UNESCO Tetapkan Kebaya Sebagai Warisan Budaya Dunia

- Reporter

Jumat, 6 Desember 2024 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonajateng.id – United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) secara resmi menetapkan Kebaya sebagai warisan budaya dunia. Usulan dari Indonesia itu ditetapkan sebagai bagian dari daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.

Penetapan tersebut dilakukan Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage dalam sidang yang digelar di Paraguay, Selasa (3/12/2024) waktu setempat.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengatakan kebaya diajukan sebagai warisan budaya dunia secara bersama oleh Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, hingga Thailand.

“Upaya pengajuan bersama ini menunjukkan semangat kerja sama dan persatuan negara-negara Asia Tenggara dalam melestarikan warisan budaya bersama,” jelas Fadli Zon dalam keterangannya dikutip pada Sabtu (5/12/2024).

Baca Juga :  DPR RI dan BGN Sosialisasi Program MBG di Cilacap, Wujudkan Generasi Cerdas dan Berkualitas

Lebih lanjut Fadli menambahkan, kebaya bukan hanya pakaian tradisional semata. Dia menilai kebaya bisa menjadi simbol identitas kebudayaan Asia Tenggara.

“Kita harus bangga dan menggunakan kebaya dalam berbagai kesempatan sebagai upaya pelestarian kebudayaan,” ujarnya.

Menurut Fadli, status kebaya yang kini sebagai warisan budaya dunia ini diharapkan mendorong kesadaran masyarakat dalam melestarikan warisan budaya tak benda.

“Penetapan kebaya oleh UNESCO semoga dapat meningkatkan kesadaran global pentingnya pelestarian warisan budaya tak benda karena kebaya tak hanya sebuah simbol budaya, tetapi juga elemen pemersatu yang melampaui batas etnis, agama, dan negara,” tuturnya.

Baca Juga :  Sedan BMW-Mobil Pikap Kecelakaan di Tol Serpong, Tiga Orang Terluka

Fadli juga berharap penetapan ini dapat berkontribusi pada kesejahteraan rakyat, pengembangan ekonomi inklusif, dan pengurangan kemiskinan. Dia pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses nominasi tersebut.

“Dengan pengakuan ini, saya berharap warisan budaya kebaya akan semakin dihargai dan diteruskan kepada generasi mendatang sebagai simbol identitas dan harmoni budaya yang melintasi batas negara,” tukasnya.(PMJ News)

Berita Terkait

Kunjungi Cilacap, Wapres Gibran dan Sekda Jateng Tampung Beragam Keluhan Masyarakat
INTI Jateng Apresiasi Tindak Lanjut Pengaduan Hukum melalui Program Pasti Ada Solusi
Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Perairan Semarang, TNI AL Gandeng ESDM
Gibran Minta Maaf kepada Pendeta soal Intoleransi, Tegaskan Negara Harus Hadir
Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, BULOG Berhasil Serap 4 Juta Ton Beras
Karhutla Meluas, Menko Polkam Dorong Pemadaman Dipercepat dan Layanan Kesehatan Diperkuat
Usai Lepas Djamari, Dudung Abdurachman Langsung Fokus Perkuat Stabilitas Politik dan Keamanan
Oktober Masih Rawan Karhutla, Pemerintah Optimalkan Pemadaman dan Pencegahan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Kunjungi Cilacap, Wapres Gibran dan Sekda Jateng Tampung Beragam Keluhan Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

INTI Jateng Apresiasi Tindak Lanjut Pengaduan Hukum melalui Program Pasti Ada Solusi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Perairan Semarang, TNI AL Gandeng ESDM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Gibran Minta Maaf kepada Pendeta soal Intoleransi, Tegaskan Negara Harus Hadir

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, BULOG Berhasil Serap 4 Juta Ton Beras

Berita Terbaru