NTP Jateng Tertinggi se-Jawa pada Desember 2024

- Reporter

Jumat, 3 Januari 2025 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat Nilai Tukar Petani atau NTP pada Desember 2024 sebesar 112,98 persen. Capaian itu menjadi yang tertinggi di antara provinsi-provinsi lain se Pulau Jawa.

Kepala BPS Jateng Endang Tri Wayuningsih mengatakan, NTP merupakan indikator untuk melihat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.

Di dalamnya terdapat perbandingan indeks harga yang diterima (It) dan dibayar (Ib) petani, serta menujukkan daya tukar harga produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Secara ringkas, semakin tinggi NTP, maka kemampuan atau daya beli petani relatif semakin tinggi.

Baca Juga :  Java Numismatic Fair 2026 Hadirkan Koleksi Langka dan Edukasi Uang Kuno

“Kita lihat bagaimana gambaran NTP di lima provinsi di Pulau Jawa. (NTP) Tertinggi memang masih dicapai oleh Jawa Tengah dengan 112,98,” paparnya saat rilis melalui daring, Kamis (2/1/2025).

Endang merinci, urutan NTP Desember 2024 tertinggi diduduki oleh Jawa Tengah dengan 112,98, kemudian Jawa Timur dengan 111,96, lalu Jawa Barat dengan 111,71, kemudian Banten dengan 109,37. Selanjutnya, ada DKI Jakarta dengan 105,89, dan DI Yogyakarta dengan 104,41.

Dia mengatakan, NTP Jateng pada Desember 2024 naik 0,73 persen dibanding November 2024. Kenaikan itu disebabkan indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,56 persen, lebih cepat dibanding kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,82 persen.

Baca Juga :  Hari Ke-7 Layani Nataru, Transaksi SPKLU PLN Cetak Rekor Tertinggi, Naik Lebih 400 Persen

Dijelaskan, indeks yang diterima petani meliputi gabah, bawang merah, cabai merah, jagung dan cabai rawit. Sementara, indeks harga yang dibayar petani meliputi telur ayam ras, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, dan kacang panjang.

Menurut Endang, subsektor yang mengalami kenaikan adalah hortikultura sebesar 4,43 persen, perkebunan rakyat 0,49 persen, perikanan 0,33 persen, dan subsektor tanaman pangan sebesar 0,03 persen.***

Berita Terkait

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM
Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju
Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun
Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas
Petani Tak Lagi Waswas Harga Panen Anjlok, Program Petani Gajian Jadi Harapan
Jateng Kantongi Investasi Rp 72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Bidik Ekspansi Perusahaan Vietnam
Harga Sembako Lebih Murah, Warga Minta GPM Jateng Lebih Sering Digelar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas

Berita Terbaru