90 Persen Lulusan SMK di Jateng Terserap Industri, Gubernur Luthfi: Vokasi Siapkan Tenaga Kerja Siap Pakai

- Reporter

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut sekitar 90 persen lulusan sekolah vokasi di Jawa Tengah langsung terserap dunia kerja. Tingginya serapan tersebut menunjukkan pendidikan vokasi di daerah itu semakin relevan dengan kebutuhan industri dan menjadi tulang punggung penyiapan tenaga kerja siap pakai.

Hal itu disampaikan Luthfi saat melakukan kunjungan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso ke sejumlah sekolah vokasi di Kudus, Kamis (12/3/2026).

“Dari 1.529 sekolah vokasi di Jawa Tengah, sekitar 90 persen lulusannya sudah terserap di industri. Dari 10 persen yang belum, sebagian besar karena belum cukup umur untuk bekerja,” kata Luthfi.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendatangi SMK Raden Umar Said Kudus, SMK Nau Banat Kudus, dan SMK Wisudha Karya Kudus.

Rombongan juga didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah July Emmylia, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Sadimin.

Di SMK Raden Umar Said, Luthfi dan rombongan melihat langsung berbagai karya animasi yang dibuat siswa. Sementara di SMK NU Banat Kudus, mereka menyaksikan karya siswa di bidang fashion dan kewirausahaan, termasuk peragaan busana serta berbagai produk kreatif.

Baca Juga :  Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Jateng 2026 Resmi Dibuka

Adapun di SMK Wisudha Karya Kudus, rombongan meninjau pembelajaran vokasi di bidang pelayaran yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor maritim.

Menurut Ahmad Luthfi, keragaman kompetensi di sekolah vokasi menunjukkan kesiapan generasi muda Jawa Tengah untuk masuk ke berbagai sektor industri.

“Ini bukti bahwa masyarakat kita sudah siap pakai. Anak-anak muda di sekolah vokasi Jawa Tengah siap bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi terus mendorong penguatan pendidikan vokasi dengan memperluas investasi padat karya serta menambah Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai kabupaten/kota.

Salah satu siswa SMK Raden Umar Said, Haidar, mengaku kemampuannya di bidang animasi berkembang pesat sejak belajar di sekolah tersebut, meski saat ini baru duduk di kelas XI.

Ia berharap suatu saat dapat menjadi animator profesional dan berkarya di industri animasi.

Baca Juga :  Akses Pendidikan Merata, Prestasi Terjaga: Refleksi Pendidikan Jateng 2025

Para siswa di sekolah tersebut, kata Haidar, sudah terbiasa mengerjakan proyek dari industri sehingga memiliki pengalaman kerja sebelum lulus. Bahkan, sebagian karya animasi siswa sudah dipasarkan hingga Amerika Serikat dan Jepang.

Hal serupa disampaikan siswa SMK NU Banat Kudus, Hannah Rahmania Putri. Ia mengatakan para siswa tidak hanya belajar desain, tetapi juga mengembangkan produk yang siap dipasarkan.

“Untuk semester ini kami sedang mengembangkan beberapa produk seperti card holder, lanyard, dompet, dan sabuk,” ujarnya.

Sementara itu, Mendag Budi Santoso menyatakan, pemerintah siap membantu membuka akses pasar global bagi produk kreatif yang dihasilkan pelajar vokasi, termasuk jasa animasi.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara yang dapat membantu mempromosikan produk Indonesia ke pasar internasional.

“Kalau ada produk jasa seperti animasi dari teman-teman SMK ini, kami bisa membantu mempertemukan dengan permintaan pasar di luar negeri,” kata Budi.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas peluang pasar sekaligus memperkuat daya saing produk kreatif generasi muda Indonesia di kancah global.*

Berita Terkait

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya
Penghargaan Bergengsi Diraih Zharev Education Center, Ini Keunggulan Programnya
Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati
Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren
Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah
Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Buka Beasiswa untuk Guru Madin, Simak Cara Daftarnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Di Era Digital, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Bonding Ayah dan Anak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen Apresiasi 10 Ribu Guru TK, Tetap Mendidik dengan Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program Pemberdayaan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kisah Santri Jateng Kuliah di China dan Mesir Berkat Beasiswa Pesantren Obah

Berita Terbaru