Jawa Tengah Bidik Medical Tourism, Taj Yasin Dorong Kolaborasi Rumah Sakit

- Reporter

Selasa, 15 September 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan, pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi antar rumah sakit pemerintah maupun swasta. Terutama, dalam rangka meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan, yang dikolaborasi medical tourism.

Salah satunya melalui upaya program Dokter Spesialis Keliling (Speling), yang saat ini sudah menjangkau 18 juta warga Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Taj Yasin usai menghadiri peresmian Queen Latifa Hospital Semarang, Selasa, 15 September 2026.

Melalui Speling, Pemprov Jateng juga terus memperluas akses masyarakat terhadap tenaga medis. Yaitu, pelayanan dengan mendekatkan dokter spesialis kepada masyarakat.

Ia menyebut program tersebut mendapat penilaian positif dari pemerintah pusat. Sebab tidak hanya berorientasi pada jumlah masyarakat yang dilayani, tetapi juga menghadirkan dokter spesialis secara langsung di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah perkembangannya baik. Kemarin terakhir ketika ada penilaian dari pemerintah pusat, dari kementerian, kami dinobatkan yang terbaik dalam memberikan pelayanan,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin nyaman dan percaya terhadap pelayanan kesehatan serta tenaga kesehatan di Jawa Tengah.

“Dokter-dokter spesialis kami turunkan langsung untuk bertemu dengan masyarakat sehingga masyarakat lebih nyaman dan lebih percaya terhadap kesehatan atau tenaga kesehatan yang ada di Jawa Tengah,” ujarnya.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Target PSEL Semarang Raya Groundbreaking Desember 2026

Ia menyebut jumlah masyarakat yang telah terjangkau program spelling hingga Selasa mencapai sekitar 18 juta orang.

Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat layanan kesehatan sekaligus mendorong Jawa Tengah sebagai tujuan medical tourism.

Gus Yasin mengatakan pengembangan medical tourism perlu dibarengi dengan upaya meyakinkan masyarakat. Bahwa kualitas pelayanan kesehatan di Jawa Tengah tidak kalah dibandingkan daerah lain, bahkan dengan layanan kesehatan di luar negeri.

“Tantangan kita adalah meyakinkan masyarakat bahwa penanganan rumah sakit kita sebenarnya tidak kalah dengan pelayanan rumah sakit di provinsi lain maupun di luar negeri,” katanya.

Menurut dia, perkembangan teknologi dan kompetensi tenaga kesehatan membuat sejumlah penyakit kronis yang sebelumnya dianggap sulit ditangani, kini telah memiliki peluang kesembuhan yang lebih baik.

Ia mencontohkan penanganan penyakit kanker dan berbagai penyakit kronis lainnya yang saat ini didukung pelayanan serta fasilitas kesehatan yang semakin berkembang.

“Sudah banyak yang sembuh. Ini yang perlu kita kampanyekan supaya masyarakat melek, tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, cukup di Jawa Tengah,” ujarnya.

Baca Juga :  Embung Plosorejo Resmi Beroperasi, Gubernur Luthfi Tingkatkan Produktivitas Sawah 50 Hektare

Dia juga mendorong masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala penyakit dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Menurutnya, semakin dini masyarakat memeriksakan kondisi kesehatannya, semakin besar peluang penyakit dapat ditangani dengan baik.

Di sisi lain, ia melihat semakin banyak rumah sakit di Jawa Tengah yang mengembangkan penelitian dan inovasi di bidang kesehatan. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi modal penting dalam membangun ekosistem medical tourism di Jateng.

“Rumah sakit-rumah sakit di Jawa Tengah banyak yang melanjutkan penelitian dan inovasinya. Ini yang kami sebut sebagai wisata kesehatan di Jawa Tengah,” katanya.

Direktur Queen Latifa Hospital Semarang, dr Alviena Bestari Savitri, menyambut baik harapan medical tourism yang dicetuskan Wagub Jateng tersebut. Pihaknya mengaku siap dengan program tersebut.

“Untuk Jawa Tengah Queen Latifah Hospital Semarang terutama siap untuk melayani,” katanya.

Menurutnya, medical tourism merupakan program kesehatan yang berbarengan dengan wisata. Jawa Tengah memiliki potensi yang menarik untuk dikunjungi.

‘Misalnya Kota Lama, terus nyari gunung bisa ke Ungaran. Untuk dipaketkan dengan medical tourism, nanti arahnya ke mana pelayanannya kami siap untuk mendukung programnya Pak Wagub,” tandasnya.***

Berita Terkait

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu
Taj Yasin: Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Disesuaikan dengan Kebutuhan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia

Berita Terbaru