Pemprov Jateng Tetapkan 52 Sekolah dan Madrasah sebagai Sekolah Adiwiyata 2026

- Reporter

Kamis, 17 September 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menilai pembangunan sekolah Adiwiyata menjadi langkah strategis untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda sejak dini.

Menurutnya, sekolah Adiwiyata tidak sekadar berorientasi pada penghargaan. Tetapi menjadi ruang pendidikan untuk membentuk kebiasaan dan kepedulian siswa terhadap persoalan lingkungan.

“Sekolah Adiwiyata itu adalah sekolah yang lebih peduli lingkungan. Ini menjadi titik yang strategis karena mendidik anak-anak kita untuk lebih menginternalisasi pemahaman tentang kepedulian terhadap masalah lingkungan,” kata Sumarno, usai menyerahkan penghargaan dan memberikan arahan pada acara Pembinaan dan Gerakan Peduli Lingkungan untuk Lembaga dan Masyarakat di Jawa Tengah, Kamis, 17 September 2026 di Aula Kalpataru, Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah.

Ia menegaskan, persoalan lingkungan membutuhkan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, pendidikan mengenai lingkungan perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini.

“Lebih dini anak-anak kita yang masih bersih, masih suci itu bisa dididik untuk peduli lingkungan,” ujarnya.

Sumarno juga mengapresiasi sekolah di Jawa Tengah yang telah berkomitmen mengembangkan program Adiwiyata. Menurutnya, penghargaan yang diberikan kepada sekolah Adiwiyata bukan menjadi tujuan akhir, melainkan dapat menjadi pemicu bagi sekolah lain untuk melakukan hal serupa.

Baca Juga :  Pelajar 37 Sekolah Jadi Target Awal Program MBG di Purbalingga

“Kami berharap apa yang dilakukan sekolah-sekolah ini lebih dikembangkan lagi. Apresiasi ini bukan akhir, tetapi menjadi motor motivasi agar sekolah-sekolah lebih bersemangat dan menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk menjadi sekolah Adiwiyata,” katanya.

Ia berharap pengembangan sekolah Adiwiyata terus dilakukan secara bertahap hingga semakin banyak sekolah di Jawa Tengah yang menerapkan gerakan peduli lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmiko mengatakan, pada 2026 terdapat 79 sekolah atau madrasah yang mengikuti seleksi Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah.

Peserta tersebut 38 SMA, 16 SMK, tiga SLB, dan 19 madrasah aliyah (MA). Usulan SMA, SMK, dan SLB berasal dari 24 kabupaten/kota, sedangkan usulan MA berasal dari 14 kabupaten/kota.

Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 52 sekolah atau madrasah dinyatakan layak ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Jajaki Kolaborasi ACI untuk Perluas Beasiswa Pendidikan Santri

Rincianya, 25 SMA dari 16 kabupaten/kota, 10 SMK dari 17 kabupaten/kota, tiga SLB dari tiga kabupaten/kota, serta 14 MA dari sembilan kabupaten/kota.

Heru menambahkan, hingga 31 Agustus 2026, jumlah Sekolah Adiwiyata di Jawa Tengah pada jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB telah mencapai 242 sekolah.

Program tersebut juga mulai memberikan dampak terhadap pengelolaan sumber daya dan lingkungan di sekolah. Berdasarkan capaian pembelajaran hidup hingga 31 Desember 2025, penerapan program Adiwiyata berkontribusi terhadap penurunan timbulan sampah, konsumsi air bersih, serta penggunaan energi.

Timbulan sampah organik tercatat menurun hingga 8.787 ton per bulan, sampah plastik 378,8 ton per bulan, dan sampah kertas 306,6 ton per bulan.

Selain itu, konsumsi air bersih turun menjadi 398 meter kubik per bulan, sedangkan penggunaan energi listrik menurun menjadi 5.041 kWh per bulan.

“Dengan adanya sekolah Adiwiyata ada beberapa hal yang menurun dan itu memang memberikan dampak yang signifikan,” kata Heru.***

Berita Terkait

Wagub Taj Yasin Ajak Santri Bangun Pondasi Kepemimpinan Sejak di Pesantren
Sekda Jateng Sumarno Usulkan Sekolah Rakyat Berlanjut ke Pendidikan Vokasi dan Perguruan Tinggi
Pemprov Jateng Salurkan Tali Asih Hafiz-Hafizah Tanpa Proses Berbelit
Pemprov Jateng-Undip Dorong Kesadaran Relasi untuk Cegah Kekerasan Seksual
Taj Yasin Tekankan Hafalan Al-Qur’an Harus Diwujudkan dalam Perilaku
Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Dapat Bantuan, Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Kos
Taj Yasin Beri Tali Asih untuk Santri Penghafal Al-Qur’an Usia Belia di Pati
Pemprov Jateng Jajaki Kolaborasi ACI untuk Perluas Beasiswa Pendidikan Santri

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:05 WIB

Pemprov Jateng Tetapkan 52 Sekolah dan Madrasah sebagai Sekolah Adiwiyata 2026

Rabu, 16 September 2026 - 16:58 WIB

Wagub Taj Yasin Ajak Santri Bangun Pondasi Kepemimpinan Sejak di Pesantren

Selasa, 15 September 2026 - 16:51 WIB

Sekda Jateng Sumarno Usulkan Sekolah Rakyat Berlanjut ke Pendidikan Vokasi dan Perguruan Tinggi

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

Pemprov Jateng Salurkan Tali Asih Hafiz-Hafizah Tanpa Proses Berbelit

Kamis, 10 September 2026 - 11:13 WIB

Pemprov Jateng-Undip Dorong Kesadaran Relasi untuk Cegah Kekerasan Seksual

Berita Terbaru