Pemkab Ambil Langkah Strategis Tangani PMK di Rembang

- Reporter

Selasa, 7 Januari 2025 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

REMBANG – Masyarakat diminta waspada terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi. Pasalnya, penyakit itu kembali merebak di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Rembang.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menyampaikan, sebanyak 37 sapi di Rembang telah terpapar PMK, bahkan empat sapi di antaranya mati. Meskipun kasus ini kembali muncul, masyarakat tidak perlu panik seperti saat PMK pertama kali merebak pada 2022. Pasalnya, pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah penanganan untuk mengatasi situasi ini.

“Kami akan melakukan pengecekan lalu lintas hewan di pasar hewan. Selain itu, kami membentuk tim reaksi cepat untuk penanganan di lapangan, dan berkoordinasi dengan instansi lain untuk sosialisasi, serta meningkatkan kesadaran peternak agar dapat melakukan penanganan dini terkait PMK,” ungkapnya, saat ditemui di kantornya, Senin (6/1/2025)

Baca Juga :  Kompetisi Idea Jateng Diluncurkan, Sekda Jateng Dorong Inovasi yang Berdampak pada Pelayanan dan Kesejahteraan

Ketika ditanya mengenai kemungkinan penutupan pasar hewan, Agus menegaskan, hal tersebut memerlukan kajian terlebih dahulu berdasarkan hasil pengecekan di lapangan. Penutupan pasar hewan, menurutnya, merupakan kewenangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM. Pihaknya hanya berperan memberikan usulan atau rekomendasi.

“Jika potensi penularan PMK menunjukkan angka yang tinggi, dan ditemukan indikasi sapi terpapar PMK dijual di pasar, maka itu menjadi alasan kuat untuk sementara waktu menutup pasar, guna mengurangi risiko penularan,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Gandeng BGN Usut Dugaan Keracunan Program Makan Bergizi di Grobogan

Peternak sekaligus pedagang sapi, Tono mengaku lebih tenang dalam menghadapi wabah PMK kali ini. Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran penting untuk menangani kasus ini secara lebih efektif.

“Secepatnya harus mengatasi dan menangani sapi yang terpapar secara cepat dan tepat, sehingga penanganannya lebih mudah. Dulu, kami menangani banyak sapi yang terkena PMK, sekarang baru lima yang terpapar, sembuh empat, dan satu yang tidak sembuh terpaksa dipotong. Kami juga menggunakan obat kimia,” jelas Tono.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan. Dengan langkah cepat dan tepat dari pemerintah serta kesadaran peternak, akan mampu menekan angka penularan PMK di Kabupaten Rembang.

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru