Wagub Jateng Ajak Rifa’iyah Perkuat Dakwah Sekaligus Kemandirian Ekonomi

- Reporter

Minggu, 26 April 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMANGGUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan arah kemitraannya dengan Jam’iyah Rifa’iyah tidak berhenti pada simbolik organisasi, tetapi menyasar penguatan ekonomi umat, akses pendidikan, dan ketahanan nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri pelantikan pengurus wilayah sekaligus pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) V Rifa’iyah Jawa Tengah, di Gedung Pemuda Pemkab Temanggung, Minggu, 26 April 2026.

Dalam sambutannya, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menempatkan Rifa’iyah sebagai mitra strategis dalam pembangunan berbasis komunitas Pemprov Jateng.

Salah satu bentuk konkret yang sudah berjalan adalah dukungan terhadap UMKM binaan Rifa’iyah, khususnya batik khas Rifa’iyah dari Batang.

“Setiap ada kegiatan, kami sengaja menghadirkan batik Rifa’iyah sebagai cinderamata,” kata Wagub yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi tersebut.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menghubungkan kekuatan sosial-keagamaan dengan ekonomi lokal.
Rifa’iyah dinilai memiliki basis jamaah kuat sekaligus tradisi produksi yang bisa dikembangkan sebagai ekosistem ekonomi mandiri.

Di sektor pendidikan, Pemprov Jateng juga membuka akses beasiswa bagi guru, kiai, dan santri, termasuk dari kalangan Rifa’iyah. Program ini diharapkan mempercepat peningkatan kualitas SDM berbasis pesantren tanpa sekat organisasi.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin: Ngopeni Nglakoni Harus Dirasakan Warga Desa

“Silakan dimanfaatkan. Kita ingin kader-kader Rifa’iyah ikut maju lewat pendidikan. Tidak ada dikotomi, semua punya kesempatan yang sama,” tegasnya.

Namun, pendekatan pembangunan itu tidak dilepaskan dari fondasi nilai. Dalam sambutannya, Gus Yasin mengaitkan peran organisasi keagamaan dengan pelajaran dari kisah Nabi Yunus dan Nabi Muhammad.

Ia menyoroti bagaimana dakwah tidak selalu berbuah cepat, bahkan bisa dihadapkan pada penolakan. Nabi Yunus, misalnya, sempat meninggalkan kaumnya di Ninawa karena tidak dihiraukan. Namun justru setelah itu masyarakat berbalik kepada tauhid. Sebaliknya, Nabi Muhammad mendapatkan penguatan melalui peristiwa Isra Mikraj di tengah tekanan dakwah.

Dua kisah tersebut, menurut Gus Yasin, memberi pesan yang sama bahwa konsistensi dan keteguhan lebih penting daripada ukuran keberhasilan jangka pendek.

“Dakwah itu tidak boleh ‘ngambek’. Didengar atau tidak, ada pengikut atau tidak, harus tetap jalan. Itu pelajaran penting bagi pemimpin,” ujarnya.

Baca Juga :  Sragen Pertahankan Opini WTP Sepuluh Kali Berturutan

Pesan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa organisasi seperti Rifa’iyah tidak boleh merasa kecil. Apalagi, kontribusinya dalam khazanah keilmuan Islam di Jawa sudah meluas, bahkan melintasi batas organisasi seperti Nahdlatul Ulama.

Ajaran dan karya Ahmad Rifa’i disebut masih menjadi rujukan lintas kalangan, baik dalam bentuk kitab maupun syiiran yang hidup di masyarakat pesantren.

“Banyak kiai di Jawa Tengah belajar dari ulama Rifa’iyah. Ini menunjukkan pengaruhnya besar, bukan hanya internal, tapi juga untuk umat secara luas,” tambahnya.

Karena itu, Pemprov Jateng memandang penting sinergi lintas organisasi keagamaan untuk menjaga keseimbangan antara penguatan agama dan kebangsaan. Figur Ahmad Rifa’i sendiri telah diakui sebagai pahlawan nasional, menegaskan peran historisnya dalam perjuangan Islam sekaligus kemerdekaan Indonesia.

Melalui Mukerwil ini, pemerintah berharap Rifa’iyah merumuskan program kerja yang tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial keagamaan.

“Kalau sinergi ini dijaga, maka bukan hanya organisasi yang kuat, tapi juga masyarakat dan negara,” pungkas Yasin.***

Berita Terkait

Kampanye Gemarikan Digencarkan, Nawal Yasin Dorong Konsumsi Ikan di Jateng
Jateng Perluas Pelatihan Kerja untuk Disabilitas dan Keluarga Prasejahtera
Wagub Taj Yasin Dukung Raperda Tata Kelola Lahan Kritis dan Reklamasi Hutan Jateng
Kobaran Api Perang Obor Jepara Menyala, Wagub Jateng Tekankan Nilai Amanah
Wagub Jateng Dorong Sinergi BAMAGNAS untuk Penguatan Kerukunan dan Kesejahteraan Umat
Obligasi Daerah Jadi Opsi Pembiayaan Baru, Sekda Jateng Minta Kajian Mendalam
Jelang MTQ Nasional, Jateng dan Garuda Sinkronkan Kebutuhan Penerbangan
Dari Jepara ke Borobudur, Tudong 2026 Tebarkan Semangat Toleransi dan Perdamaian

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:38 WIB

Kampanye Gemarikan Digencarkan, Nawal Yasin Dorong Konsumsi Ikan di Jateng

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:29 WIB

Jateng Perluas Pelatihan Kerja untuk Disabilitas dan Keluarga Prasejahtera

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:38 WIB

Wagub Taj Yasin Dukung Raperda Tata Kelola Lahan Kritis dan Reklamasi Hutan Jateng

Selasa, 26 Mei 2026 - 05:52 WIB

Wagub Jateng Dorong Sinergi BAMAGNAS untuk Penguatan Kerukunan dan Kesejahteraan Umat

Senin, 25 Mei 2026 - 18:44 WIB

Obligasi Daerah Jadi Opsi Pembiayaan Baru, Sekda Jateng Minta Kajian Mendalam

Berita Terbaru

Pemerintahan

Taj Yasin Tegaskan Tak Ada Pemberhentian Guru Honorer di Jateng

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:28 WIB