBNU dan PWNU menjadi sangat strategis karena memiliki jangkauan luas ke pesantren di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pada tahap awal peluncuran program AGUS, sebanyak 5.860 mushaf Al-Qur’an disalurkan kepada pesantren yang hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, sekitar 12.500 butir telur juga didistribusikan sebagai dukungan gizi bagi sekitar 10.000 santri.

Manager Project Ekspedisi Quran Yayasan Al Fatihah, Nalurita Firdausya, menambahkan bahwa program distribusi ini menargetkan penyaluran hingga 100.000 mushaf Al-Qur’an secara bertahap ke pesantren-pesantren di Indonesia.

“Program ini diharapkan dapat membantu pesantren yang masih kekurangan Al-Qur’an sekaligus mendorong lahirnya generasi Qur’ani di berbagai daerah. Selain itu, para donatur yang mewakafkan mushaf Al-Qur’an juga akan mendapatkan doa dari para santri yang membaca mushaf tersebut sebagai bagian dari amal jariah,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Pemprov Jateng Salurkan Tali Asih Hafiz-Hafizah Tanpa Proses Berbelit
Pemprov Jateng-Undip Dorong Kesadaran Relasi untuk Cegah Kekerasan Seksual
Taj Yasin Tekankan Hafalan Al-Qur’an Harus Diwujudkan dalam Perilaku
Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Dapat Bantuan, Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Kos
Taj Yasin Beri Tali Asih untuk Santri Penghafal Al-Qur’an Usia Belia di Pati
Pemprov Jateng Jajaki Kolaborasi ACI untuk Perluas Beasiswa Pendidikan Santri
Perguruan Tinggi Didorong Jadi Estafet Pendidikan bagi Lulusan Sekolah Rakyat
Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi Pesantren dan Kampus melalui Pesantren Obah

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

Pemprov Jateng Salurkan Tali Asih Hafiz-Hafizah Tanpa Proses Berbelit

Kamis, 10 September 2026 - 11:13 WIB

Pemprov Jateng-Undip Dorong Kesadaran Relasi untuk Cegah Kekerasan Seksual

Rabu, 9 September 2026 - 07:03 WIB

Taj Yasin Tekankan Hafalan Al-Qur’an Harus Diwujudkan dalam Perilaku

Senin, 7 September 2026 - 17:18 WIB

Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Dapat Bantuan, Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Kos

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WIB

Taj Yasin Beri Tali Asih untuk Santri Penghafal Al-Qur’an Usia Belia di Pati

Berita Terbaru