Jateng Alokasikan Rp67,13 Miliar untuk Program Makan Sehat Bergizi Gratis

- Reporter

Rabu, 8 Januari 2025 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lancar. Komitmen juga diberikan Pemprov Jateng dengan menyiapkan dana sebesar Rp 67,13 miliar, untuk mendukung program yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.

Hal itu dikemukakan Nana Sudjana, seusai menilik pelaksanaan program MBG di SMA Negeri 4 Kota Semarang, Rabu (8/1/2025). Pada kesempatan itu, dia didampingi Pangdam IV/ Diponegoro Mayjend TNI Deddy Suryadi, dan kepala OPD terkait.
“Kami sudah menyiapkan kurang lebih Rp 67,13 miliar untuk mendukung MBG di Jateng. Peran yang kami lakukan, semacam pengawasan, pemantauan kegiatan ini, dan beri masukan terkait data sasaran sekolah, ibu hamil, dan balita. Dari provinsi dan kabupaten akan memberi dukungan terhadap program ini,” tutur.Pj gubernur.
Ditambahkan, dana yang berasal dari APBD 2025 itu bersifat dukungan. Sementara, dana pelaksanaan MBG berasal penuh dari APBN. Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, sebanyak 18 SMA/SMK telah mengikuti program MBG. Dari total sekolahan tersebut, jumlah siswa yang mendapat manfaat berjumlah 12.695 orang.
“Anggaran (MBG) pakai APBN. Dalam hal ini kami akan mendukung misalnya ada kekurangan, akan mendukung pelaksanaan dari program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.
Nana menyebut, program MBG di Jateng telah dilaksanakan di 13 kabupaten/ kota. Pelaksanaan tersebut didukung melalui 17 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.
Setelahnya, Nana menilik SPPG yang menyediakan konsumsi untuk MBG bagi SMAN 4 Kota Semarang, di Idea Katering. Di sana dia berpesan, agar pengelola menyediakan bahan pangan yang berkualitas, guna meningkatkan kualitas calon penerus bangsa.
Pada pantauan di SMA Negeri 4 Kota Semarang, siswa-siswi terlihat senang dengan MBG yang telah tiga kali mereka terima. Mereka mengaku dapat menghemat uang saku dan fokus bersekolah.
Siswi Kelas X-6 Zafira Luwi mengaku, sebelum menerima program MBG, dia selalu merogoh kocek sebesar Rp8 ribu-Rp10 ribu untuk makan siang. Pada siang itu, ia mendapatkan lauk berupa ayam krispi, tahu goreng, buah semangka, dan sayur buncis.
“Saya dikasih uang jajan biasanya Rp20 ribu. Sekarang masih utuh dan saya mau tabung,” ungkapnya.
Hal serupa diungkapkan Bunga Berliana. Dia mengaku cocok dengan menu masakan yang diterima pada program MBG.
“Biasanya bawa bekal. Kalau soal rasa ya mirip-mirip dengan yang dari rumah,” pungkas Bunga.
Baca Juga :  Gelar Inovasi Harmoni Nusantara, Gubernur Jateng Apresiasi Kreativitas Mahasiswa

Berita Terkait

Sekolah Rusak Parah di Grobogan Dapat Bantuan Revitalisasi, Dana Cair Agustus
Jawa Tengah Siap Luncurkan Modul PAUD EMAS, PAUD Berbasis Masyarakat dengan Keunikan Kearifan Lokal
Wagub Taj Yasin Perluas Kerja Sama Jateng-Malaka Terkait Pendidikan dan Pesantren
Sekolah Gratis Jadi Harapan Baru Anak-anak Keluarga Prasejahtera di Jawa Tengah
Pemprov Jateng Siapkan Bantuan Pendidikan bagi 5.000 Anak Miskin Ekstrem
Pompa Semangat KKN Mahasiswa Unsoed, Wagub Taj Yasin Instruksikan Bantuan Pendampingan Pengelolaan Sampah
Mengabdi Tanpa Henti, Gus Yasin Sebut Prof Erfan Teladan Akademisi dan Ulama
Wagub Taj Yasin: Madrasah Benteng Penguatan Iman dan Akhlak Generasi Muda

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:46 WIB

Sekolah Rusak Parah di Grobogan Dapat Bantuan Revitalisasi, Dana Cair Agustus

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:58 WIB

Jawa Tengah Siap Luncurkan Modul PAUD EMAS, PAUD Berbasis Masyarakat dengan Keunikan Kearifan Lokal

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:11 WIB

Wagub Taj Yasin Perluas Kerja Sama Jateng-Malaka Terkait Pendidikan dan Pesantren

Senin, 13 Juli 2026 - 14:24 WIB

Sekolah Gratis Jadi Harapan Baru Anak-anak Keluarga Prasejahtera di Jawa Tengah

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Bantuan Pendidikan bagi 5.000 Anak Miskin Ekstrem

Berita Terbaru