200 Dosen Nasional Ikuti Pelatihan Pancasila, Dorong Persatuan dan Stabilitas Sosial

- Reporter

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sebanyak 200 dosen Pendidikan Pancasila dari 108 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembinaan Ideologi Pancasila di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Selama tiga hari, para akademisi ini tidak hanya berdiskusi soal materi ajar, tetapi juga strategi membentuk karakter mahasiswa.

Pelatihan yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menjadi ruang konsolidasi penting bagi dosen Pancasila, di tengah tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, peran dosen sangat krusial, karena nilai-nilai Pancasila pertama kali dikonstruksikan secara sistematis di bangku kuliah.

Menurutnya, mahasiswa bukan sekadar peserta didik, melainkan calon pemimpin masa depan. Karena itu, ideologi Pancasila harus tertanam kuat, bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai sikap dan tindakan.

“Nilai ideologi Pancasila itu harus tertanam di teman-teman kita di mahasiswa,” tegas Sumarno saat acara Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila Khusus Bagi Dosen Pendidikan Pancasila Angkatan V di Hotel Novotel Semarang pada Selasa, 24 Februari 2026.

Baca Juga :  PAUD Emas Jateng Resmi Diluncurkan, Wujudkan Akses Pendidikan Anak Usia Dini yang Merata

Ia menegaskan, penguatan ideologi Pancasila memiliki kaitan langsung dengan kondusivitas wilayah. Apalagi, kata dia, persatuan dan stabilitas sosial menjadi prasyarat utama pembangunan.

Sumarno juga menyoroti pentingnya pendekatan trainer of trainers dalam diklat tersebut. Dengan model ini, para dosen diharapkan mampu memperluas jangkauan pembinaan ideologi secara lebih masif di lingkungan kampus masing-masing.

“Kami berharap bahwa dengan pelatih ini embrio akan berkembang, akan menyebar ke seluruh masyarakat khususnya Jawa Tengah dan kami sangat membutuhkan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi menyebut pembinaan ideologi Pancasila kini telah diperkuat melalui buku teks utama yang diterbitkan BPIP bersama kementerian terkait.

Buku tersebut, lanjutnya, telah digunakan mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SLTA. BPIP saat ini tengah menyiapkan buku teks utama Pendidikan Pancasila untuk perguruan tinggi.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Cek Posko SPMB dan Sekolah: Seleksi Lancar, Pelayanan Raih Bintang Lima

Dalam kesempatan itu, Yudian menyoroti Kota Semarang sebagai salah satu daerah dengan implementasi Pendidikan Pancasila yang sangat masif.

“Semarang hampir mencapai 98 persen dalam penyelenggaraan Pendidikan Pancasila berbasis buku teks utama. Ini capaian yang patut diapresiasi,” katanya.

Diklat Angkatan V ini diikuti 200 dosen, dengan komposisi 140 peserta dari luar Kota Semarang dan 60 dosen dari Semarang.

Selama pelatihan, peserta difokuskan pada penguatan kemampuan mengonstruksikan karakter Pancasila melalui aspek pengetahuan, disposisi, dan tindakan, khususnya dalam pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Pendidikan Pancasila.

Melalui forum ini, diharapkan dosen tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga motor penggerak internalisasi nilai Pancasila di lingkungan akademik.*

Berita Terkait

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya
Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru