Ahmad Luthfi Dorong Santri Ambil Peran dalam Perjuangan Mensejahterakan Rakyat

- Reporter

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEGAL – Perjuangan santri tak berakhir setelah kemerdekaan diraih. Jika dahulu berjuang melawan penjajah, kini santri diharapkan mengambil peran dalam memerangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri “Jateng Bersholawat” di Jalan Pancasila, Kota Tegal, Rabu malam (21/10/2026), dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Di hadapan ribuan warga, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi pengingat akan peran dan tanggung jawab santri dalam ikut menentukan masa depan bangsa.

“Santri adalah garda terdepan dan benteng terakhir Jawa Tengah untuk memerangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ahmad Luthfi, didampingi Wagub Taj Yasin.

Menurutnya, semangat Resolusi Jihad yang dahulu digelorakan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari dan para santri dalam melawan penjajah harus terus hidup. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini berbeda.

Santri diharapkan berperan aktif mengatasi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus tetap memperkuat pendidikan agama.

Dijelaskan, Jawa Tengah memiliki sekitar 5.400 pondok pesantren dengan 555 ribu santri. Potensi besar ini dapat menjadi kekuatan untuk memperkuat pendidikan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mencetak generasi yang berkontribusi bagi masyarakat di berbagai bidang.

“Jawa Tengah memiliki hampir 38 juta penduduk, dengan sekitar 98 persen di antaranya beragama Islam, termasuk kalangan santri,” ujarnya.

Untuk memperkuat peran santri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghadirkan program Pesantren Obah. Melalui program ini, Pemprov Jateng memberikan beasiswa kepada santri dan pengasuh pesantren untuk menempuh pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Gandeng APGI, Cetak Pemandu Gunung Bersertifikat

Pada 2026, Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran Rp 6,8 miliar untuk mendukung program pendidikan tersebut. Dari 942 pendaftar, sebanyak 15 santri dinyatakan lolos seleksi untuk melanjutkan pendidikan ke Mesir, Yaman, dan Tiongkok.

Dukungan pendidikan juga diberikan kepada santri yang menempuh pendidikan di Ma’had Aly. Menjelang peringatan Hari Santri, sebanyak 424 santri menerima beasiswa. Bantuan serupa juga diberikan kepada santri penggerak, yakni mereka yang aktif dalam organisasi intra maupun ekstra kampus dan tetap tinggal di pesantren.

Selain beasiswa, Pemprov Jateng juga melanjutkan sejumlah program dukungan bagi pesantren dan kalangan keagamaan. Program tersebut meliputi pemberian insentif bagi guru agama, tali asih untuk santri penghafal Al-Qur’an, serta hibah dan bantuan renovasi pondok pesantren maupun masjid.

Pada 2025, insentif guru agama disalurkan kepada 230.830 penerima, masing-masing sebesar Rp 1,2 juta per tahun. Total anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp 277 miliar. Program ini kembali dilanjutkan pada 2026.

Berbagai dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng memperkuat pendidikan keagamaan. Di sisi lain, besarnya jumlah pesantren dan santri juga membutuhkan dukungan berkelanjutan agar pesantren semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, ulama Gus Yusuf Chudlori mengingatkan bahwa kiai, ulama, dan santri memiliki peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Semangat perjuangan tersebut menjadi salah satu landasan peringatan Hari Santri Nasional.

Ia menyebut ada dua tanggung jawab utama yang harus dipegang teguh kalangan pesantren, yakni menjaga keutuhan bangsa dan menjaga umat.

Baca Juga :  KAI Daop 4 Semarang Tingkatkan Keandalan Prasarana Hadapi Nataru

Gus Yusuf juga mengajak masyarakat mendoakan warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatra, serta kebakaran di kawasan Gunung Sumbing. Selain itu, ia meminta agar pelaku pembakaran hutan dan lahan yang terbukti melanggar hukum diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita berdoa untuk saudara-saudara kita di Kalimantan dan Sumatra. Kita juga meminta pemerintah menindak tegas orang-orang yang dengan serakah membakar hutan dan lahan. Mereka harus segera ditangkap dan diadili demi kemajuan Indonesia. Santri juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga bangsa dan umat,” ujarnya.

Menurut Gus Yusuf, menjaga umat juga berarti memastikan masyarakat mendapatkan pendidikan dan bimbingan agama yang memadai. Karena itu, peran kiai di kampung, guru mengaji, pengajar madrasah diniyah, hingga guru sekolah sangat penting dalam membangun kehidupan sosial masyarakat.

Ia mengapresiasi perhatian Pemprov Jateng terhadap pesantren dan tenaga pendidik keagamaan. Namun, ia berharap dukungan tersebut terus ditingkatkan, mengingat pesantren masih membutuhkan pengakuan dan perlindungan yang lebih kuat.

“Saya minta perhatiannya ditambah karena pesantren masih butuh perhatian lebih, butuh rekognisi. Jangan setengah-setengah kalau mau melindungi santri,” kata Gus Yusuf.

Jateng Bersholawat menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal Iin Tazkiyatul Muthmainnah, jajaran Forkopimda, serta sejumlah kepala daerah. Sementara itu, tausiyah dan selawat dipimpin oleh sejumlah ulama, di antaranya Gus Yusuf Chudlori, Gus Kautsar, dan Habib Bidin.***

Berita Terkait

Penghapusan Kredit Dinilai Salah Sasaran, Dika Harus Bertanggung Jawab atas Kerugian Penggugat
Tiket Pembukaan Ludes, Porprov Jateng 2026 Diharapkan Dongkrak Ekonomi Lokal
Taj Yasin Apresiasi Kolaborasi Santri Mantu, 62 Pasangan Sah Menikah
Bukan Sekadar Tanggul, Hybrid Sea Wall di Demak Disiapkan untuk Pulihkan Daratan
Cek DTSEN di Kendalrejo, Taj Yasin Dorong Bansos Lebih Tepat Sasaran
Wagub Taj Yasin Dorong Sekolah Ramah Anak Diperkuat hingga Jenjang SD
Ahmad Luthfi Perkuat Penanganan Karhutla Lawu-Sumbing, Pemadaman Udara Disiapkan
Desa Dampingan Pemprov Jateng Bawa Perubahan, Rumah Warga Kendalrejo Kini Lebih Layak

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Penghapusan Kredit Dinilai Salah Sasaran, Dika Harus Bertanggung Jawab atas Kerugian Penggugat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Santri Ambil Peran dalam Perjuangan Mensejahterakan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Tiket Pembukaan Ludes, Porprov Jateng 2026 Diharapkan Dongkrak Ekonomi Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Taj Yasin Apresiasi Kolaborasi Santri Mantu, 62 Pasangan Sah Menikah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Bukan Sekadar Tanggul, Hybrid Sea Wall di Demak Disiapkan untuk Pulihkan Daratan

Berita Terbaru