Dari Folklore hingga 1.000 Angklung Berkebaya, Festival Kota Lama Diperpanjang Sambut MTQ

- Reporter

Sabtu, 5 September 2026 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Festival Kota Lama (FKL) Semarang tahun ini berlangsung lebih panjang dari biasanya. Jika umumnya digelar selama 11 hari, FKL XV 2026 diperpanjang menjadi 17 hari, yakni 4-20 September 2026.

Perpanjangan tersebut bukan tanpa alasan. Pemerintah Kota Semarang ingin memanfaatkan momentum kedatangan ribuan peserta dan pendamping Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 yang berlangsung di Kota Semarang, 11-20 September 2026.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan, Pemprov Jateng mendukung langkah tersebut. Menurutnya, kedatangan peserta MTQ menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan Kota Lama sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kami sangat support. Ini masalah momentum. Festival Kota Lama akan diperpanjang bersamaan dengan kegiatan MTQ ke-31 di Kota Semarang sehingga tentu dampaknya akan lebih besar lagi,” kata Sumarno, saat mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi pada Opening Ceremony FKL XV 2026 di Fasad Gedung Yayasan Kanisius, Kawasan Kota Lama Semarang, Jumat, 4 September 2026.

Sumarno menyebut, sekitar 7.000 orang dari kalangan kafilah diperkirakan hadir dalam gelaran MTQ Nasional. Jika ditambah keluarga dan pendamping, jumlah orang yang datang ke Semarang berpotensi mencapai 10.000 hingga 15.000 orang.

“Kalau tidak diperpanjang, eman-eman,” ujarnya.

Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman wisata kepada para tamu yang datang ke Jawa Tengah. Terlebih, Kota Lama merupakan salah satu ikon wisata Kota Semarang yang memiliki nilai sejarah sekaligus berkembang sebagai ruang aktivitas seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Program MBG Diperluas di Blora, Bentuk Kepedulian Pemerintah untuk Pemenuhan Gizi Masyarakat

“Kami dari Pemprov Jateng sangat mengapresiasi Festival Kota Lama. Kota Lama ini peninggalan sejarah yang harus kita jaga dan juga dikolaborasikan dengan ekonomi kreatif sehingga akan mengangkat perekonomian di Kota Semarang,” katanya.

Sumarno menambahkan, pengembangan kawasan wisata dan ekonomi kreatif juga sejalan dengan program Pemprov Jateng dalam mendorong sektor pariwisata.

“Kami berharap event ini ke depan makin maju lagi dan punya dampak yang besar,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, perpanjangan FKL dilakukan agar peserta MTQ Nasional memiliki kesempatan menikmati berbagai kegiatan di Kota Lama di sela padatnya agenda musabaqah.

Ia mengaku sebelumnya telah menyampaikan kepada jajaran Pemkot Semarang agar festival diperpanjang hingga rangkaian MTQ selesai.

“Saya lihat jadwal MTQ ini rapat banget. Wah, kapan ini bisa jalan-jalan lihat Festival Kota Lama? Syukur alhamdulillah, matur nuwun, kemudian dibuatkan proses perpanjangan dengan berbagai macam unsur tambahan yang akhirnya bisa ditutup hampir bersamaan dengan ketika MTQ Nasional ke-31 ditutup,” kata Agustina.

Ia menjelaskan, Kota Lama sejak dahulu menjadi ruang perjumpaan berbagai kalangan. Kini, kawasan tersebut terus dihidupkan melalui berbagai kegiatan seni dan budaya.
Menurut dia, konsep “Unity in Diversity” yang diusung FKL XV 2026 sangat sesuai dengan karakter Kota Lama sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Kota Lama ini bukan hanya ikon Hindia Belanda. Tetapi juga sudah merangkum seluruh kegiatan seni dan budaya dari berbagai macam keanekaragaman yang ada di Kota Semarang,” katanya.

Baca Juga :  Cerita Rakyat Menuju Prestasi, Festival Mendongeng Jateng Tawarkan Hadiah Jutaan

Beragam kegiatan disiapkan sepanjang pelaksanaan FKL XV. Di antaranya Pasar Malam Sentiling pada 4-13 September, Orkes On The Street and Dance, Rijsttafel Dinner, Gowes Semarang Heritage, Chess Kota Lama, Living Book, Living Story, Zwemers Belanda, Wayang Orang On The Street, Festival Folklore Kota Lama, hingga pertunjukan 1.000 Angklung Berkebaya.

Ada pula kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda. Seperti seni merangkai janur. Peserta akan diajari membuat berbagai bentuk kerajinan tradisional sekaligus memahami makna di baliknya.

“Anak-anak kita boleh datang mendaftar dan akan diajari bagaimana membuat ketupat, manuk-manukan, hiasan-hiasan temanten dan maknanya apa. Sudah jarang sekali kita melihat pemandangan itu, tapi di sini ada,” ujar Agustina.

Rangkaian FKL XV dijadwalkan berlangsung hingga 20 September 2026. Sejumlah agenda utama digelar pada akhir pekan, termasuk Festival Folklore Kota Lama pada 18-19 September dan 1.000 Angklung Berkebaya pada 19 September.

Dengan perpanjangan tersebut, FKL XV diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seni dan budaya. Tetapi juga menjadi ruang bagi wisatawan, peserta MTQ, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk berinteraksi sekaligus menikmati Kota Lama.

“Mari kita jadikan Festival Kota Lama ini sebagai perayaan keberagaman. Sekaligus membuktikan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan karya, membuka kesempatan dan menghubungkan Semarang dengan dunia,” kata Agustina.***

Berita Terkait

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu
Taj Yasin: Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Disesuaikan dengan Kebutuhan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia

Berita Terbaru