UMKM Jateng Tampil Memikat di Inacraft dengan Kriya Bernilai Lokal

- Reporter

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Event The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) yang berlangsung pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), menjadi panggung strategis bagi produk kerajinan dan UMKM unggulan dari Jawa Tengah.

Beragam karya kriya dan wastra dengan karakter kuat dan identitas lokal dipamerkan di Paviliun Jawa Tengah, Assembly Hall. Mulai dari batik, fesyen, aksesoris, hingga kerajinan berbasis serat alam dan kayu yang mengangkat kearifan lokal.

Sejumlah produk unik hasil kreativitas pelaku UMKM dari berbagai daerah di Jateng, menarik perhatian pengunjung. Di antaranya ada keramik artistik, bed cover bermotif batik, hingga kaligrafi kayu bertuliskan huruf Arab.

Salah satu UMKM yang turut ambil bagian adalah Wade Ceramic asal Kabupaten Blora. Brand ini menghadirkan beragam produk keramik berbahan stoneware dengan motif khas daun jati.

Linda, pemilik Wade Ceramic, menjelaskan, inspirasi karyanya berangkat dari kekayaan alam Blora. Adapun proses pembuatan dilakukan dengan mencetak daun jati asli, sehingga setiap produk memiliki karakter yang berbeda.

“Ini dicetak dari daun asli, maka bentuknya pasti berbeda dengan piring yang lain. Dari warnanya dan dari serat-seratnya ini semua asli dari daun jati, yang kami ambil dari Blora,” kata dia, Kamis (5/2/2026).

Ditambahkan, tanah liat yang digunakan adalah hasil pencampuran dari berbagai daerah, seperti Blora, Sukabumi, dan Kalimantan. Tanah Blora yang berwarna kemerahan dipadukan dengan tanah dari daerah lain, untuk menghasilkan variasi warna dan karakter yang unik.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi: Event Bisnis Rutin seperti Sembiz Harus Ada di Seluruh Jateng

Linda menjelaskan, Wade Ceramic memiliki laboratorium untuk melakukan riset material dan teknik glasir. Saat ini, berbagai produknya pun telah menjangkau pasar luar negeri, seperti Jepang, Australia, dan Singapura.

Dia berharap keikutsertaannya di Inacraft 2026, dapat mengenalkan potensi Blora secara lebih luas kepada masyarakat.

“Saya berharap produk ini keluar dari Blora, kota saya semakin dikenal, semakin orang tahu bahwa di Blora ada potensi, ada pembuat keramik untuk mengangkat kota kami,” ujar Linda.

Sementara dari Kota Pekalongan, Maharani Craft menampilkan produk bed cover dengan aplikasi bordir batik yang memanfaatkan limbah perca konveksi. Produk tersebut dibuat berangkat dari keprihatinan melihat banyaknya limbah kain batik, yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Ana Setiana, pengelola Maharani Craft mengatakan, bed cover menjadi produk unggulan, karena mampu menyatukan potongan kain kecil menjadi karya berukuran besar, dengan nilai jual lebih tinggi.

“Cukup percaya diri dengan produk saya, karena cukup etnik menurut saya. Karena saya memanfaatkan limbah menjadi produk atau barang yang mempunyai nilai jual yang tinggi,” katanya.

Meskipun saat ini belum melakukan ekspor langsung, Maharani Craft tengah mengupayakan perluasan pasar. Sebelumnya, produknya pernah menembus pasar Malaysia dan Singapura, melalui buyer dari Bandung.

Ana mengaku antusias mengikuti Inacraft 2026 karena menjadi ruang bertemunya para pelaku ekonomi kreatif dengan karya-karya hebat dari seluruh Indonesia.

“Harapannya Indonesia jangan dipandang sebelah mata untuk kreasinya, kita memproduksi produk-produk handicraft. Harapannya kita harus menjadi nomor satu di dunia untuk produk kerajinan,” katanya optimis.

Baca Juga :  PGN Tandatangani PJB LNG dengan Pelanggan Industri di Kawasan Timur Indonesia

Sementara itu, Kreasikayukuu asal Boyolali, menampilkan produk kaligrafi kayu sebagai andalan. David Fahri Maulana, perwakilan tim Kreasikayukuu menyebut, produk yang dibawa merupakan best seller.

Di antara jenis produk yang dipamerkan ada kaligrafi Asmaul Husna, kaligrafi Ayat Kursi, dan beberapa kaligrafi tauhid maupun selawat. Selain itu juga ada dekorasi mihrab dan hiasan dinding lainnya.

Melalui keikutsertaan di Inacraft 2026, David berharap dapat menambah pengetahuan, memperluas jejaring dan pemasaran, serta memperkuat penjualan di pasar offline.

“Harapannya kami bisa mendapatkan ilmu marketing dan juga jangkauan-jangkauan supaya produk kami lebih menjual lagi. Selama ini masih di dunia online, harapannya offline juga bisa lebih menjual,” ungkap dia.

Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin mengatakan, sebanyak 22 unit stan dari 14 kabupaten/kota tampil di Paviliun Jawa Tengah. Pihaknya melibatkan 69 pelaku UMKM dengan 90 persennya ialah pengrajin perempuan. Produk-produk yang ditampilkan telah melalui proses kurasi.

Sebagai bagian dari strategi promosi, pihaknya berkomitmen untuk terus mengikutsertakan produk-produk kerajinan dan UMKM Jateng dalam berbagai pameran, baik tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Upaya tersebut sebagaimana arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin dalam pemberdayaan pelaku UMKM, untuk menggeliatkan ekonomi kreatif di Jawa Tengah.

“Kami mengajak seluruh warga Jawa Tengah, serta masyarakat DKI Jakarta, dan sekitarnya, untuk hadir dan mengunjungi Inacraft di JCC,” ajak istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.*

Berita Terkait

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027
3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda
MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun
Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata
Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan
Mau Liburan Lebih Hemat? BCA tiket.com Travel Fair Hadir di BCA EXPO 2026
Jaga Harga Pangan, Bulog Semarang Gencarkan Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
Jateng Pacu Produksi Susu dengan Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Anak Sapi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027

Jumat, 11 September 2026 - 07:22 WIB

3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru